Mengejar Janda Impian

Mengejar Janda Impian
Bertemu keluarga david


__ADS_3

"yah, bunda ini andin calon istri david, " kata david


"wah... andin cantik sekali david, kamu pintar juga." kata bunda


"Dari dulu aku kan memang pintar bunda," kata david gemas dan menghampiri bunda lalu memeluknya karena mengodanya.


"andin kamu harus sabar nantinya karena dia manja sekali," kata bunda yang tidak berhenti mengoda putranya.


Andin melihat interaksi david dan bundanya yang begitu hangat membuat nya iri karena mereka terlihat saling menyayangi.


david melihat andin yang memeperhatikan lalu dia berhenti memeluk bundanya, dia tahu jika andin saat ini pasti merindukan orang tuanya.


"sayang sini,?" kata bunda lalu bunda memeluk andin hangat.


"sayang jangan sedih anggap bunda seperti mama kamu dan mama akan sangat senang jika andin juga memanggil bunda sama seperti david." kata bunda


"bunda. " kata andin


"sayang." kata bunda dan mereka bertiga berpelukan.


"ayo kita makan, bunda jadi lapar karena dari tadi david memeluknya. " kata bunda yang masih menggoda david


mereka bertiga beranjak menuju meja makan dan di sana sudah ayah yang menunggu mereka, sepeetinya baru selesaimenelfon.


"ayo kita makan," kata ayah david melihat kami yang baru saja sampai di meja makan.


meja makan menjadi hening karena semua menikmati makanan dan bunda pun yang tadinya banyak bicara sekarang diam dan sibuk mengunyah makanannya.


mungkin di keluarga david sudah menjadi kebiasaan jika makan tidak ada yang bicara hanya makan dan menikmati.


"bunda dan ayah akan keluar sebentar ya andin, david." kata bunda yang Sudah memakai baju rapi


andin dan david mengantar bunda dan ayah sampai di pintu rumah lalu mereka masuk ke dalam. dan duduk di ruang tamu.


"kakak adik adiknya kemana.? " tanya andin


" kuliah di london. " kata david


"jauh sekali Kak anak cewek sekolah keluar negeri." kata andin


"dapat beasiswa sayang ngak di ambil. " kata andin


"mau lihat kamarku." kata david


"ngk usah kak, bagaimana jika kita jalan jalan ke pantai. " kata andin


"ayo," kata david


mereka berdua menuju pantai dan berenang bersama, david memang suka berenang dan andin hanya sekadar bisa berenang tidak pandai juga.


"kamu sangat suka pantai din, tapi aku tidak pernah melihatnya berenang di pantai. " kata david


"kalau gitu bagaimana kita berenang di pantai. " kata andin


"yah, bunda ini andin calon istri david, " kata david


"wah... andin cantik sekali david, kamu pintar juga." kata bunda

__ADS_1


"Dari dulu aku kan memang pintar bunda," kata david gemas dan menghampiri bunda lalu memeluknya karena mengodanya.


"andin kamu harus sabar nantinya karena dia manja sekali," kata bunda yang tidak berhenti mengoda putranya.


Andin melihat interaksi david dan bundanya yang begitu hangat membuat nya iri karena mereka terlihat saling menyayangi.


david melihat andin yang memeperhatikan lalu dia berhenti memeluk bundanya, dia tahu jika andin saat ini pasti merindukan orang tuanya.


"sayang sini,?" kata bunda lalu bunda memeluk andin hangat.


"sayang jangan sedih anggap bunda seperti mama kamu dan mama akan sangat senang jika andin juga memanggil bunda sama seperti david." kata bunda


"bunda. " kata andin


"sayang." kata bunda dan mereka bertiga berpelukan.


"ayo kita makan, bunda jadi lapar karena dari tadi david memeluknya. " kata bunda yang masih menggoda david


mereka bertiga beranjak menuju meja makan dan di sana sudah ayah yang menunggu mereka, sepeetinya baru selesaimenelfon.


"ayo kita makan," kata ayah david melihat kami yang baru saja sampai di meja makan.


meja makan menjadi hening karena semua menikmati makanan dan bunda pun yang tadinya banyak bicara sekarang diam dan sibuk mengunyah makanannya.


mungkin di keluarga david sudah menjadi kebiasaan jika makan tidak ada yang bicara hanya makan dan menikmati.


"bunda dan ayah akan keluar sebentar ya andin, david." kata bunda yang Sudah memakai baju rapi


andin dan david mengantar bunda dan ayah sampai di pintu rumah lalu mereka masuk ke dalam. dan duduk di ruang tamu.


"kakak adiknya dimanamana.? " tanya andin


" kuliah di london. " kata david


"jauh sekali Kak anak cewek sekolah keluar negeri." kata andin


"pasti pintar sampai dapat beasiswa keluar negeri. " kata andin dalam hati.


"mau lihat kamarku." kata david


"ngk usah kak, bagaimana jika kita jalan jalan ke pantai. " kata andin


"ayo," kata david


mereka berdua menuju pantai dan berenang bersama, david memang suka berenang dan andin hanya sekadar bisa berenang tidak pandai juga.


"kamu sangat suka pantai din, tapi aku tidak pernah melihatnya berenang di pantai. " kata david"yah, bunda ini andin calon istri david, " kata david


"wah... andin cantik sekali david, kamu pintar juga." kata bunda


"Dari dulu aku kan memang pintar bunda," kata david gemas dan menghampiri bunda lalu memeluknya karena mengodanya.


"andin kamu harus sabar nantinya karena dia manja sekali," kata bunda yang tidak berhenti mengoda putranya.


Andin melihat interaksi david dan bundanya yang begitu hangat membuat nya iri karena mereka terlihat saling menyayangi.


david melihat andin yang memeperhatikan lalu dia berhenti memeluk bundanya, dia tahu jika andin saat ini pasti merindukan orang tuanya.

__ADS_1


"sayang sini,?" kata bunda lalu bunda memeluk andin hangat.


"sayang jangan sedih anggap bunda seperti mama kamu dan mama akan sangat senang jika andin juga memanggil bunda sama seperti david." kata bunda


"bunda. " kata andin


"sayang." kata bunda dan mereka bertiga berpelukan.


"ayo kita makan, bunda jadi lapar karena dari tadi david memeluknya. " kata bunda yang masih menggoda david


mereka bertiga beranjak menuju meja makan dan di sana sudah ayah yang menunggu mereka, sepeetinya baru selesaimenelfon.


"ayo kita makan," kata ayah david melihat kami yang baru saja sampai di meja makan.


meja makan menjadi hening karena semua menikmati makanan dan bunda pun yang tadinya banyak bicara sekarang diam dan sibuk mengunyah makanannya.


mungkin di keluarga david sudah menjadi kebiasaan jika makan tidak ada yang bicara hanya makan dan menikmati.


"bunda dan ayah akan keluar sebentar ya andin, david." kata bunda yang Sudah memakai baju rapi


andin dan david mengantar bunda dan ayah sampai di pintu rumah lalu mereka masuk ke dalam. dan duduk di ruang tamu.


"kakak adik adiknya kemana.? " tanya andin


" kuliah di london. " kata david


"jauh sekali Kak anak cewek sekolah keluar negeri." kata andin


"dapat beasiswa sayang ngak di ambil. " kata andin


"mau lihat kamarku." kata david


"ngk usah kak, bagaimana jika kita jalan jalan ke pantai. " kata andin


"kamu sangat suka pantai din, tapi aku tidak pernah melihatnya berenang di pantai. " kata david


"kalau gitu bagaimana kita berenang di pantai. " kata andin


"ayo," kata david


mereka berdua menuju pantai dan berenang bersama, david memang suka berenang dan andin hanya sekadar bisa berenang tidak pandai juga.


andin dan david bermain air di pinggir pantai, tadinya mereka memang ingin berenang tapi karena andin tidak membawa baju renang dan enggan membeli terpaksa hanya bermain di pinggir pantai.


sebenarnya andin memang hanya menyukai pantai dan bukan berarti dia suka berenang di pantai bahkan andin belum pernah melakukannya.


tadi andin hanya ingin keluar dari rumah david dia enggan berdua saja di rumah, walaupun ada bibi di rumah tapi andin merasa tidak nyaman.


setelah bermain di pinggir pantai mereka ke toko pakaian membeli kaos karena baju mereka basah dan mereka memilih baju sama dengan tulisan love ini bali.


" pikir orang pasti norak, biarkan saja kata orang yang terpenting andin suka."


waktu hampir magrib david mengantar andin ke hotel tempat dia menginap dan setelah itu david pulang karena besok dia akan bekerja.


besok juga andin akan pulang ke bandung karena dia juga ada pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Bunda sangat suka kepada andin karena andin adalah gadis yang baik, dia bertanya kepada bibi tetang mereka berdua setelah di tinggal pergi.

__ADS_1


bibi yang mendengarkan percakapan andin dan david pun menceritakan bagaimana david telah mengajaknya melihat kamar dan andin menolak, bahkan andin malah mengajak kepantai.


mendengar cerita bibi bunda menjadi yakin untuk menjadikan andin sebagai menantu dan bunda mengatakan kepada david jika tiga bulan lagi mereka akan datang melamar ke bandung.


__ADS_2