
Setelah pertemuan mereka di sekolah meri dan rista semakin dekat, meri wanita yang sangat supel dan pandai membawa diri,dimana pun meri berada selalu ada keceriaan.
Sayang sekali meri dalam waktu dekat akan kembali ke london, dia ada pekerjaan dan harus segera kembali lusa nanti.
Rista, denok dan juga ranti berada di sebuah restoran dan mereka sedang makan siang bersama sengaja rista mengaja mereka karena telah membantu acaranya kemarin.
"Ris kamu tahu ngk ranti waktu itu sempat sempatnya bercinta dulu di apartemennya karena tunangannya pulang dari luar kota." kata denok
"Ezz nok, aku kan sudah katakan jika itu di luar perkiraanku." kata ranti karena bisa bisa nua dia menceritakan itu kepada rista
"beruntung semua berjalan lancar, terimakasih atas bantuan kalian." kata rista
"Sama sama." kata ranti juga denok bersamaan dan mereka melanjutkan makan siang mereka.
Rista mengantar dua temannya kembali kesalon dan setelah itu rista kembali ke butik nya, karena ada seseorang yang menunggunya di butik.
tadi rista menerima pesan di ponselnya dan itu dari meri sebelum meri kembali ke london dia ingin bertemu rista dahulu.
Hanya ingin berpamitan dan ada sesuatu yang ingin di pastikan kepada rista untuk tidak memberitahukan tentang percakapan mereka di lapangan basket.
"sudah lama." kata rista setelah sampai di ruang tamu
"baru saja." kata meri
Ayo kita ke ruangan ku lebih nyaman bicara di sana." kata rista mengajak meri ke kantorya
Meri mengikuti rista menuju ruangan kantornya dan duduk di sofa, rista mengambilkan minuman untuk meri di kulkas yang ada di kantornya.
"Ris untuk percakapan kita di lapangan basket lalu aku minta jangan kamu katakan kepada rio, aku tidak ingin perasaanku rio mengetahuinya." kata meri
"Aku tidak akan mengatakan kepada rio,tenang." kata rista bersungguh sungguh
"Terimakasih." kata meri
"Semoga kamu mendapatkan pria yang baik dan tulus mencintaimu, karena wanita sebaikmu pantas mendapatkan pria yang baik juga." kata rista
"Amin,Semoga." kata meri
__ADS_1
Rista tersenyum dan memegang tangan meri, rista tidak menyangka jika meri dengan senang hati mundur alon alon untuk perasaan yang di milikinya terhadap rio.
Itu menunjukkan jika meri mempunyai hati yang tulus, rista salut dengan meri yang tidak ngotot mendapatkan cinta rio seperti dinda yang ingin mendapatkan rio dengan berbagai macam cara.
Dua wanita yang berbeda dan rista tidak tahu ada berapa wanita lagi dalam kehidupan rio selain mereka berdua.
rista melihat meri yang sudah menghilang dari pandanganya mengginakan taxi yang dia pesan mengantarkan meri pulang.
Meri datang berpamitan kepada rista karena besok dia akan kembali ke london dan minta kepada rio untuk memberikan salam kepadanya.
Sejak tahu rio memilih rista menjadi istrinya, meri sengaja menjaga jarak kepada rio untuk menjaga perasaan rista.
Walaupun hanya menganggap teman tapi rista tahu apa yang ada di hati meri untuk isi hatinya dan oleh karena itu meri sengaja menjaga jarak dengan menitipkan salam dan berpamitan kepada rista dan itu sudah cukup.
*
Di rumah rara yang sedang bersantai di halaman belakang, sambil meminum sirup dan membaca sosmed di ponselnya rara bersantai.
"Ma kamu tahu jika rista sukses malam kemarin mengadakan fasion show dan sekarang butiknya sedang banyak pelangganya." kata bram suaminya yang baru selesai berenang
"Aku tahu ini." kata rara menunjukkan ponselnya karena banyak yang mengungah acara yang di selenggarakan rista kemarin.
tanpa adanya laki laki di sisinya dia sangat sukses apalagi jika dia bersanding dengan rio sudah di pastikan rista wanita sempurna untuk anaknya.
Tidak di pungkiri jika rara diam diam mengangumi rista dan dia sudah merestui hubunga putranya itu, hanya menunggu mereka meminta restu kembali.
"Ma kok malah melamun,?" tanya bram
"Melamun apa orang aku sedang melihat ponselku."kata rara yang ketahuan melamun tapi membantah tuduhan suaminya.
"Aku ganti baju dulu, dingin." kata bram yang masuk kedalam rumahnya menuju kamar untuk berpakaian.
Rara masih melihat berbagai macam komentar tentang acara rista dan memang sedikit banyak pujian yang mereka tulis dan view rista memang banyak.
**
Rista kembali ke apartemennya dan diabakan memasak makanan untuk makan malamnya bersama suami tercinta.
__ADS_1
Rio malam ini akan pulang cepat dan rista akan memasakan makanan kesukaan rio sekalian menyampaikan salam yang meri titipkan untuk rio.
Semoga rio tidak marah karena meri tidak berpamitan secara langsung kepadanya.
Setelah masak rista segera mandi dan mengganti pakaian yang bau oleh masakan yang dia masak, rista mengenakan baju santai seperti kaos dan celana pendek.
Rambut panjang rista di gulung cepol seperti biasa karena memang rista sangat suka mencepol rambutnya dari pada mengerainya.
Lagi pula rio juga sangat suka saat rista mencepol rambutnya dari pada di gerai, bagi rio itu sangat seksi.
Itu yang pernah rio katakan saat dia menginginkanya, karena leher jenjang rista membuat rio bernafsu ingin menciumnya.
Bagi rio terlihat seksi sedangkan untuk rista leher adalah kelemahanya, rista merasa merinding jika rio menyentuh lehernya.
"Ting ...tong"
Bel berbunyi dan rista membukanya,rista mengambil tas di tangan rio dan jas yang sudah rio lepas.
Rio duduk di sofa dan rista mendekati dengan membawa air untuk rio, setelah mengucapkan terimakasih rio meminum air putih pemberian rista.
Rista lebih suka rio meminum air putih setelah pulang bekerja dari pada minuman sirup yang dingin apalagi kopi.
Karena banyak minum air putih lebih sehat dan membuat badan lebih segar.
"sayang, meri menitipkan salam dan dia akan kembali ke london besok." kata rista
"Kenapa dia tidak berpamitan langsung kepadaku, aneh." kata rio yang tidak mengerti, tidak biasanya meri bersikap aneh kepadanya.
"Aku juga tidak tahu, mungin tidak ada waktu berkunjung ke kantormu." kata rista
Rio mencium kening rista dan beranjak dari duduknya untuk mandi, karena rio juga sudah gerah ingin segera mandi dan ingin memeluk rista secepatnya.
Sekarang mereka sedang menikmati makan malam mereka berdua, saling bercanda dan bercerita masalah pekerjaan masing masing.
Rista selalu menceritakan keseharian apa saja yang dia lakukan dan apa saja yang terjadi, rista senang rio selalu mendengar apa saja yang rista katakan dan keluhkan.
Kadang rista meminta pendapat dan saran kepada rio dan juga sebaliknya rio juga begitu, kehidupan mereka terasa bahagia karena keterbukaan yang meraka lakukan.
__ADS_1
saling bertukar pikiran dan saling mendukung setidaknya mereka tahu kepribadian masing masing dan lebih saling mengenal , yang jelas mereka saling .mencintai.