
"Kak david kapan akan datang ke bandung." kata andin yang kini sedang bertelefonan dengan david dan ini sudah setengah jam mereka berbicara di telefon.
"Lusa,aku ingin mengenalkanmu dengan ayah dan bundaku nanti, karena aku ingin serius menjalin hubungan dengan mu apa kamu bersedia." kata david
"Kak david tentu saja aku bersedia dan ini adalah kabar yang baik untukku, aku sangat bahagia." kata andin dengan mata yang berkaca kaca.
Tentu saja hal ini sungguh membuat andin bahagia, karena david akan serius dengan hubungannya dan apalagi andin sudah lama hidup sendiri.
Andin juga ingin memiliki keluarga, walaupun itu keluarga suami nanti, kelak dia akan menyayangi orang tua david.
kelak andin akan mengikuti suaminya berada walaupun dia memiliki rumah besar tapi yang di inginkan andin adalah sebuah keluarga agar dia tidak kesepian.
Selama ini andin merasa kesepian walahpun sekaraag sudah terbiasa, sejak dia memutuskan ikut bersama neneknya dan andin tidak menyangka jika mereka akan secepat itu meninggalkannya.
Setelah kedatangannya ke bandung andin dulu ingin mengikuti ayahnya dan ternyata nasib berkata lain, papa gani dan kakek juga neneknya meninggalkan nya di saat andin nyaman bersama mereka.
Mungkin sudah menjadi rezeki andin menjadi satu satunya ahli waris dan mempunyai kekayaan yang banyak tapi dia di tinggalkan sendiri menjadi yatimpiatu dan mengurus semua bisnis warisan neneknya di bantu oleh pengacara.
"sayang sudah dulu, sampai bertemu lusa nanti," kata david mengakiri perbincangan mereka.
malam hari andin mengajak teman temannya pergi ke mall dan nongon bioskop, sudah sebulan mereka tidak jalan bersama.
Andin akan membeli pakaian, dia akan belanja sendal, tas dan pakaian untuk tampil cantik di depan orang tua david.
Andin ingin tampil cantik dan memberi kesan pertama yang baik di depan calon mertuanya.
"din tumben kamu ngajak kita belanja." kata ambar
saat andin mengajak risa dan ambar masuk ke toko pakaian untuk belanja.
"Aku akan bertemu dengan orang tua kak david." kata andin
__ADS_1
"wah, semakin lancar ya din hubunganmu sama kak david kami senang dengarnya." kata risa mengoda andin
Selama ini andin memang memberitahu hubungannya dengan david kepada teman temannya karena sejak mengenal david mereka selalu bertanya kepada andin.
dulu ambar dan teman yang lain minta di comblangi sama david saat andin belum mengatakan jika dia dan david sudah berpacaran, tadinya andin tidak berniat mengatakan hubungan yang baru di mulainya dengan david.
Tapi teman teman andin yang super duper genit memaksa andin mengatakan jika dia dan david berpacaran.
Setelah itu mereka pun berhenti mengirimkan salam kepada david karena tahu jika andin dan david berpacaran.
Mereka bertiga melanjutkan makan dan nonton sampai malam mereka pulang, risa dan ambar berlanjut ke club untuk bersenang senang.
Sampai di rumah andin mencoba pakaian yang di belinya dan memilih pakaian yang terbaik untuk memberikan kesan yang baik untuk kedua orang tua david.
**
Rista sudah sampaj di rumah, tadi siang dia mengantar rio ke bandara, karena dia akan kembali bekerja.
sudah beberapa hari dia tidak ngantor dan meminta asisten dan sekertarisnya mengirimkan lewat email.
"Aku belum tahu ma, terakhir kali aku bertemu tante rara makan malam waktu itu dan sampai sekarang belum bertemu lagi." kata rista
"Apa perlu mama yang menemui rara agar semua cepat selesai, tapi apapun hasil pertemuan kami kamu harus menerima." kata rinda kepada anaknya
"Ma akan aku fikirkan dan beri aku waktu." kata rista
Rista ke kamarnya dan merebahkan diri di kasurnya, memikirkan apa yang di katakan mamanya tadi.
padahal rista sudah menikah dan tinggal mendaftarkan ke pernikahannya saja, semua menjadi runyam hanya karena terhalang restu.
*
__ADS_1
di rumah rio yang baru saja sampai di rumah orang tuanya melihat ada mobil seperti rumahnya sedang ada tamu.
"rio kebetulan kamu sudah pulang, om pras dengan putrinya sedang datang berkunjung, " kata rara tersenyum saat melihat putranya yang baru sampai di ruang tamu.
"rio kamu baru pulang dari mana.? " tanya bram
"rio baru pulang dari rumah tiara pa." kata rio
"istri rio." kata rio lagi dan rara sangat terkejut karena anaknya sudah menikah dan tidak memberi tahu Kepada nya.
rio masuk kekamarnya dan duduk di kasarnya, ada perasaan marah pada mamanya karena masih saja mencarikan istri untuknya.
padahal mamanya tahu benar perasaannya kepada rista dan sampai kini mereka belum mendapatkan restu.
"rio kapan kamu menikah dengan rista dan kenapa tidak memberitahu mama.?" tanya rara yang masuk ke kamarnya.
"ma aku menikah dengan rista karena Dinda yang ingin menjebakku." kata rio
rio menceritakan semua yang terjadi padanya dan rata tidak menyangka jika Dinda adalah wanita seperti itu.
masih beruntung rio tidak menikah dengan Dinda dan kenapa harus rista yang menolongnya, pikiran rara masih belum bisa menerima walau hati kecilnya berkata lain.
"ma seharusnya mama memberikan restu kepada kami agar aku dan rista bisa menikah secara hukum dan bu rinda menginginkan mama dan papa datang meminta rista secara resmi. " kata rio
rata hanya diam dan tidak menjawab perkataan rio dan dia pergi meninggalkan kamar rio, rara memikirkan perkataan anaknya.
haruskah dia mengalah dengan keinginan anaknya atau tetap pada pada keinginannya sendiri mencari menantu sesuai keinginannya.
rata masuk kekamarnya dan berbaring di sebelah brem suaminya yang sudah tidur, sepertinya suaminya tidak pernah mempersalahkan dengan siapa rio menikah dan tidak seperti dirinya.
rara mememjamkan mata dan mencoba tidur, dia merasa beban pikiran nya begitu rumit memikirkan keinginan putranya untuk datang kerumah rista.
__ADS_1
rara akan menunggu besok pagi dan Berbicara dengan suaminya karena dia harus berbagi pikiran dengan suaminya.
"kenapa dia begitu enak tidur sepertinya benar benar tidak memikirkan kebaikan untuk anak laki kalinya, memang dasar..." kata tara pelan dan melihat suaminya tidur nyenyak sekali.