Mengejar Janda Impian

Mengejar Janda Impian
bertemu mama anggi 2


__ADS_3

Angga ...sayang lebih cepat kata denok yang meminta angga mempercepat gerakannya dan angga pun semakin menggila mendengar suara merdu denok.


Seakan suara ******* denok memacunya terus dan terus sampai kedua manusia yang tidak mempunyai komitmen apapun itu ambruk setelah mendapatkan puncak mereka secara bersama sama.


Seperti kata angga permainan denok memang dua jempol baginya, denok memang sangat jago saat berada di ranjang denok sangat liar.


Dengan berpeluh keringat angga memandang denok yang masih memejamkan mata mengatur nafas karena panasnya percintaan mereka lakukan tadi,membuatnya lelah.


"risma apa kita pacaran beneran saja dan jangan bohongan, kurasa aku jatuh cinta beneran sama kamu." kata angga


Denok memiringkan wajahnya menghadap angga apa dia tidak salah mendengar ucapan angga barusan.


"kamu tidak tahu siapa aku,bagaimana bisa memintaku untuk menjadi pacarmu angga." kata denok yang tersenyum getir mendengar permintaan untuk menjadi pacarnya.


"siapa kami itu tidak penting untukku yang penting sekarang aku sudah jatuh cinta padamu risma," kata angga


Kamu tahu ga, saat kulihat gea dan kamu membencinya dan aku tidak tidak jauh buruknya seperti gea dan aku takut kamu juga nantinya membenciku juga." kata denok


"Mungkin kalian sama, tapi kamu tidak munafik risma dan gea itu berbeda, dia rubah. Lihat saja si depan mama ku dan di tempat lain dia berbeda. Sedangkan kamu Tidak,aku suka dan jatuh cinta." kata angga


"Yang ada aku malu malu in angga," kata denok yang tertawa mendengar pujian angga kepadanya.


"Serius risma aku suka kamu apa adanya,jadi maukah kamu jadi pacarku,?" tanya angga yang sudah duduk melihat denok dan berharap menerima ungkapan hatinya.


Denok mengangguk dan setuju, mereka berpelukkan dan melanjutkan part ke dua di ranjang apartemen angga dan kali ini mereka lebih hot karena mereka meresmikan pacaran sesungguhnya dan bukan pacar bohongan lagi.


Pagi harinya denok bekerja di salon kecantikan almira dengan wajah yang berseri seri, sekarang dia mempunyai kekasih muda dan yang pasti bukan suami orang seperti yang biasa mendekatinya.


Biasanya yang menyukai denok adalah pria beristri dan sekarang pria muda yang beda tiga tahun lebih muda darinya menjadi pacarnya, ini sungguh kejadian yang luar biasa dalam masa menjadi janda selama lima tahun ini.


"nok sepertinya kamu lagi bahagia," kata ranti yang duduk di sebelah denok yang sedang melamun karena sedang tidak ada pelanggan dan dia meremas handuk yang biasa di pakai creambatch pelanggan.

__ADS_1


"Ranti aku sekarang punya pacar," kata denok senang dan masih keadaan melamun.


"lah biasanya kamu juga punya pacar, aneh." kata ranti


"ini beda teman, kali ini pacar ku muda dan tampan." kata denok yang sekarang menghadap ranti memegang tangannya meyakinkan.


"apa yang kemarin itu," kata ranti yang jadi heboh


Denok menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan ranti dan ranti memeluk denok senang.


"akhirnya ada pria yang benar benar jatuh cinta sama kamu teman, apa kamu sudah mengatakan keadaanmu sebenarnya.


"kayanya dia tidak perduli dengan masa laluku," kata denok


"Sebaiknya kamu katakan sebelum terlanjur jatuh cinta yang mendalam, karena itu akan menyakitkan ." kata ranti


Denok tersenyum dan memang benar dia harus mengatakan kepada angga jika dia seorang janda tanpa anak, status janda apa angga dan keluarga bisa menerima hal itu.


Denok kembali bekerja karena ada pelanggan yang akan melakukan perawatan dan dia yang melayani pelanggan itu.


"Silahkan kak," kata denok. Sepertinya wanita ini adalah wanita yang dulu mencari masalah dengan salah satu pegawai di salon yang salah warna rambut, tapi denok membiarkan saja karena itu sudah beberapa bulan yang lalu dan denok akan teliti takut takut wanita ini mencari masalah lagi.


Sebelum melakukan perawatanbdenok harus bertanya lebih mendetail kepada dinda apa yang dia inginkan dan tidak perlu berbasa basi mengingat rista sudah rela rugi memberikan voucher dan gratisan waktu itu.


Selama tiga jam dinda melakukan perawatan dan dia pergi dari salon dengan senyuman dan kali ini dinda puas dengan pelayanan salon almira.


Mengingat yang melayaninya adalah senior dari salon itu dan dinda tidak lupa memberikan tip atas kerja bagus dan puas akan kinerja denok.


Denok bersiap siap pulang karena salon sudah akan tutup dan ranti adalah orang yang selalu membawa kunci salon selain denok ranti juga orang kepercayaan rista.


Denok berjalan ke halte bis dia akan naik bis kearah rumahnya karena angga tidak bisa menjemputnya sibuk katanya.

__ADS_1


Denok duduk di pinggir halte bis dan menunggu bis yang menuju arah kontrakan nya, denok adalah warga asli bali tapi karena dia sudah dewasa dia tidak mungkin ikut tinggal bersama orang tuanya.


Malu itu yang di pikirkanya, kasihan orang tua dan saudaranya jika denok masih bersama mereka karena warga pasti mencemooh ketidakberhasilannya dalan Berumah tangga, dari itu denok memilih keluar agar keluarganya bisa hidup tenang tanpa mendengar kata orang lain.


Tin...tin...terdengar suara mobil memberi klakdon di depannya dan denok mendekati mobil itu dan setelah membuka kaca mobil ternyata itu adalah tante anggi dan anggi menyuruhnya masuk kedalam.


Denok segera mengirim pessan pada ranti, dia akan ke apartemennya malam ini karena tidak mungkin dia ke kontrakan karena tante anggi tahu nya dia pemilik salon.


Ting...satu pesan balasan dari ranti dan dia menjawab ok, beruntung denok tahu pasword apartemen ranti.


"mobil mu kemana risma,?" tanya tante anggi


"Di bengkel tante," kata denok


"Kenapa angga tidak menjemputmu, dasar angga kenapa membiarkan pacarnya sendirian di halte ," kata tante anggi marah


Denok tersenyum melihat tante anggi kesal kepada putranya dan itu membuat denok tahu jika tante anggi memang sayang kepada setiap orang yang dia kenal.


"Lain kali jika angga tidak bisa menjemputmu minta angga meminta anak buahnya menjemput,! " kata tante anggi


"Kasih alamatmu ke sopir risma dan biarkan kami mengantar," kata anggi


Denok memberikan alamat apartemen ranti,beruntung dia mrmpunyai teman yang tinggal di apartemen dan jika tidak pasti kebohongannya akan terbongkar malam ini dan semua gara gara angga yang mengatakan kebohongan kepada mamanya.


Sebenarnya denok tidak ingin berbohong saat mama anggi menanyakanb pekerjaannya, setidak nya dia tidak ingin membuat mama angga kecewa terhadapnya.


Sekarang sudah terlambat dan denok merasa bersalah karena kali ini dia menambah kebohongannya lagi.


Sampai di depan apartemen denok meminta tante anggi masuk tapi karena sudah malam tante anggi tidak mampir dan berpamitan pulang.


Denok malam ini menginap di apartemen ranti,karena sudah malam dan tidak lupa dia memberi pesan pada angga jika tadi bertemu dengan mamanya dan menceritakan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2