Mengejar Janda Impian

Mengejar Janda Impian
acara tujuh bulan


__ADS_3

ranti datang di acara tujuh bulanan rista, kebetulan suami ranti ada kerjaan di jakarta dan rantipun ikut ke jakarta.


"ris rumah kamu asri sekali dan aku betah tinggal di rumahmu," kata ranti yang sangat mengagumi keindahan rumah temannya itu.


"kalau begitu sering sering datang ke rumahku dan lain kali ajak denok juga." kata rista


"pasti." kata ranti


"ris aku tak menyangka jika kamu hamil anak kembar, tiga pula sekaligus. Kasih tahu aku resepnya aku juga ingin sepertinya setidaknya dua juga ngk papa." kata ranti


"Bisa aja kamu ran, semua kan sudah kehendak sang pencipta dan bersyukur aku di beri kepercayaan mendapatkannya. " kata rista


karena memang siapa yang tahu rencana tuhan, semua memang Tuhan yang mengatur semuanya.


siang hari acara tujuh bulanan telah di lakukan, saudara dan kerabat juga sahabat rista datang di acara tujuh bulanan.


dari keluarga rio juga ada yang datang terutama yang berdomisili di jakarta walau tidak banyak tapi ada saudara dari brem yang memang tinggal di ibukota.


orang tua rio juga datang, bram dan rara.Kedatangan rara membuat rista senang walaupun ibu mertuanya itu masih belum menerimanya.


terlihat rata yang tidak antusias dengan kehamilan menantunya walaupun dalam hatinya tidak di pungkiri jika dia ikut senang


bagaimanapun dia akan menjadi nenek dan mempunyai cucu tiga sekaligus dan itu hal yang sangat luar biasa.


seandainya bukan rista istri dari putranya dia akan dengan senang hati menyambut kelahiran cucu cucunya.


acara puncak di malam hari dengan adanya pengajian dan di hadiri para anak anak panti membuat suasana menjadi hikmat.


anak anak panti yang rista undang adalah dimana rista adalah yang menjadi donatur tetap di panti itu.


sejak dahulu di waktu dia meniti karir di dunia perbutikkan sampai sekarang, bersama teman temannya seperti fitri dan juga diah.


malam ini diah pun datang bersama anak serta suaminya, bagaimanapun mereka adalah teman terbaik yang rista miliki.

__ADS_1


kehidupan diah sangat bahagia bersama anak anak dan suaminya dan mereka (rista dan diah) mempunyai kisah yang sama dahulu. (baca novel ku yang berjudul suami player di sana ada cerita tentang diah)


acara tujuh bulanan pun telah berakhir dan tamu tamu juga sudah berangsur angsur meninggalkan rumah rista dan rio.


rista meminta ranti untuk menginap di rumahnya dan meminta suaminya menyusul nanti tapi ranti menolak dan memilih menginap di hotel.


setelah ranti ke hotel dan semua tamu telah pulang hanya tinggal keluarga rista dan rio, anita dan juga fandi sudah ke kamarnya.


rio, bram dan harun paman rista masih berbincang bincang karena kebetulan bram mengenal harun dahulu.


rara sudah masuk ke kamar tamu yang sudah di siapkan oleh bibi beberapa hari yang lalu, walaupun rista tidak tahu jika mama mertuanya akan datang tapi dia tetap menyiapkan ruang tamu untuk papa mertuanya.


rista tahu papa mertua akan datang karena rio sudah mengatakan jauh hari sebelumnya.


rista di temani mamanya di kamar tadi rista sudah mengatakan kepada suaminya jika dia sudah lelah dan ingin istirahat.


seharian rista mengikuti tradisi acara tujuh bulanan dan itu membuatnya kelelahan, walaupun kandungannya kuat tapi tetap saja ibu hamil membutuhkan istirahat yang cukup.


di usia yang sudah tidak muda lagi di tambah bayi di dalam kandungan yang kembar tiga membuat rista harus ekstra berhati hati.


"mama belum sempat dan kamu tahu sendiri sejak datang dan sampai selesai rara hanya diam dan tidak berusaha berbaur kepada kita," kata rinda


"mungkin mama rara malu mah. " kata rista


"malu kenapa, ini rumah anaknya dan menantunya ada mama uang juga dahulu adalah temannya dan sekarang kita berbedaan kenapa malu." kata rinda


rista hanya diam tidak mengatakan apa apa lagi karena memang benar yang di katakan namanya jika mereka dahulu adalah tetangga yang berteman baik.


"biarkan saja kita lihat besok sekarang kita juga butuh istirahat karena sudah malam,ngk usah di giliran.! " kata rinda kepada putrinya


rista menganggukkan kepalanya mengerti akan maksud namanya dan rista besok akan menyapa mertuanya.


pintu kamar terbuka setelah sepuluh menit ronda keluar dari kamar rista dan rio yang melihat rista berbaring berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


"paman Harun sudah pulang sayang.? " tanya rista yang memang belum tidur karena menunggu suaminya.


"sudah, kamu belum tidur.? " tanya rio yang mendekati istrinya lalu berbaring di sebelahnya


"aku menunggumu dan seperti biasa badanku sangat tidak enak ingin di usap usap." kata rista


memang rista akan tidur jika suaminya telah mengusap perut dan juga punggungnya dan itu sudah menjadi trinitas malam rista.


entah mengapa kehamilan nya sangat manja kepada suaminya dan rista akan tidur lelap jika sudah mendapatkan usapan dari tangan suaminya.


rio dengan telaten mengusap perut rista yang sudah membesar dan hanya sepuluh hingga lima belas menit rio melakukannya.


rista sudah terlelap dan tertidur, rio melepaskan tangannya dari tubuh rista sebelumnya dia mengecup kening istrinya.


Rio tahu jika dengan kedatangan mamanya membuat istrinya resah, bagaimanapun rara adalah mamanya dan memang sudah sewajarnya jika datang dalam acara tujuh bulanan.


Rio berharap jika mamanya tahu jika rista adalah sumber kebahagiaannnya dan mamanya bisa melihat kebaikan dan ketulusan hati rista.


kebetulan besok adalah hari minggu dan rio bisa mencoba membuat mamanya lebih banyak mengenal rista dan rio yakin jika bisa membuat namanya berubah fikiran.


rio menyusul istrinya yang sudah tertidur lelap, sebelumnya rio mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur.


pagi hari rista sudah terbangun dan keluar dari kamarnya setelah membersihkan diri, sudah menjadi kebiasaan rista semenjak hamil.


rista setiap pagi akan menyiram taman di halaman rumahnya di bantu tukang kebunnya dan itu sudah menjadi kebiasaan rista.


hal itu akan membuat rista tidak malas dan menjalin hubungan yang baik untuk pekerja di rumahnya.


semua pekerja di rumah rista sangat senang karena majikannya yang selain cantik dia juga sangat baik dan tidak membedakan orang.


Untuk itu para pegawai rista sangat betah bekerja di rumahnya dan juga hormat kepada majikannya.


rara yang sudah terbangun dari tadi juga melihat bagaimana menantunya berbicara dengan pak udin tukang kebunnya.

__ADS_1


terlihat jika rista memang wanita yang baik dan di hormati oleh bawahannya, tapi tetap saja bagi rara jika seandainya rista adalah menantu pilihannya dia akan sangat bangga kepadanya.


tapi rara masih menyangkal hati kecilnya untuk menerima rista sebagai menantunya.


__ADS_2