
Siang ini adam bertemu dengan rio di sebuah restoran dan tentu saja adam membawa dinda sekertarisnya.
Dinda memandang rio tanpa malu padahal adam sudah sering berdehem karena dinda hanya fokus kepada adam dan tidak pada pekerjaan.
"Dinda tolong pesankan kopi untukku," kata adam
"pak rio juga mau kopi," kata dinda yang menawari kopi pada rio
"terimakasih." kata rio
Dinda keluar dari ruangan itu dengan rencana yang sudah ada di kepalanya dan dia memesan kopi dua untuk pria yang srdang membicarakan bisnis.
Rio melihat dinda dengan penuh curiga, "pasti ada yang direncanakan oleh dinda,' kata rio dalam hati.
Tentu saka rio yang pernah bekerja di kepolisian tahu gelagat orang yang mencurigakan seperti dinda saat ini.
Rio tidak sengaja menyengol air botol di meja dan secara otomatis adam dan dinda menyelamatkan berkas yang ada di depan mereka takut basah terkena genangan air.
"maaf ," kata rio dan dia beranjak dari duduknya keluar meminta karyawan membersihkan genangan air di meja mereka dan karyawan restoran membersihkan meja dengan cepat.
Rio dan adam melanjutkan pembicaraan mereka hingga tidak terasa mereka sudah berada di sana hingga sore dan menjelang malam.
Rio berpamitan kepada adam dan dinda, dinda yang heran kenapa rio yang meminum kopi yang sudah tercampur dengan obat yang tadi dia berikan tidak berpengaruh kepada rio dan dia pergi begitu saja.
tapi tidak untuk adam yang sejak tadi sudah duduk gelisah dan merasa panas di dalam tubuhnya padahal dia sudah membuka dua kancing baju nya dan masih terasa panas.
Adam cepat cepat meminta sopirnya untuk cepat pulang kerumah karena adam sudah tidak tahan dengan apa yang di rasa di tubuhnya.
Adam meninggalkan dinda di restoran dia tidak perduli dengan sekertaris bodohnya itu dan adam bukan lah orang bodoh dia tahu apa yang sudah terjadi padanya pasti ulah dinda.
Sampai di rumah adam mencari istrinya dan lagsung mengajaknya kekamar karena panas dalam tubuhnya butuh pelampiasan.
Adam mencium rakus istrinya dan selanjutnya terjadilah permainan panas di ranjang mereka dan tentu saja istrinya merasa aneh dengan kelakuan adam suaminya yang tiba tiba menyerangnya di kasur dan menjadi sangat perkasa hingga membuat pelepasan hingga berkali kali.
__ADS_1
"Aaaah... sayang aku akan keluar." kata adam yang masih mengempur istrinya yang sudah lelah karena sudah mendapatkan pelepasan berkali kali dan dia pasrah karena adam masih belum menyelesaikan pelepasannya.
Adam tertidur di kamarnya dan juga istrinya walaupun dalam hati bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi tapi diapun lelah dan tertidur bersama suami yang sudah kelelahan setelah mendapatkan pelepasannya.
Mungkin saja obat perangsang yang di berikan dinda telah habis dan adam tertidur karena lelah.
adam akan langsung memecat sekertarisnya tanpa harus meminta persetujuan istrinya, karena adam sudah tidak tahan mempunyai sekertaris yang tidak becus dan bertingkah pula, perusahaan bisa hancur jika dinda yang menjadi sekertarisnya.
Sekertaris seharusnya bisa di andalkan, membantu meringankan pekerjaannya dan tanggap dalam segala situasi,tapi dinda malah membuat kekacauan dan sungguh tidak bisa di toleransi lagi.
adam akan membuka lowongan lagi untuk mencari sekertaris dan sebelumnya dia akan meminta indah menjadi sekertaris sementaranya dahulu dan istrinya yang pencemburu itu akan diurus nanti.
Semalam rio tidur di apartemennya dengan lelap, tentu saja semalam rio mengganti gelasnya dengan gelas adam yang saat itu mereka sibuk mengamankan berkas di meja.
Tanpa sepengetahuan mereka, rio melakukan pertukaran gelas kopi dengan sangat cepat dan dinda tidak menyadarinya, rio berfikir jika dugaanya benar, kopi itu sudah di campur dengan obat, jika adam yang mendapatkan reaksi obat itu dia akan melakukan kepada istrinya dan mungkin kepada dinda.
Rio tidak peduli tapi di lihat dari pandanganya, adam juga tidak menyukai sekertarisnya dan entah kenapa adam tidak memecat dinda, rio tidak mau ambil pusing itu bukan urusannya.
Mereka melakukan video call untuk melepaskan kerinduan, karena kemungkinan rista kembali dua bulan lagi setelah renovasi butik selesai.
Hari ini janji dengan pelanggan di batalkan dan rista sibuk membuat desain dan melihat perkembangan bisnisnya.
usaha butik untuk mencari nafkah keluarganya masih lumayan pendapatannya,menghidupi anak anaknya bersekolah lebih dari cukup.
Sebagai single mom rista harus tetap semangat dan kuat demi mereka,sudah bertahun tahun rista tidak memikirkan dirinya dan sekarang anak anaknya sudah besar.
Walaupun begitu rista belum ingin mencari pasangan hidupnya lagi sampai rio mendekatinya dan sedikit demi sedikit ruang di hatinya mulai terisi.
Rio pria dewasa, mampan dan tentu juga tampan, mendekatinya dan siapa yang mampu menolak pesona pria sempurna seperti rio.
Rista tidak menampik perasaannya yang bergetar saat melihat rio yang sudah berkali kali menolongnya.
Rista merasa harus lebih mengenal rio dan dia juga takut statusnya yang janda dua anak akan menjadi masalah.
__ADS_1
drrrt...drrrt...suara telefon dan rista melihat nama rio ada di layar ponselnya dan rista menerima telefonnya.
"ris aku sudah di depan rumahmu," kata rio
Rio tidak jadi tidur karena merindukan rista sudah beberapa hari mereka tidak bertemu dan rio sekarang sudah berada di depan pintu sekarang.
Rista membukakan pintu dan menyuruh rio duduk dia pergi kedapur mengambil minuman, "aku menganggu istirahatmu rista," kata rio
"Tidak,aku belum tidur." kata rista
"Bagaimana kita keluar sebentar masih jam sebelas, " kata rio
Rista menganggukkan kepala, besok hari minggu dan rio pasti tidak bekerja dan rista juga tidak ada janji dengan seseorang.
Rista mengganti pakaiannya dan membawa tasnya dan mereka pergi.
Rio mengajak rista kepantai dan disana banyak orang menghabiskan malam mereka dan kebanyakan adalah pasangan kekasih.
Rista menikmati suasana malam di pinggir pantai dan mereka duduk di restoran yang menghadap pantai.
Rista sungguh senang bisa jalan jalan di malam hari melihat pantai, karena rista belum pernah kepantai pada malam hari.
"ris kamu suka, mau jalan jalan,?" tanya rio
Rista menganggukkan kepalanya dan menerima tangan rio saat rio mengulurkan tangannya, mereka berjalan di pinggir pantai.
mereka berjalan beriringan menyusuri pantai, sangat dingin di terpa angin pantai dan setelah puas berjalan dengan diam mereka memutuskan pulang.
"Ris maukah kamu menjadi kekasihku," kata rio saat mereka masih di pantai.
Kata itu masih tergiang di telinga rista, ungkapan yang sungguh tidak di sangka rista, rio memintanya menjadi kekasihnya dan rista belum menjawabnya.
tentu rista membutuhkan waktu untuk memikirkan semua itu karena banyak yang harus di pertimbangkannya.
__ADS_1