Mengejar Janda Impian

Mengejar Janda Impian
jebakkan


__ADS_3

"ma kita makan dulu, " ajak fandi


setelah berjalan jalan di sebuah mall yang bertujuan memancing seseorang untuk lengah dalam bertindak.


rista adalah umpan yang sengaja untuk menjebak kevin agar dia menunjukkan hidungnya dan masalah akan selesai.


kevin akan mendekam lama di hotel tempat di mana dia menginap selama beberapa tahun kemarin yaitu penjara.


coba saja dia berani menunjukkan dirinya kali ini, rio tidak akan berpikiran membiarkannya mengganggu keharmonisan keluarganya.


"sayang sepertinya kamu lapar sekali, lahap sekali makannya. " kata rista


"ma aku lahap makan emang karena masa pertumbuhan dan aku merasa benar benar lapar karena mengikuti mama belanja, kelak jika aku punya istri aku tidak mau ikut dia belanja. " kata fandi panjang lebar


fandi meneruskan makannya dengan cepat karena dia. melihat ada pria yang sepertinya mencurigakan dan setelah itu fandi pamit ke toilet.


seperti yang fandi duga pria itu mendekati meja di mana rista sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


"puk" sesuatu jatuh dari tangan pria itu tepat di meja rista


"maaf sepertinya aku tersandung tadi. " kata pria itu sambil menaruh secarik kertas di meja rista


rista melihat pria itu dan tertegun karena dia seperti pernah melihat pria itu.


setelah pria itu pergi rista melanjutkan mengirimkan pesan kepada suaminya dengan senyum di wajahnya.


pria itu melihat rista dengan raut wajahnya yang sulit di pahami, penuh siasat jahat yang dia rancang di kepalanya.


fandi melihat semua itu dan dia mengirimkan pesan kepada david dan papanya, jika kevin sudah mulai terpancing.


"ma siapa pria itu.?" tanya fandi


"entah, mama tidak mengenalnya kenapa.? " tanya rista


ngk kenapa napa ma, yuk kita pulang. " kata fandi yang masih berdiri dan mengajak mamanya beranjak dari meja nya.


di mobil seperti dugaan fandi jika ada mobil mengikuti di belakangnya dan fandi yakin jika itu adalah kevin.


"ma mau berjalan jalan ke taman sebentar.?" tanya fandi


rista melihat wajah putranya merasa heran tidak biasanya fandi bersikap seperti itu.


"kita sudah lama tidak berjalan berdua. " kata fandi mengerti tatapan mamanya

__ADS_1


"benar kita tidak pernah lagi jalan jalan berdua, ayo.. mumpung kita di luar, disana ada taman. " kata rista menunjuk sebuah taman


fandi memberikan lokasi taman kepada david dan juga rio dan mobil di belakang pun masih mengikuti mereka.


bahkan saat berhenti fandi dapat melihat dari kaca spion mobil itu parkir dan berhenti mengambil jarak.


setelah berjalan agak lama dan memastikan jika pria itu mengawasi fandi mencari alasan meninggalkan mamanya


"ma disana Ada penjual es cream aku akan membelikan untuk kita. " kata fandi menunjuk penjual es cream


rista menganggukkan kepalanya dan tentu saja dia menginginkan es cream yang sudah lama tidak dia makan bersama fandi.


"seperti biasa kan rasa coklat dan vanila" kata fandi


"kamu masih mengingatnya sayang.? " tanya rista


"tentu." kata fandi beranjak dari duduknya meninggalkan rista dan bergabung dengan david dan rio


di dalam pantauan mereka pria itu mendekati rista dan entah apa yang mereka bicarakan, sepertinya pria itu mencoba memegang tangan rista.


rista dengan cepat menendang dan berlari dari kejaran pria itu,fandi dan david juga rio segera menghampiri rista.


rio memeluk rista dan fandi juga david menangkap pria itu dan membuka masker di wajahnya.


karena pria itu bukanlah kevin saat fandi membuka maskernya.


"kamu tidak apa apa sayang.?" tanya rio


rista masih ketakutan walaupun dia berhasil lari dan menendang pria itu, bagaimanapun rista masih terkejut dan belum bisa berkata kata.


polisi menangkap pria itu karena memang sudah mengganggu kenyaman seseorang dan rista juga rio pulang ke rumah.


david dan fandi ikut ke kantor polisi, mereka yakin jika semua ini adalah rekayasa kevin dan pria ini adalah orang suruhan kevin.


"sayang istirahatlah dulu dan jangan paksaan dirimu." kata rio


"sejak kapan. pria itu... kevin, keluar dari penjara.?" tanya rista akhirnya yang akhirnya membuka suaranya karena sejak di mobil dia hanya diam membisu.


semua orang terkejut mendengar pertanyaan rista, sepertinya dia sudah mengetahui tentang kebebasan lebih dan pastinya pria di taman itu yang telah memberi tahu.


"sebelum anak anak berulang tahun, tepatnya sudah satu bulan ini." kata rio


"apa semua orang tahu dan hanya aku yang tidak tahu.?" tanya rista kesal karena semua orang tahu dan hanya dia yang tidak di beri tahu

__ADS_1


"bukan begitu sayang." kata rio


"apa kalian takut jika aku tidak bisa menahan perasaanku." kata rista


"maaf." kata rio


"aku tahu kalian menghawatirkanku, tapi setidaknya kalian memberi tahu agar aku bisa berhati hati. " kata rista


"sayang kami mendatangimu dan menghawatirkanmu." kata rinda


"mama juga tahu.?" tanya rista


"mama yang meminta rio tidak mengatakan hal ini, semua mama yang salah " kata rinda


"tidak mama tidak bersalah, aku yang kurang peka akan semua yang terjadi padahal kalian sudah mengisyaratkan dan aku tidak peka. " kata rista


"aku ke kamar." kata rista yang beranjak dari duduknya meninggalkan semua orang dengan rasa yang bersalah.


"ma maaf kan rio. " kata rio


tidak ada yang salah, biarkan rista untuk sementara sendiri dia akan mengerti akan semua yang kita lakukan.


di dalam kamar, rista yang berbaring di tempat tidur mengingat semua, saat mama meminta ulang tahun yang sederhana, juga mereka yang bergantian menginap semua itu hanya semata mata untuk menjaganya.


entah harus marah atau berterimakasih akan semua itu, hal yang terjadi di kehidupannya tiba tiba rista teringat kembali.


penculikan yang membuat dirinya trauma terkenangnlagi di kepalanya.


mugkin semua yang mereka lakukan adalah demi tidak membuatnya merasakan akan ketraumaan yang ada dalam dirinya dan rista menghargainya.


semua keluarga sangat menyayanginya dan rista memutuskan tidak akan menyalahkan siapa siapa dan mulai saat ini tidak ada yang boleh menyimpan rahasia apapun darinya.


rista beranjak dari tempat tidurnya lalu membersihkan diri dan akan makan bersama keluarganya


saat itu dia akan mengatakan jika tidak ada yang boleh menyimpan adapun terhadapnya dan rista yakin apapun itu rista akan menghadapinya.


walaupun itu kevin yang sudah bebas dan akan mencoba mengganggunya tiara tidak akan takut dan akan melawannya.


rista sudah tahu hal ini pasti akan terjadi Karena dahulu kevin pernah mengancamnya.


di saat persidangan kebun pernah mengancamnya jika dia akan kembali dan membuat hidupnya tidak tenang.


kali ini tiara tidak akan takut, dahulu dia pernah belajar karate kepada david dan sedikit banyaknya dia sudah mampu menjaga diri.

__ADS_1


rista akan mengahdapi kevin apapun yang terjadi dan tidak akan menjadi lemah lagi ada keluarga dan suami yang memasang badan untuknya


__ADS_2