
Di club rista duduk dengan rio dan mereka hanya melihat rian dan juga dewi yang sudah turun untuk berjoget mengikuti alunan musik.
Rio melihat rista yang selalu meminum minumannya dan tidak sengaja dia meminum minuman dewi yang berakohol dan dia sepertinya tidak menyadarinya.
Rio mendekati rista dan mengatakan jika dia salah mengambil minuman dan rista sepertinya sudah mulai mabuk karena ini adalah minuman alkohol pertamanya yang dia teguk.
"Rio kenapa kamu sangat tampan hem...jantung ku sampai berdegup kencang melihatmu," kata rista yang melantur karena minum alkohol.
Rio terrsenyum mendengar ucapan rista yang begitu jujur saat mabuk, rista mengajak rio kelantai untuk berjoget mengikuti irama musik.
Rio mengikuti rista yang sudah berlenggak lenggok di badannya dan membuat rio sangat gemas melihatnya.
Dewi dan rian entah kemana mereka karena begitu banyaknya orang dan lampu yang remang remang tentu saja penglihatan terbatas.
Rista melingkarkan tanganya di pundak rio dan menempelkan wajahnya di dada rio seperti orang berdansa padahal irama musik sangat keras.
Sepertinya rista sudah kelelahan dan rio segera membawa rista keluar dari club melihat rista yang sudah tidur di gendongannya.
"Rian dan dewi menghampiri rio yang membawa rista dalam gendongannya dan mengatakan akan membawa rista tapi rio mengatakan jika mereka tinggal di apartemen yang sama dan jangan khawatir, rio akan mengantarkan rista ke apartemennya.
Dewi menyerahkan rista kepada rio dan berharap rio tidak berbuat yang jahat kepada rista dan tentu rio tidak akan melakukan hal yang buruk kepada rista.
Rio ingin rista dengan sukarela menyerahkan diri kepadanya kelak jika rista menginginkan, karena rio sangat mencintai wanita yang berada di gendonganya ini dengan tulus.
Rista melihat kamar yang sepertinya bukan kamarnya dan langsung duduk menyelimuti badannya.
Rista melihat selimut dan pakaian nya dia bernafas lega bajunya masih sama seperti yang dia pakai semalam tadi.
__ADS_1
ada nota kecil di meja tidur dan rista membacanya sepertinya ini di rumah rio dan rio berpesan kepadanya untuk santai dan kembali ke apartemen setelah dia bagun dari tidurnya.
Rista menidurkan badanya kembali ke tempat tidur melihat langit langit mengingat apa semalam dia melakukan hal yang buruk.
Ternyata rista tidak mengingat apa apa dan dia berguling gulingkan badannya kesal dan hal itu dapat rio lihat dari cctv yang dia pasang tersembunyi.
Rio tersenyum melihat tingkah rista melalui ponselnya padahal saat ini rio sedang rapat dan semua staf yang sedang berkumpul merasa heran dangan sikap bosnya yang tersenyum hari ini.
Setelah selesai rapat rio kembali ke ruangannya, sepertinya dia harus memesan makanan untuk rista karena dia belum sarapan.
Rio memesan makanan dan meminta mengantarkan ke apartemen rista karena rista sudah tidak ada di kamarnya dan kemungkinan dia sudah kembali ke apartemennya.
rio segera menyelesaikan pekerjaannya karena dia akan ada pertemuan dengan orang untuk masalah pekerjaan.
Rista di kamarnya mendengar bel dan membuka pintunya dan ada kiriman makanan untuknya dan rista tahu siapa yang memesan makanan itu.
Rista mengirimkan pesan kepada rio ucapan terimakasih telah memesankan makanan dan rista segera memakan makanan kesukaanya dan rista heran darimana rio tahu makanan kesukaannya.
Setelah selesai makan rista kembali ke kamarnya dan lagsung menuju kamar mandi, dia beredam dengan air hangat dan menyalakan wewangian untuk merilekskan pikiran yang ada di dalam otaknya.
Rista merasa jika rio menyukainya dan rista yakin jika rio tahu dari david masalah dalam keluarganya di masa lalu,karena rista tahu jika david adalah keponakan rio.
Denok menuju restoran yang alamat di berikan rista kemarin, denok penasaran jika laki laki yang telah melakukan malam panas bersamanya adalah seorang chief.
Denok merasa senang jika dia adalah pria muda yang seksi dan ternyata seorang koki,membayangkan saja denok sudah merasa senang.
sampai di restoran denok memesan makanan dan bertanya kepada karyawan restoran tentang koki restoran yang memiliki ciri ciri yang denok sebutkan.
__ADS_1
Karyawan itu bingung karena ciri ciri koki yang denok sebutkan mirip angga pemilik restoran dan bukan koki tapi karyawan itu mengatakan jika tidak ada koki yang mempunyai ciri ciri seperti itu.
Karena memang koki di restoran ini rata rata sudah bapak bapak dan bukan pemuda tampan seperti kata denok.
Denok kembali ke salon setelah gagal mencari pria itu dan dia kembali dengan perasaan kesal, saat sampai denok melihat mobil berwarna merah terpakir di depan salon.
Denok masuk dan terkeju ternyata pria itu ada di sini menunggunya dan denok merasa konyol kenapa dia tadi mencarinya jika ternyata pria itu juga mencari dirinya.
"kenalkan nama saya angga dan kamu denok kan," kata angga yang memperkenalkan diri kepada denok.
Waktu itu kita belum sempat berkenalan karena saat terbangun kamu sudah pergi meninggalkan hotel.
" namaku rismawati panggil aku denok seperti mereka yang memanggilku seperti itu," kata denok memperkrnalkan dirinya.
"Nama yang bagus kalau gitu aku akan memanggil risma saja aku lebih suka risma karena aku tidak ingin sperti teman temanmu, hubungan kita bukan sekedar teman, karena teman tidak mungkin bercinta seperti yang telah kita lakukan." kata angga
Denok yang tadinya diam melihat kearah angga dan mencerna maksud perkataan pria di depannya, apa mungkin benar yang apa di fikirkannya dan denok ingin mendengar kelanjutan perkataan angga.
"Risma aku ingin minta pertolongan darimu mau gak menjadi pacar bohongan untukku karena ada masalah dengan orang tuaku.Mereka menjodohkan aku dengan wanita yang sangat ingin aku hindari," kata angga
"Kenapa." kata denok penasaran karena dia di minta menjadi pacar bohongan untuk menghindari perjodohan.
Angga menceritakan walaupun tidak secara mendetail hanya yang dirasa angga penting saja dan denok mendengarkan semua perkataan angga agar dia bisa mengambil keputusan.
Selesai bercerita angga menunggu perkataan dari denok semoga denok bersedia membantunya, denok melihat wajah angga yang berharap jika dia membantu.
Tapi denok tidak ingin gegabah dan dia akan meminta saran kepada rista dan ranti untuk masalah ini.
__ADS_1
"Angga beri aku waktu dua hari aku akan memberi jawabannya dan aku mau bertanya apa keuntungan yang aku dapat jika aku membantumu.?" tanya denok
"terserah kamu ingin apa, mobil, uang, perhiasan aku akan memberi apa yang kamu inginkan dan jangan khawatir aku akan memberikan bonus jika semua berjalan dengan baik." kata angga meyakinkan denok.