Mengejar Janda Impian

Mengejar Janda Impian
bertemu david


__ADS_3

Andin sedang bersama teman temannya liburan di pulau bali, mereka menyewa villa di bali beberapa teman andin membawa kekasihnya.


Andin yang sedang bosan berada di kamar sendiri keluar dan kebetulan villa yang dia sewa dekat dengan pantai.


Andin memang dulu mempunyai kekasih dan sudah beberapa kali menjalin cinta selalu kandas karena tidak cocok.


Andin berjalan sendiri di tepi Pantai karena beberapa temannya sudah tidur kalau tidak mereka sedang bercinta dengan pasangan mereka.


Ya pergaulan bebas memang ada di sekeliling andin tapi andin tidak melakukan itu, bagi andin yang mengingat orang tuanya yang telah melakukan hubungan saat sekolah itu menjadi kunci agar andin tidak melakukan hal yang salah dan sama seperti mereka.


Banyak pria yang meninggalkan andin karena hal itu andin tidak mau melakukan hubungan badan jika belum menikah.


Karena rista telah mendidiknya sangat baik, semua pengalaman dan cerita mama rista masih tersimpan rapi dalam ingatanya.


Penghianatan ayah gani dengan beberapa wanita sudah menjadi bukti jika sekali player tetaplah player contohnya adalah ayahnya sendiri.


Bukan trauma tapi untuk lebih mencari yang terbaik untuk dirinya, semoga andin di jauhkan dari makhluk pria seperti ayahnya.


Andin berjalan kembali ke villa karena sepertinya sudah jauh dia berjalan, tidak terasa jika pagi akan menjelang karena dia tadi berjalan sudah pukul tiga pagi.


Andin berlari karena merasa ada yang meguntitnya, padahal sedari tadi tidak ada orang dan tiba tiba ada yang mengikutinya di belakang.


Duk.. Terjatuh


"Ahzzz...malah tersandung sih ." kata andin dalam hati, andin sudah bersiap siap mengegam pasir di tangannya.


"Andin." kata seseorang


Andin melihat orang yang menyebutkan nanya dan dia sungguh terkejut karena, " kak david." kata andin


"Kamu di bali.?" tanya david


"Ya kak, bersama teman teman," kata andin yang menerima tangan david membantunya berdiri.


"Aow...sakit." kata andin


"Kakimu terkilir, ayo cari tempat duduk." kata david


David menolong kaki andin yang terkilir dan mengatakan untuk menahan rasa sakit saat david mulai memijat kakinya.


"Coba berdiri,apa masih sakit.?" tanya david


"lumayan kak sudah tidak begitu sakit, terimakasih." kata andin


"Kamu bisa berjalan, aku antar ke tempatmu," kata david

__ADS_1


"Bisa kak," terimakasih aku akan kembali ke villa dekat kok." kata andin dan mrnunjuk sebuah villa di depannya.


Memang dekat jadi david bisa meninggalkan andin untuk pulang sendiri.


"Aku minta no mu, nanti aku akan menghubungimu. Berapa hari lagi kamu di bali.?" tanya david


"dua hari lagi kak," kata andin sambil mengetik no ponsel di hp david.


"Aku tinggal, hati hati." kata david


Andin menganggukkan kepala dan berjalan karena david sudah berlari meninggalkannya.


Suatu kebetulan mereka bertemu setelah sekian lamanya dan kak david semakin tampan dengan model rambut cepaknya.


Andin sampai di kamarnya, lalu rebahan melihat langit langit kamarnya. Andin masih teringat pertemuan nya dengan david, orang yang banyak menolong mama nya di waktu dahulu.


"Mungkin sekarang kak david sudah mempunyai istri kalau tidak seorang pacar, di lihat tadi kak david sangat tampan dan hot." kata andin bermonolog sendiri


Andin tertidur sebentar karena tadi dia terbangun di jam tiga pagi dan tidak bisa tidur lagi, sekarang dia mengantuk dan mulai memejamkan mata.


teman teman andin sedang bersenang senang di pantai mereka sedang bermain voli dan yang lain bermain air.


Andin masih di buai oleh tidurnya dan sampai menjelang siang dia baru bangun, andin membersihkan diri dan melihat ponselnya jika teman temannya meminta menyusul karena mereka sedang makan di sebuah restoran.


Andin malas untuk menyusul mereka dan jadi dia membuat mie instan di dapur lalu menyantapnya sendirian.


 "din kamu sakit?" tanya risa


"Ngk aku ngk sakit kok, semalam aku tidak bisa tidur makanya aku baru tidur tadi pagi dan ngk ikut kalian," kata andin


"Ooo, din tadi aku lihat cowok tampan banget bikin er.rrrr pingin nerkam dech rasanya din," kata risa


"Dasar kucing garong," kata andin meledek temannya yang bernama risa itu.


Mereka tertawa dan bercanda memang risa dan andin sangat dekat, walaupun risa adalah wanita yang selalu berganti ganti pasangan.


ponsel andin berbunyi dan tertera no yang tidak dia kenal, "hallo,"kata andin


"Din ini david kamu ada waktu, ayo kita makan malam," kata david


"Baik kak, aku tidak ada acara." kata andin


"Akan aku jemput jam delapan, di villa yang itu kan," kata david


"Iya kak," kata andin

__ADS_1


"Ya sudah sampai nanti malam." kata david dan mematikan ponselnya.


"siapa itu din,?" tanya risa


"Itu kak david teman lama." kata andin


"Kenalin din sama kita." kata risa dan yang lain juga penasaran dengan kak david


"Ntar malam akan datang,aku kenalin sama kalian," kata andin


"Ya sayang kita akan jalan jalan sebentar lagi, kamu ngk ikut lagi dong ngk asik ah, kalau kamu ngk ikut." kata ambar


"Nanti aku nyusul dech kasih lokasi kalian," kata andin


"Bener ya din, kita kan sengaja jalan jalan karena sudah lama ngk jalan bersama," kata ratna


"Iya maaf ya," kata andin


Akhirnya mereka bubar dan bersiap siap untuk malam nanti.


Andin audah siap dan menunggu david menkemputnya,tinggal andin sendirian yang berasa di villa dan andin tidak takut karena dia sudah terbiasa.


Di rumahnya bandung andin juga tinggal sendiri walaupun ada bibi tapi di rumah yang besar, tinggal bertiga terasa sendiri.


Apalagi andin kamar andin di kamar atas, sedangkan kamar bibi ada di bawah, karena sudah terbiasa jadi andin biasa saja menjalaninya.


Tidak ada iseng ataupun takut, bagi andin yang di takuti adalah orang jahat bukan syetan semacam kunti atau povong dan sejenisnya.


"Ting..tong suara bel rumah"


Andin membuka pintu, tapi, sebelumnya memastikan jika yang datang adalah david, andin mengintip dari lubang pintu yang berada di tengah pintu dan memang itu kak david yang datang menjemputnya.


"kak david, tnggu sebentar aku ambil tasku dulu." kata andin


Andin mengambil tas yang ada di ruang tamu dan berjalan menghampiri david yang sudah menunggu di depan pintu dan mereka lagsung berjalan menuju mobil david.


" teman teman kamu di mana kok sepi tadi,?" tanya david


" mereka sudah keluar tadi, jalan jalan." kata andin


"Kamu nggak ikut dengan meeeka,?" tanya david


"Nanti kita nyusul kak, maukan.?" tanya andin


"Boleh, setelah kita makan." kata david

__ADS_1


David melajukan mobilnya ke restoran yang biasa dia datangi dan di sana ramai sekali, beruntung david sudah memesan tempat dahulu siang tadi.


__ADS_2