
Dinda terbangun dan di lihatnya robert masih memeluknya hangat dalam dekapan tubuh laki laki yang semalam bercinta dengan penuh gairah.
Dinda beranjak dari tempat tidurnya dan ke kamar mandi, robert yang melihat dinda sudah kekanmar mandi langsung bangun saat mendengar pesan masuk di ponselnya.
Robert tersenyum senang setelah membaca pesan di ponselnya, dia senang karena kerjasamanya berhasil dan itu berkat dinda yang telah memberikan servis kepada berto pria yang semalam bercinta dengannya.
Ya semalam robert telah mengatur semua tanpa dinda sadari, memeberikan dinda kepada pria seperti berto yang memang menginginkan wanita untuk mempelancar bisnisnya.
Robert memberikan apa saja yang dinda inginkan tapi dinda tidak tahu jika dia juga telah terpedaya oleh kelicikan robert.
"honey kamu sudah bangun." kata dinda yang sudah selesai mandi dan masih basah dengan rambut yang dia biarkan tergerai.
Melihat itu robert menjadi berhasrat kepada dinda dan mendekatinya, wangi sekali honey jadi ingin." kata robert yang sudah menciumi leher dinda.
"Honey semalam kan sudah apa kamu tidak lelah," kata Dinda dengan suara yang parau karena robert telah menciumi leher dan daun telinganya sedangkan tangannya telah bermain di gunungnya.
"Aku masih menginginkannya honey," kata robert yang sudah menyerang dinda lebih dulu membawanya ke sofa dan mencumbunya di sana.
Ahhh...sayang aku akan sampai sudah dua jam mereka melakukan penyatuan dan sudah berpindah beberapa tempat mereka memakai buat percintaan mereka.
Hingga akhirnya mereka mendapatkan puncaknya saat di tempat tidur dan berbaring karena lelah, apa lagi dinda yang semalam melayani berto yang begitu perkasa.
Dinda akhirnya tertidur karena kelelahan dan sebelum dinda terbangun robert telah pergi dari apartemen mereka dan meninggalkan sebuah cek sebesar seratus juta.
Sore hari dinda terbangun dan melihat di sebelahnya telah kosong, dinda bangun dari yempat tidur dan melihat cek yang ada di meja dan tersenyum senang saat melihat isi dalam cek itu.
"Seratus juta." kata dinda tersenyum senang dan mencium cek di tangannya, dia berfikir robert sudah benar banar jatuh dalam gengamannya.
bagi robert uang seratus juta tak berarti untuknya, robert mendapatkan kerjasama dengan berto lebih banyak nilainya.
Dinda segera mandi lagi karena badan yang lengket sisa percintaannya tadi siang dan dinda akan pergi shoping mengajak mamanya, mereka akan bersenang senang hari ini.
dinda bersenandung bahagia di kamar mandi dan dia memikirkan akan membeli apa dengan uang seratus juta di tangannya.
__ADS_1
Satu jam kemudian dinda sampai di rumahnya dan memeluk mamanya, " ma ayo kita shoping ke mall hari ini dinda baru dapat jakpot." kata dinda dengan senang karena tadi dia sudah mencairkan cek pemberian robert.
"Wah.. Benarkah mama akan siap siap dulu tunggu ya sayang kebetulan ada tas yang sudah mama inginkan nanti belikan ya sayang." kata dina berkata manis kepada putrinya.
Dinda tersenyum dan tentu saja dia akan membelikan mamanya apa yang membuat mama nya senang baginya bukan masalah.
sepuluh menit kemudian dina sudah siap dan mereka berangkat ke mall dan bershoping ria dan makan di restoran.
Dinda sudah melupakan keinginannya untuk mendapatkan rio baginya dia sudah mendapatkan pria yang sudah mau mengelontorkan uang untuknya dan buat apa mengejar rio yang jelas jelas tidak mencintainya.
**
Di rumah rista yang kedatangan tamu dari bandung siapa lagi kalau bukan andin yang datangv karena rindu kepada saudaranya almira dan juga fandi.
Tapi sayang rista masih berada di surabaya dan lusa dia baru akan pulang membawa angel dan juga andi untuk di perkenalkan kepada keluarganya.
Selama ini mereka berkomunikasi di ponsel dan lusa adalah pertemuan mereka secara tatap muka, almira sudah membeli mainan dan juga pakaian untuk adik adiknya.
"kak andin." kata almira yang baru pulang dari sekolah langsung duduk di sebelah andin dan memeluknya rindu.
"Kak andin menginap kan, mama pulang besok membawa adik." kata almira bahagia
"Ya kakak juga ingin bertemu dengan mama sekaligus berkenalan secara langsung adik adik dari surabaya." kata andin
"Kak nanti malam tidur sama almira ya," kata almira memohon kepada andin
Andin menganggukkan kepala karena memang setiap kali dia datang ke rumah ini almira selalu ingin tidur bersamanya, termasuk malam ini dia tidak. Bisa menolak permintaan adik tersayang.
"Yey.. " kata almira senang dan berlari ke kamarnya karena dia ingin ke kamar mandi.
"Nek fandi kapan phlangnya." tanya andin
Fandi pulang magrib kalau ngk malam, sampai di rumah dia akan selalu di kamarnya dan keluar jika waktu makan malam saja "entah apa yang di lakukan di kamar,betah sekali dan ngk keluar lagi." kata rinda
__ADS_1
"Sayang kamu ke kamarmu dulu saja nanti malam baru ke kamar almira." kata rinda
Andin masuk ke kamarnya karena memang andin juga mempunyai kamar di rumah ini karena andin sering datang berkunjung jika rindu dengan mereka, keluarganya.
Hanya saja kesibukan andin dalam mengurus bisnis yang di wariskan oleh neneknya, menjadikan andin hanya datang sekali kali ke jakarta.
Tapi rista selalu menelfon andin untuk berkabar dengannya, memang rista sangat menyayangi andin dari dulu hingga sekarang dan andin tahu itu.
Andin masuk kekamarnya dan ponaelnya berdering ada nama pacarku tertera di ponsel andin dan siapa lagi yang menelfon jika bukan david yang sedang rindu dengan kekasihnya itu.
"kak baru aja aku akan menelfon kakak." kata andin yang menerima telefon david sambil rebahan di kasurnya.
"Benarkah." kata david
"Hmm benar tadinya aku akan mandi dulu terus menelfon kakak," kata andin
"tapi aku sudah menelfon mu duluan, ternyata kontak batin kita menyambung." kaya david tertawa kecil karena ucapan terdengar konyol.
"Mungkin itu benar jika kita mempunyai kontak hati," kata andin tersenyum sendiri karena merasa senang jika itu benar adanya.
Mereka saling terdiam dengan fikiran mereka sendiri dan setelah itu sama sama tersenyum.
"kak aku sekarang sedang di rumah mama dan besok mama baru pulang dari surabaya membawa adik angkat kami." kata andin
"Bu rista mengangkat anak.?" tanya david
""Ya kak mereka anak yatim piatu dan sendiri." kata andin
Setwlah itu andin menceritakan tentang angel dan andi bagaimana mamanya mengadopsi mereka dan menjadi anak angkat rista.
Lama andin dan david berbincang sampai suara ketukan terdengar dan almira memanggil namanya untuk makan malam.
Andin akhirnya mengahiri percakapan dengan david dan membuka pintu kamarnya, andin meminta almira duluan karena andin akan mandi dahulu.
__ADS_1