
"sayang kamu tidak apa apa. " kata angga kepada denok
"ngk papa mungkin masuk angin." kata denok
setelah semalam mereka bercinta angga merasa ada yang tidak biasa saat melakukan penyatuan dengan denok.
rasa begitu berbeda dan angga lebih merasa nikmat dan ingin melakukannya dengan lembut, entah kenapa tapi angga mendapatkan puncaknya bercinta sangat luar biasa.
pagi sekali angga mendengar denok muntah muntah dan angga melihat denok begitu pucat untuk itu angga membawa denok ke rumah sakit.
sampai di rumah sakit denok di periksa dokter dan dokter mengucapkan selamat jika denok sekarang sedang mengandung.
untuk memastikan dokter menyarankan untuk mendatangi dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
muka kedua orang yang terkejut hanya terdiam di kantin rumah sakit, bagi angga dan andin ini sungguh di luar kendali.
mereka selalu melakukannya dengan memakai pengaman dan bagaimana bisa terjadi, karena mereka selalu mencari aman yaitu memakai pengaman.
"kita akan menikah. " kata angga
denok semakin terkejut dengan perkataan angga, bahkan dia tidak pernah berfikir untuk menikah lagi.
hubungan mereka memang terjadi karena saling menyukai bahkan angga sudah merasa nyaman bersama denok alias risma.
bagi denok yang sudah pernah menikah dia tidak ingin merasakan kegagalan lagi untuk kedua kalinya.
untuk itu saat angga pernah mengatakan soal pernikahan denok sudah mengatakan belum siap menikah lagi dan angga memakluminya.
tapi untuk saat ini adalah hal yang berbeda, ada bayi di perut denok yang harus dia pertanggungjawaban jawaban.
untuk itu angga langsung mengatakan jika dia akan menikahi denok untuk bukti pertanggungjawaban dan juga rasa cinta yang dia miliki.
"beb kali ini kamu tidak bisa menolak, karena ada anakku di rahimku. " kata angga yang memegang tangan denok
"apa kamu yakin dan tidak mempersoalkan masa lalunya.?" tanya denok
angga menganggukkan kepala yakin akan keputusannya dan rasa yang ada di hatinya jika dia benar benar mencintai denok.
mereka langsung menuju ke dokter kandungan untuk memastikan kehamilan yang di katakan oleh dokter umum di rumah sakit ini.
__ADS_1
Dengan seksama dokter triana memeriksa kandungan denok dan sudah memastikan jika denok sudah hamil delapan minggu.
saat melihat bayi di dalam layar monitor hati denok merasa bahagia, bayi dalam kandungannya seperti biji dan angga pun terharu.
angga meneteskan air mata bahagia bahwa dia akan menjadi seorang ayah dan itu adalah perasaan yang luar biasa.
hari ini juga angga akan mengatakan hal ini kepada mamanya dan meminta untuk melamar denok sebelum perutnya kelihatan.
setelah dari rumah sakit mereka menuju apartemen dan besok angga akan mengantar denok untuk pulang ke rumahnya.
lusa angga akan datang bersama orang tuanya, angga yakin semua akan berjalan lancar dan mamanya akan merestui karena anggi juga sudah menginginkan cucu.
"beb, apa yakin bisa pulang sendiri.? " tanya angga
"ya, aku bisa pulang sendiri jangan khawatir. " kata denok
denok akan mengurus sendiri untuk keluarganya dan juga dia tidak ingin angga kena marah oleh orang tuanya.
Walaupun sebenarnya bukan hanya angga yang salah tapi dirinya juga bersalah karena tidak berhati hati.
nasi sudah menjadi bubur dan tidak bisa menyesal karena penyesalan datang di akhir bukan di awal.
denok bercengkerama bersama keluarganya dan mencari waktu untuk memberitahukan jika akan ada keluarga angga datang melamarnya.
"ma besok keluarga pacar denok datang untuk melamar," kata denok pada mamanya
"Syukur nok kamu mau nikah lagi. Mama fikir kamu tidak ingin menikah lagi,apa calon suamimu tahu semua tentang kamu.? " kata rima mama denok
"Angga tahu ma, kalau keluarganya aku nak tahu apa mereka tahu jadi nanti nak usah di bahas ma." kata denok
"ya sudah masa lalu biarlah masa lalu nak usah di ungkit yang penting calon suamimu tahu keadaanmu. "kata rima
"Angga kerja apa dok.?" tanya rima
"Tukang masak ma." kata denok
"ngk papa,yang penting kerja dan kamu bahagia, semoga pernikahan kali ini langgeng nok dan angga laki laki yang baik." kata rima
"Amin ma, terimakasih. " kata denok
__ADS_1
denok masuk ke kamar dan menelfon angga mengatakan jika dia sudah mengatakan jika angga akan datang melamar.
"ga aku sudah berbicara pada mama dan mama menunggu kedatangan keluargamu. " kata denok
"baik besok aku datang bersama orang tuaku. " kata angga
"Apa kamu bilang jika sedang hamil.?" tanya angga
"Ngk itu akan membuat mama malu kepada tetangga nantinya dan tidak usah di bahas nanti. " kata denok
"baik, aku akan mengatakan. kepada mama nanti." kata angga
di rumah angga sudah menghadap anggi dan papanya yang sedang mengobrol santai di ruang tengah.
"ma ada yang ingin angga sampaikan." kata angga serius
"ada apa ga, serius amat.?" tanya anggi
"angga mau menikahi risma." kata angga
"apa. mendadak sekali." kata anggi
"ma, angga sudah lama pacaran sama risma dan kami ingin segera menikah lagi pula mama sudah akan mendapat cucu." kata angga pelan
"apa. " kata anggi dan suaminya bersamaan
"Risma hamil dan kamu baru kasih tahu soal ini, dasar bocah ini. " kata anggi berdiri dan menjewer anak laki kalinya.
"kamu menghamili anak orang dan baru mengatakan soal ini." kata angga marah pada putranya
" Aduh... mama, kami baru tahu jika risma hamil kemarin." kata angga yang memegang telinganya karena sakit di jewer sama anggi
"katakan sama Risma kita datang lusa dan mama harus mempersiapkan lamaran ini. " kata anggi berdiri meninggalkan. angga dan suaminya.
"sepertinya mama mu terlalu senang mendengar akan mempunyai cucu, sampai sampai lupa sama papa." kata papa angga berdiri menyusul istrinya ke kamar.
angga duduk lega ternyata reaksi mama dan papa yang begitu santai saat dia mengatakan soal melamar dan juga kehamilan risma.
angga mengambil ponselnya mengatakan jika keluarganya akan datang lusa untuk melamar, karena mama butuh persiapan lamarannya.
__ADS_1