
Siang ini rista bertemu dengan dewi dan rian dan kebetulan rian belum datang karena sedang rapat dengan seseorang.
Rista melihatkan rancangan gaunnya kepada dewi dan dewi sangat takjub karena rancangan rista sangat indah semua.
Karena itu dewi butuh rian untuk memutuskan dan sudah ada beberapa desain yang dia sukai tinggal menunggu rian calon suaminya yang memutuskan.
Rista dan dewi berbincang bincang sambil menunggu calon pengantin pria datang karena sedang bertemu rekan nya.
"rista sampai kapan kamu berada di bali dan kembali ke jakarta, aku harap kamu datang kepesta pernikahanku dan akan kami adakan di gedung hotel sebelah sana." kata dewi
"Pasti aku akan datang jika kamu mengundangku pasti aku usahakan datang, aku kejakarta hanya untuk melihat anak anak ku.Karena mereka bersekolah di jakarta dan mereka menemani nenek." kata rista
Tak lama rian datang bersama seseorang yang rista kenal dan siapa lagi kalau bukan rio, rista sempat terkejut kenapa rekan kerja rian adalah rio dan ini adalah suatu kebetulan yang tidak terduga.
"kenalkan ini rio rekan kerjaku, ini calon istriku dan ini desainer baju pengantin kami rista." kata rian memperkenalkan dewi dan rista
"dewi," kata dewi
"Ketemu lagi rista," kata rio
Dewi dan rian berpandangan "ternyata rio sudah mengenal rista kebetulan sekali." kata rian
Mereka duduk, dewi dan rian melihat lagi desain baju pengantin mereka, sedangkan rio dan rista diam mendengar perbincangan sepasang calon pengantin.
Sesekali rio melirik rista di depannya sambil minum minuman yang telah dia pesan dan rista hanya menunggu dewi atau rian memutuskan desain mana yang mereka inginkan.
"Maaf, aku keasyikkan memilih desain baju kami hingga melupakan kalian berdua." kata rian
"O ya rista dimana kamu mengenal rio,?"tanya dewi penasaran karena sepertinya mereka belum lama kenal karena tidak ada perbincangan diantara mereka sepanjang melihat desain baju pengantin tadi.
rista binggung mengatakan dimana dan kapan mereka bertemu karena memang panjang cerita dan tidak mungkin menngingkit masa lalu.
__ADS_1
"Semalam," kata rio di club saat rista merayakan ulang tahun temannya di club kemarin.
Beruntung rio mendapatkan jawaban dengan cepat,karena memang rista binggung mau menjawab apa.
"Kamu suka ke club rista, bagaimana jika malam ini kita pergi ke club berempat," ajak dewi bersemangat.
Rio dan rista saling berpandangan dan rista terpaksa mengiyakan karena dewi adalah pelanggan yang baik di butiknya.
Rista pamit pergi ke toilet dan saat di depan pintu dia berpas pasan dengan pria yang bersama denok dan dia masuk ke ruangan memasak dan rista berfikir jika dia adalah seorang karyawan di restoran itu karena memakai celemek seperti koki restoran.
Rista masuk ke toilet dan setelah selesai dia kembali dan hanya ada rio di tempat duduk mereka.
"mereka sudah berpamitan karena ada keperluan dan tadi dewi meminta maaf karena tidka bisa menunggumu dan katanya sampai jumpa nanti malam di club," kata rio
rista mengangguk mengerti akan kata yang di ucapkan rio dan"Ayo rista aku antar pulang kan kita satu tempat,"kata rio
"Apa kamu sudah pulang kerja, ini masih sore." kata rista
"Ngk ada yang marah jika akuvpulang lebih awal, ayo." kata rio
Kalau dengan rista apapun akan dia lakukan jika dapat marah dari papanya nanti saat mendapatkan laporan dari orang suruhan papanya rio tidak perduli.
Saat ini dia hanya ingin bersama rista dan untuk mendapatkan cinta rista memang butuh pengorbanan.
Sampai di depan pintu apartemen rista, rio berpamitan dan mengatakan jam delapan akan menjemputnya, Mereka akan berangkat bersama ke club seperti janji mereka kepada dewi dan rian.
Di kamar rista mengirim pesan kepada denok dan mengatakan jika dia bertemu dengan ptia yang bersamanya tadi malam.
"Bu rista yakin ngk salah orang," kata denok
"Tentu semalam aku ngk teler kayak kalian berdua, aku hanya minum soda dan ingatanku masih bagus." kata rista
__ADS_1
"Sedang apa dia di restoran bu rista,?" tanya denok
"Entah, sepertinya dia seorang koki karena dia memakai celemek di badannya seperti koki ." kata rista
"Kasih alamat restoran itu bu please.!" kata denok
Rista mengetikkan sebuah alamat untuk denok, entah apa yang akan di kerjakan denok mungkin dia akan mendatangi restoran yang tadi siang rista datangi.
Rista bersiap untuk pergi ke club bersama rio dan entah kenapa setiap baju yang dia coba serasa tidak pantas untuk dia pakai.
Rista mencoba beberapa baju dan sepertinya dia akan memakai dress hitam dengan untaian pernik pernik di bagian leher dan dia mencobanya dan sepertinya pas baju untuk pergi ke club sudah siap.
Sekarang rista menuju kamar mandinya dan berendam sebentar sepertinya cukup untuk menghilangkan rasa grogi di hatinya.
Entah mengapa rista seperti akan kencan malam ini, ada rasa deg deg an di hatinya saat bersama rio dan entah apa perasaan itu rista belum tahu dan menyadarinya.
Sudah setengah jam berendam dan rista menyelesaikan mandinya lalu memakai baju hitam pilihannya dan merias wajahnya senatural mungkin dia tidak ingin berdandan full makeup karena ini hanya acara santai.
Di apartemen rio dia sedang memilih baju yang pantas untuk jalan dengan rista, sepertinya koas hitam dengan celana jeans serta topi sangatvpas untuk acara hari ini.
Rio ingin membuat kesan yang baik untuk rista karena ini adalah kencan pertama untuk rio setidaknya bisa di bilang begitu jika mereka sudah jadian.
Rio meletakkan topinya kembali karena dia merasa sudah tidak muda lagi dan juga rista adalah wanita matang dan sudah pasti dia mencari pria yang dewasa.
Jika memakai topi rio terlihat seperti anak muda dan nanti kesan rista akan berkurang baik jadi rio memutuskan tidak memakai topinya.
Selesai bersiap rio melihat jam tangannya dan sudah menunjukkan jam delapan kurang lima belas menit dan rio menyemprotkan parfum ke badannya lalu keluar menjemput wanita pujaannya.
Ting..tong...bel apartemen rista berbunyi dan rista membukanya dengan tersenyum rista meminta rio menunggu untuk rista mengambil tasnya.
Di dalam kamar rista memegang jantungnya yang berdegup kencang dia sangat terpesona dengan rio yang terlihat sangat tampan.
__ADS_1
rista keluar setelah mengambil tasnya dan mereka berjalan bersama dengan pikiran mereka terdiam dan menuju mobil rio membukakan pintu untuk rista.
Rio tersenyum senang karena membuat rista sangat terkesan dan sepertinya ini adalah awal yang baik untuknya.Rio mengemudikan mobilnya menuju club, sampai di sana sudah ada dewi dan rian menunggu mereka.