
Angga mengikuti mama keruang tamu begitu juga denok mengikuti mereka dan kini denok merasa tegang karena wajah mama angga seperti hakim yang akan menghakimi mereka.
"Tante anggi,' kata gea yang berpura pura menangis menghampiri anggi.
"Angga. Jika kamu tidak suka perjodohan ini kamu tidak perlu kasar kepada gea," kata anggi
"Ma emang apa yang aku lakukan, aku tidak mengerti maksud mama dan kamu gea." kata angga kesal dan hampir saja angga meluapkan amarahnya jika denok tidak memegang tangannya.
"Kata gea kamu mendorongnya saat gea berbicara kepada kekasihmu," kata anggi sekarang melihat denok
"Sepertinya mama anggi sangat percaya kepada gea, sampai seperti itu bahkan anak sendiri saja ngk percaya." kata denok dalam hati
"Maaf ya risma jadi seperti ini, tante harap masalah seperti ini tidak terjadi lagi dan kamu angga cepat antar risma pulang dan jangan pulang malam." kata anggi
Angga membawa denok keluar dari rumahnya dengan kesal, kadang mamanya suka susah di mengerti.
Di mobil angga diam dan denok jadi tidak enak mungkin kedatangannya malam ini di waktu yang salah.
"Angga sebaiknya kita pergi bersenang senang dari pada kamu bete dan suasana hatimu pasti buruk." kata denok
"Kita makan saja," kata angga
"Boleh ide yang bagus." kata denok
Angga melajukan mobilnya ke apartemennya dan saat berhenti denok melihat sekitarnya tidak ada tempat makan yang ada hanya mobil karena mereka berada di parkiran mobil apartemen angga.
"Kemana kita, kamu sedang tidak menculikku kan." kata denok yang memandang angga curiga
Ezzz... Buat apa aku menculikmu, katanya mau makan ya ini kita ke apartemenku dan aku akan memasak buatmu." kata angga
"Serius kamu bisa masak angga." kata denok berbinar matanya karena yang di katakan rista benar jika angga adalah chief alias tukang masak.
Angga membawa denok masuk ke apartemennya dan membawakan minuman untuk denok, "duduklah aku akan memasak untukmu," kata angga
__ADS_1
Denok melihat isi apartemen angga dan beberapa foto yang ada di dinding dan terletak rapi di meja hias,denok mengambil foto angga dan kedua orang tuanya.
"Angga apa kamu tidak punya saudara,?" tanya denok
"ada," kata angga
"Ayo makanan sudah siap,maaf hanya ada ini saja karena aku kehabisan bahan bahan makanan ternyata." kata angga
"Ini juga sudah cukup, wah..sepertinya enak." kata denok yang mulai memakan masakan angga yaitu spaggeti dan cumi saos tiram.
Denok memakan makanan di piringnya tanpa malu malu dan habis ludes tak tersisa karena memang denok wanita yang suka makan dan beruntung dia tidak gemuk.
Angga senang melihat denok makan masakannya habis tak tersisa dan sepertinya denok suka masakannya, denok wanita yang blak blak kan dan tak jaim dan angga suka wanita seperti denok.
"maaf ya makanan jadi habis, aku memang suka khilaf kalau sudah makan makanan yang lezat he.." kata denok yang nyengir karena ternyata dia menghabiskan semua makanan di meja.
"sepertinya sekarang aku juga tidak lapar melihat kamu makan tadi." kata angga yang mengambil piring
"aku saja," kata denok merebut piring bekas makannya di tangan angga
Ternyata denok sepertinya tidak bisa pulang, hanya di tinggal lima belas menit ke kamar denok sudah molor tertidur pulas di sofa.
Benar benar wanita ngk jaim, sepertinya memang denok adalah wanita yang lain dari yang lain dia melakukan apa saja yang dia inginkan dan apa adanya.
Esok hari di siang hari rista sedang menunggu rio untuk makan siang karen hari ini rista tidak bekerja dan dia hanya membuat desain baju pengantin karena ada klien yang akan melihat nanti sore.
ting ..tong... Suara bel berbunyi dan rista membuka pintu, rio sudah berada di pintu membawa kantong berisi makanan restoran di tangannya.
"Maaf sepertinya kita harus makan di rumah karena waktu ku tidak banyak ada metting nanti jam dua siang." kata rio
Rista mengajak rio masuk ke apartemennya dan menyiapkan makanan yang sudah di bawa rio.
"Lain kali kita makan siang di luar, maaf." kata rio lagi karena tidak enak dengan rista yang telah berdandan begitu cantik siang ini.
__ADS_1
"Aku mengerti, ayo kita makan." kata rista tersenyum karena dari tadi sepertinya rio merasa tidak enak terhadapnya.
Rista memberikan piring berisi makanan dan rio memakan makanan yang dia terima dalam hati rio berkata mungkin begini nanti rasanya mempunyai istri di layani walau hanya makan sudah membuat rio senang.
"Rista apa kamu benar benar tidak mengingatku,? Tanya rio
rista memandang rio karena memang rista benar benar tidak tahu apa maksud ucapan pria di hadapannya ini.
Apa kamu tidak melihat kartu nama yang aku berikan kepadamu dan drrrt..drrrrt getaran ponsel menggangu rio untuk meneruskan perkataannya.
"Sepertinya aku harus kembali ke kantor, kita lanjutkan perbincangan kita nanti jika kita bertemu lagi." kata rio
Rio beranjak dari tempat duduknya dia berjalan menuju pintu dan di belakang rista mengikuti, "senang bisa makan siang bersamamu rista." kata rio
"terimakasih sudah membawa makan siang dan selamat bekerja kembali," kata rista dan rio berjalan keluar dari apartemen rista.
Di mobil sudah ada bian menunggunya, asisten sekaligus sekertarisnya dia sudah mempersiapkan untuk mereka metting nanti.
Rio kembali ke kantornya karena dia sudah di tunggu oleh semua orang untuk melakukan metting tahunan yang biasa si lakukan untuk kemajuan perusahaan dan rio langsung memimpin pertemuan itu.
Rista di rumah masih memikirkan setiap ucapan yang rio katakan tadi dan dia mencari kartu nama rio yang entah kemana menghilangnya kartu nama itu.
Rista ingat jika kartu itu ada di tas nya dan segera dia mencari tas di lemarinya dan suara ponsel terdengar rista melihat nama mama ada di layar telefonnya
Rista mengangkat telefon dari mama nya dan berbincang dengannya hingga lypa jika tadi dia mencari kartu nama rio yang telah dia lupakan dimana dia menyimpannya.
" Ma almira mana ma," kata rista
"Masih sekolah sayang mereka," kata mama
"Nanti suruh mereka menelfonku ma, malam aku sudah tidak sibuk karena sore ini aku akan bertemu pelanggan.
"iya nanti mama akan katakan pada mereka agar menelfonmu dan rista jaga kesehatanmu, jangan lupa makan dan hati hati." kata mama
__ADS_1
"Siap ma akan kuingat semuanya dan aku sudah dewasa akan jaga diriku baik baik, terimakasih sudah menjaga anak anak, aku sayang mama." kata rista
Setelah selesai menelfon rista masuk kamar mandi karena dia akan bersiap untuk bertemu pelanggannya di butiknya dan memang mereka sudah janjian di butik nya.