
siang hari cuaca begitu panas, dinda dengan menaiki taxi pergi ke kantor rio tanpa membuat janji.
sampai di resepsionis dinda dengan santainya berbicara kepada resepsionis yang sedang berbicara dengan seseorang tamu.
"siang mbk saya mau bertemu dengan pak rio bramantyo. " kata dinda
"apa ibu sudah ada janji sebelumnya,? " tanya resepsionis
"belum tapi pak ria mengenal saya." kata dinda
"maaf bu jika tidak ada janji dengan pak rio,ibu silakan membuat janji dahulu." kata resepsionis mega
"tolong telefon dulu rio nya, saya harus bertemu dengannya. " kata dinda memaksa resepsionis mega
"maaf bu tidak bisa. " kata mega dengan kesabaran
tidak lama terlihat rio berjalan dengan beberapa orang menuju pintu lobi, dinda berlari menghampiri rio.
"pak rio." kata dinda
rio melihat dinda dengan tatapan dingin dan membiarkan nya menunggu.
"sampai ketemu lagi. " kata rio menyalami tamunya
setelah tamu itu hilang dari pandangannya rio berjalan dan tidak melihat dinda lagi, karena memang dia tidak ada urusan dengan dinda.
"rio tolong aku." kata dinda
rio menghentikan langkahnya karena perkataan Dinda membuat semua mata dan telinga orang di sekelilingnya tertuju pada dinda juga rio.
rio melihat asistennya dan setelah melanjutkan langkahnya asisten rio menghampiri dinda dan mengajaknya ke ruangannya.
"bu dinda ada keperluan apa menemui pak rio.?" tanya leo
saya tidak ingin berbicara dengan kamu, saya hanya akan mengatakan tujuan saya kepada rio saja bukan sama seorang asisten.
__ADS_1
"tapi pak rio sibuk jika tidak mau mengatakan kepada saya anda silahkan pergi dan satu hal lagi asisten seperti saya jangan di anggap remeh karena saya adalah tangan kanan pak rio, silahkan keluar." kata leo
Dinda terdiam, dia menyesal karena telah meremehkan pria di depannya dan benar katanya "seharusnya aku berfikir dahulu sebelum berbicara. " kata dinda menyesal
"maaf karena terlalu banyak pikiran aku sampai tidak bisa berfikir," kata dinda sebelum berjalan keluar.
"aku benar benar harus berbicara pada rio, ini masalah pertolongan bukan ingin menganggunya," kata dinda dengan wajah memelas.
"baik aku akan mengatakan hal ini dan tunggu saja, sekarang bisa bu dinda keluar dari ruanganku. " kata leo
karena sudah di usir dua kali dinda akhirnya keluar dari ruangan itu, Leo berjalan ke ruangan bosnya dan menceritakan perbincangan nya dengan dinda.
"sepertinya ada yang sangat penting." kata rio dalam hati
di dalam perjalanan pulang dinda menaiki taxi dan sampai di sebuah kos kosan dia turun, sekarang dinda hanya mampu menyewa kamar kecil untuk dia tempati.
"kak dinda di kafe tempatku kerja ada lowongan," kata ika
tempo hari dinda menanyakan pekerjaan di tempat ika,karena dinda akan bekerja, karena tidak mungkin dia tidak bekerja, uang di tabungannya semakin menipis.
"benarkah ika, kalau gitu aku akan menitipkan lamaran sama kamu." kata dinda senang
"ya sudah kalau gitu, aku akan kesana langsung kirim alamat tempat kerjamu ya Ika. " kata dinda
setelah itu Ika dan dinda masuk ke kamar mereka masing masing, kebetulan Ika hari ini libur kerja makanya dia berada di kamarnya.
dinda merebahkan dirinya di kasur, dia tidak menyangka jika akan berada di fase seperti ini.
tring... suara pesan masuk di ponselnya, mamanya mengirim pesan untuk dinda mengirimkan uang kepadanya.
bagaimana dinda akan mengirimkan uang sedangkan dia sendiri tidak ada simpanan, Dinda mematikan ponselnya karena yakin beberapa menit lagi mamanya akan menelfonnya.
dinda masuk kekamar mandi di kamar mandi yang kecil sebenarnya bagi dinda tidak nyaman tapi apa daya dia tidak mempunyai uang lagi jadinya dinda belajar untuk membiasakan diri.
besok dia akan pergi ke cape tempat ikan bekerja dan siapa tahu dia di terima dan langsung bekerja, di lihatnya pantulan dirinya dari kaca lemari.
__ADS_1
"aku masih cantik dan tubuhku juga masih Ok, aku yakin besok akan mendapatkan pekerjaan, siapa tahu aku di terima sebagai menejer." kata dinda dalam pikirannya
padahal kerja yang di tawarkan ika sebagai pelayan bukan sebagai meneken dan itu jauh dari pikiran dinda.
Esok hari dinda pergi ke alamat yang ika berikan semalam melalui pesan WA dan dinda pergi dengan menaiki taxi.
karena Dinda harus memberikan kesan yang baik melalui penampilannya saat melamar kerja dia tidak ingin terlihat kacau jika naik angkot apalagi ojek.
sampai di depan restoran dinda merapikan dandanannya dan make up di wajahnya dan setelah merasa rapi dinda masuk kedalam.
ada beberapa orang yang sepertinya sama dengannya melamar pekerjaan, Dinda duduk setelah bertanya pada salah satu karyawan restoran dan menunggu panggilan untuk wawancara pekerjaan.
setelah beberapa orang masuk untuk wawancara tiba giliran Dinda dan dia masuk setelah namanya di panggil.
tidak lama kemudian dinda keluar dari ruangan itu dan di pastikan jika dia di terima karena memang dinda yang pantas untuk bekerja di bagian kasir.
kebetulan bagian kasir mendadak keluar dari restoran itu dan dinda akan mengantikan posisi itu, selain dinda ada tiga orang lagi yang di terima.
Dinda pulang dengan hati senang dan dia akan membelikan Martabak manis untuk ikan sebagai ucapan terima kasih.
dinda memberhentikan angkot dan mengujinya dia harus berhemat untuk keuangannya, karena gaji sebagai kasir di cafe pas pas am nantinya.
dinda masih menunggu telefon dari Leo asisten rio, karena Dinda yakin jika Leo pasti sudah mengatakan kepada rio perbincangan mereka kemarin.
jika tidak ada respons dari rio dinda akan menemui rio ke kantornya dan dia harus bisa meminta tolong kepada rio untuk membantunya membiayai operasi
kelak dinda akan menganti uang yang dia pinjam dari rio itulah yang ada di pikirannya.
Dinda memang sudah berubah, sejak dia di tinggalkan robert tanpa kabar berita dinda mencari tahu dan tidak di sangka dia bertemu dengan john.
tanpa sadar john membuka kedok robert dan saat itu dinda merasa marah dan tidak menyangka jika pria yang selama ini dia percaya telah menjualnya.
akhirnya dinda memeriksakan dirinya ke rumah sakit takutnya dia terkena penyakit yang mematikan seperti HIV.
beruntung dinda tidak terkena penyakit itu dan setelah beberapa bulan dinda selalu sakit saat datang bulan dan dia kembali memeriksakan dirinya.
__ADS_1
kata dokter ada miom yang sudah membesar di rahimnya dan harus di angkat dengan cara operasi, dinda sudah menghabiskan uang pemberian robert dan sakarangpun uang di tabungannya tinggal sedikit.
Dinda sudah tidak ingin berurusan dengan robert mulai sekarang dia akan menghindari robert jika datang di jakarta.