Mengejar Janda Impian

Mengejar Janda Impian
kak rio


__ADS_3

rio sudah kembali ke bali setelah berpamitan dengan rista dan mamanya, dia cepat kembali karena harus bekerja.


Ada pekerjaan yang telah menanti, bahkan kemarin dia meninggalkan rapat perusahaan yang sedang dia hadiri dan meminta melanjutkan esok.


Sudah pasti pengorbanan rio sangat besar untuk rista dan papa bram pasti akan menegurnya jika mereka bertemu nanti.


Siang hari rista masih bersama almira menemaninya hingga mama kembali untuk bergantian menemani almira.


Rista berada di kamarnya dan langsung mencari sesuatu yang penting untuknya yaitu album yang pasti masih tersimpan rapi di lrmarinya dan sebuah kotak.


Rista menemukan albun fotonya, ini adalah kenangan yang terlupakan oleh rista, beberapa foto dan sebuah kalung yang telah lama tidak di lihatnya.


"kak rio," kata rista


Ya itu adalah foto rio bersamanya di waktu kecil mereka, mereka dulu suka berfoto dan rista selalu mencetaknya lalu menyimpan di album.


Rista baru melihatnya lagi, jika mamanya tidak mengatakan kemarin tentang rio pasti sampai sekarang rista masih belum mengingatnya.


Kenapa kak rio tidak mengatakan kepadanya siapa dirinya seandainya dia mengatakan dia adalah kak rionya yang dahulu.


Rista mengambil kotak berisi kalung yang tersimpan rapi dan telah dia lepas setahun setelah mereka berpisah.


Karena memakainya sangat membuat rista merasakan rindu pada rio dahulu dan karena itu dia melepasnya karena tidak tahan dengan rasa rindu kepada rio.


Karena mama mengatakan untuk melepaskan kalung itu karena rista setelah rio pergi dia selalu merenung sendiri di taman dan mama yang mengetahuinya meminta untuk melupakan dengan cara menyimpan semua kenangan bersama rio.


Sejak saat itu rista mulai membuka dirinya dan mempunyai teman dan berangsur angsur lupa akan rio.


Rista memakai kalung pemberian rio, tidak lama terdengar suara panggilan dari ponselnya dan nama rio ada dalam layar ponselnya.


"kak rio." kata rista


"Akhirnya kamu mengingatku rista," kata rio bahagia


"Tentu saja aku akan mengingat kakak jika mengingat kan lebih mendetail dan bukan bertanya apa aku mengingatmu." kata rista

__ADS_1


"Maaf.aku senang sekarang kamu mengingatku," kata rio


"Aku rindu kakak,saat ini aku melihat foto foto kita." kata rista


"aku ingin memelukmu jika aku berada dekat." kata rio


mereka tertawa bahagia dan terus berbicara di telefon mengingat masa lalu mereka, rista tersenyum bahagia begitu juga rio yang saat ini berada di mobilnya karena akan melakukan perjalanan bisnis.


Fandi mengantar mamanya ke rumah sakit menggantikan neneknya yang pulang kerumah, fandi akan kembali ke kampus karena dia ada kelas sore.


Rista menemani almira dan anak gadisnya itu sangat manja saat bersamanya dia selalu meminta mamanya ini dan itu mungkin karena sudah tiga bulan mereka tifak bertemu.


"ma apa mama akan ke bali lagi,?" tanya almira


"Ya, jika ada kepentingan lagi dan memang harus." kata rista


"mama sangat sibuk mencari uang,pasti lelah. Kelak jika aku sudah bekerja mama diam di rumah biar aku yang bekerja." kata almira


"sayang mama tidak lelah, mama senang melakukanny. tidak usah berfikir terlalu jauh." kata rista yang memeluk anaknya


"Ma aku sayang mama, sudah lama papa meninggal apa mama tidak ingin menikah lagi,?" tanya almira


"Kenapa bicara seperti itu.?" tanya rista,karena heran dengan anak gadisnya.


"Tidak apa apa ma, almira takut mama mengabaikan kebahagiaan mama demi menjaga perasaan ku dan kakak fandi." kata almira


"Tidak sayang mama belum berfikir untuk itu, apa boleh?"tanya rista


"tentu," kata almira


Rista memeluk putrinya, dia tidak menyangka jika almira begitu dewasa dan bijaksana.


Di salon kecantikan almira yang berada di bali denok sedang kedatangan seorang pelanggan, tamu yang sangat tidak di temui untuk saat ini yaitu gea yang katanya masih mengejar cinta angga kekasih bohongannya.


"ternyata kita bertemu disini, tidak ku sangka jika kamu pegawai salon risma." kata gea yang berbicara menghina dirinya.

__ADS_1


"bu risma ada telefon." kata ranti yang tiba tiba menghampiri denok yang berdiri diam mendengar gea menghinanya.


"Bu," kata ranti yang memberi kodenya pada denok


"ya, tolong bantu saya dengan nona ini." kata denok yang pergi keruangan untuk menerima telefon karangan ranti.


"ternyata dia pemilik salon ini," kata gea dalam hati


"Mari kak ada yang bisa saya bantu,?" kata ranti yang mengajaknya kedepan untuk mengetahui perawatan apa yang ingin di lakukan oleh gea.


Denok mengintip ranti yang membawa gea untuk melakukan perawatan di salon, risma alias si denok menelfon angga mengatakan jika ada gea di salon tempat dia bekerja.


Denok menceritakan kepada angga jika tadi ranti mengatakan jika seolah olah dia pemilik salon kecantikan almira, entah ranti dapat ide dari mana dan ranti bukannya menyelamatkan denok tapi ini semua akan menjadi suatu masalah.


Dasar ranti teman sih teman kalau kayak begini urusan akan menjadi runyam dan bagaimana menjelaskannya kepada rista.


Walaupun rista adalah orang baik tapi ini adalah kebohongan yang tidak baik, semoga saja rista bisa memaafkan kelancangan ranti dan denok yang sudah kelewat batas.


Tiga jam melakukan perawatan akhirnya gea selesai dan sudah bersiap akan membayar di kasir tapi saat melihat mobil angga gea berhenti berjalan.


Gea yakin jika angga akan menemui risma di salon ini dan gea bersembunyi di pot bunga yang besar di sebelah pintu masuk.


Angga menemui denok dan mengetuk ruangan kerja rista yang dimana denok masih ada di dalam, karena denok dan angga sudah janjian akan membuat drama di salon untuk mengelabui gea.


Agar gea berhenti mengejar angga dengan memanfaatkan kepercayaan atau ketidaktahuan mama anggi akan sifat buruk gea.


"sayang kamu sudah sampai," kata denok yang kebetulan membuka pintu lalu memeluk mesra angga, denok tahu jika masih ada gea yang bersembunyi di pot besar itu.


Gea...Gea...bagaimana denok tidak tahu jika dia bersembunyi di belakang pot besar karena di salon ini banyak sekali kaca dan tubuh gea terlihat dari kaca yang kebetulan memantul dari kaca depan.


Denok membisikkan jika gea masih ada dan sedang bersembunyi dan angga dengan sengaja mencium denok dengan memperdalam ciumannya lalu masuk kedalam ruangan.


Di dalam ruangan angga belum melepaskan pangutannya dan masih memperdalam ciumannya, denok yang kewalahan menepuk pundak angga dan saat itu angga baru melepas ciumannya.


Angga memandang denok sepertinya angga enggan melepas ciumannya entah mengapa rasanya dia ingin berlama lama dengan denok tapi denok seperti berjalan menjauh dari angga dan duduk di sofa.

__ADS_1


"maaf." kata angga


__ADS_2