
Rista melihatkan beberapa desain baju kepada mulan karena kemarin mereka tidak bisa bertemu, mulan sendiri juga wanita sibuk dia seorang dokter yang harus selalu siap jika ada pasien yang mendadak perlu pertolongan.
Bahkan hari ini mulan hanya mempunyai waktu dua jam untuk bertemu dengan rista dan mulan akan kembali kerumah sakit setelah dari butik.
"Ris..aku ingin ini saja, simple dan kurasa bagus buatku untuk menghadiri pernikahan mantan kekasihku." kata mulan
"Bagus ini desain terbaru yang baru kuselesaikan, aku akan segera menyelesaikan tepat waktu.Akan kuhubungi jika sudah selesai gaunnya," kata rista
"baiklah, aku pamit dulu karena pasien sudah menungguku." kata mulan berpamitan yang berdiri dan berpelukkan untuk kembali kerumah sakit.
Rista mengantar tamunya keluar dan setelah itu rista melihat tokonya yang sudah hampir selesai di renovasi.
kira kira seminggu lagi renovasi sudah selesai, setelah itu dia akan pulang ke jakarta dan menemui anak anaknya serta mama tersayang.
Rista memanggil pegawainya dan mereka akan menambah pegawai karena butiknya memerlukan dua orang untuk mengisi tempat yang kosong.
rista sengaja meminta karyawannya untuk meminta siapa tahu ada saudara mereka yang membutuhkan pekerjaan dan bila tidak ada maka rista akan mrmbuka lowongan.
Sengaja rista mencari karyawan yang berkerabat dengan karyawannya agar tidak terlalu repot untuk mengawasi mereka.
Rista menerima pesan dari denok karena di salon ada masalah, ada wanita yang sedang marah marah karena salah satu karyawan salah mewarnai rambut pelanggan.
Setelah selesai dengan urusan butik rista segera menuju salon, sepertinya pelanggan ini sulit di tanggani sehingga denok memanggil rista.
Sampai di salon denok yang sudah menunggu segera mengajak rista menuju ruangan yang di mana pelanggan.
Rista meminta pegawai yang lain untuk bekerja kembali dan rista akan menanggani pelanggan yang sedang marah marah karena cat rambutnya salah warna.
"maaf nona saya penangung jawab salon almira meminta maaf atas kelalaian karyawan kami," kata rista
"kamu harus pecat karyawan yang ngk becus kerjanya,lihat dia telah salah memberi warna pada rambutku." kata dinda menunjuk ria karyawan yang tadi menyemir rambutnya.
" begini saja jika kita lihat cctv di salon agar kita tahu siapa yang salah dan benar, karena saya tidak bisa memecat seseorang tanpa bukti." kata rista
Dinda diam karena memang dia ngotot jika warna yang di pilih adalah warna benar padahal ria sudah mengatakan jika warna itu salah.
__ADS_1
"Ngk bisa begitu pokoknya saya minta ganti rugi atau salon ini aku viral karena tidak profesiaonal,"kata dinda
"Begini saja, bagaimana jika nona saya beri diskon limapuluh persen selama satu bulan dan vocher sebesar 150 rb." kata rista yang mengalah karena tidak ingin masalah berlarut larut.
"deal," kata dinda yang tidak berfikir lama lama karena merasa di untungkan dengan perkataan rista.
Dinda segera pergi dengan rambut merahnya yang katanya salah warna padahal sepertinya dia merasa senang karena mendapatkan diskon dan vocher dari salon almira.
Ria yang merasa bersalah meminta maaf pada rista karena dia merasa telah merugikan salon termpatnya bekerja.
"bu rista saya benar benar minta maaf karena kesalahan saya." kata ria
"Sudah ria tidak usah di fikirkan, sekarang bekerja lagi dan lain kali harus lebih teliti lagi." kata rista
Rista memang tidak mempersoalkan masalah yang terjadi di salonnya karena dia sering menghadapi orang orang seperti dinda,seperti tadi rista menawarkan kompensasi dan dengan langsung dinda menyetujui berarti memang pelanggan itu hanya menginginkan kompensasi dan mencari masalah saja.
Rista kembali keruangannya dan melihat ada beberapa kali telefon dari mamanya di ponselnya, lalu dia menghubungi kembali telefon itu.
" syukurlah rista kamu segera menelfon mama kembali," kata mama
"Almira, sayang dia tafi pingsan di sekolah dan sekarang berada di rumah sakit." kata mama
"Apa yang terjadi, almira sakit apa ma,?" tanya rista
"Ris, mira terkena usus buntu dan sekarang sedang di operasi." kata mama
"Ma aku akan segera pulang." kata rista
rista yang panik segera keluar dari kantornya dan kebetulan rio menelfonnya dan rista menceritakan almira masuk rumah sakit akan kembali kejakarta.
Rista kembali ke apartemennya mengambil barang yang di perlukan, tidak lama terdengar suara ketukan dan almira membukakan pintu.
"rio kenapa kamu disini,?" kata rista yang sudah siap dengan tas di tangannya.
"Aku antar," kata rio yang langsung membawakan tas rista dan mengajaknya berjalan keluar dari apartemennya menuju bandara.
__ADS_1
Rista dan rio berada di pesawat pribadi milik rio dan sepanjang perjalanana rio memegang tangan rista menenangkan rista yang pastinya sedang cemas dengan keadaan putrinya.
"ma bagaimana keadaan almira," kata rista menanyakan keadaan putrinya setelah sampai di rumah sakit.
Mama rista terkejut karena melihat putrinya sudah berada di jakarta padahal beberapa jam lalu mereka berbicara di telefon.
"sudah selesai operasinya, sekarang sedang istirahat dan mama rista memandang laki laki yang berada di belakang rista.
Sepertinya wajah itu tidak asing bagi mama rista dan dengan ragu ragu dia menanyakan apa yang ada di ingatannya.
"kamu anaknya pak bram, wajah kamu persis seperti bram.?" tanya mama rista
"Benar tante saya rio, lama tidak berjumpa apa kabar," kata rio
Rista yang mendengar percakapan mereka terkejut dan baru menyadari semua karena rio selalu menanyakan apa dia tidak mengingat dirinya dan sekarang rista mengingat siapa rio.
"Ayo masuk lihat anakmu," kata mama yang membuyarkan lamunan rista
Rista lalu masuk keruangan putrinya yang sedang tidur karena tadi habis minum obat dan sedang beristirahat.
Rista memegang tangan putrinya dan membelai kepala nya,rista merasa bersalah karena tidak ada di sampingnya saat putrinya membutuhkannya.
Sungguh kejadian seperti ini tidak bisa di elakkan karena sudah menjadi takdirnya dan beruntung almira selamat dan opeeasinya berjalan lancar.
Rio keluar memberi ruang kepada rista, karena tahu rista pasti ingin menjaga putrinya setelah melewati operasinya.
Rio duduk di sebelah mama rista dan mereka berbincang, sudah lama mereka tidak bertemu selama puluhan tahun.
Ruo menceritakan orang tuanya karena mama rista menanyakan kabar mereka, juga mama menanyakan kenapa tadi rista terlihat terkejut saat dia mengenali rio dan orang tuanya.
Mungkin rista sudah lupa karena mengalami hal yang berat dalam hidupnya, saat pernikahan nya yang kandas dan berbagai mancam cobaan sehingga dia benar benar melupakan rio.
Rista juga dulu pernah di tangani oleh dokter psikiater pasca penculikan nya dan mengikuti konseling walaupun tidak lama tapi setidaknya rista pernah mengalami trauma dalam hidupnya.
Mungkin itulah rista sedikit banyak melupakan masa lalunya dan apalagi rista hanya beberapa tahun mengenal rio.
__ADS_1