
usai resepsi pernikahan andin dan david langsung menuju kamar yang sudah di siapakan di hotel tempat yang sama mereka mengelar resepsi pernikahan mereka.
ketika masuk kamar terlihat suasana dan wangi kamar pengantin baru di siapkan oleh pegawai hotel dan juga teman teman andin.
rio sengaja memesan kamar VVIP untuk pasangan pengantin baru agar mereka merasa nyaman tanpa gangguan.
di kamar sudah tersedia pakaian khusus untuk andin agar bisa membuat david menelan ludahnya saat melihatnya.
pakaian Ligeria sudah di siapkan oleh teman teman andin, karena memang rio menyerahkan urusan seperti ini kepada risa juga ambar dan teman teman yang lain.
semua biaya rio lah yang menanggung dan teman teman andin yang merancang kamar pengantin mereka.
saat andin keluar dari kamar mandi, david tercengang melihat betapa cantik dan indah istrinya.
david tidak menyangka jika andin sangat indah dengan balutan Ligeria di tubuhnya membuat david tidak berkedip melihatnya.
perlahan dan pasti david mendekati istrinya yang masih berdiam berdiri karena malu malu di hadapan nya.
david tahu jika andin merasa malu terlihat dia tersipu sipu dan tidak menatap wajah david, sampai di hadapan andin david memeluk andin.
"sayang kamu sudah siap," kata david dan andin menganggukkan kepalanya.
david mulai mencium andin dan membawa ke ranjang pengantin mereka, dengan lembut david mulai melakukan aksinya.
andin merasa tubuhnya mendidih karena hasrat dan rasa aneh yang pertama kali dia rasakan.
"hmm Kak." kata andin dan ini pertama kalinya andin mendapatkan nya.
david mencium andin karena merasa gemas dengan wajah andin saat mendapatkannya untuk pertama kali, "sangat seksi." kata david dalam hati
"sayang aku sudah tak tahan aku akan mencobanya dan bertahanlah mungkin ini akan sakit," kata david melihat andin.
andin sering mendengar teman temannya mengatakan jika memang untuk pertama kalinya akan terasa sakit.
itulah yang andin dengar saat teman temannya membicarakan dan malam ini andin akan merasakan apa yang di katakan temannya apakah benar apa hanya gurauan.
david sudah mulai melakukannya dan ini juga pertama buat david, dengan perlahan dan terdengar andin berdesis.
"siiits... Kak sakit." kata
suara terdengar antara andin dan david menggema di seluruh ruangan dan bercampur peluh keringat.
__ADS_1
walaupun AC di kamar mereka sudah sangat dingin tapi keringat pada tubuh mereka membasahi tubuh andin maupun david.
"**** rasanya sungguh luar biasa. " kata david dalam hati
"gila benar benar gila apa ini rasanya sungguh membuatku hilang akal. " kata andin dalam hati
andin maupun david sangat menikmati malam yang terjadi pada mereka, sama sama sudah dewasa dan mereka sudah mempelajari dari ponsel mereka dengan sendiri mereka mempraktekkan beberapa gaya bercinta.
sampai jam tiga pagi andin dan david akhirnya kelelahan setelah melakukan beberapa kali ronde pertarungan mereka.
Setelah itu mereka tidur dan bangun kesiangan, hal seperti mereka memang hal yang wajar di lakukan saat malam pertama pada setiap orang.
suara alarm ponsel terdengar dan andin dengan malas membuka matanya, sambil meraba dengan tangannya andin mencari ponsel.
andin mematikan alarm ponselnya dan melihat jam "sudah siang rupanya." kata andin dalam hati
"sssth sakit sekali." kata andin yang mencoba duduk
ternyata memang benar sakit
andin melihat david yang masih tertidur dan andin menyentuh wajah suaminya dengan jari telunjuknya, menyelusuri wajah yang memang sudah lama ingin andin lakukan sejak dahulu.
"apa mungkin Kak david melakukan perawatan." kata andin dalam hati
"sudah puas menikmati wajahku. " kata david membuat andin terkejut dan melepas tangannya yang asyik menyentuh wajah david
dengan wajah malu Karena ketahuan andin langsung menutupi wajahnya kembali dengan selimut dan itu malah membuat david menjadi gemas.
"sayang apa kamu mengodaku. " kata david
"siapa yang mengoda,ada nyamuk di wajahmu tadi." kata andin menyangkal perbuatannya tadi.
"benarkah," kata david masih menggoda Istrinya
"aku mau ke kamar mandi." kata andin tapi "ssssth"
"sakit.?" tanya david
andin menganggukkan kepalanya Karena dari tadi memang area bawahnya terasa sakit.
david berdiri dan menggendong andin ke kamar mandi walaupun andin terkejut david dengan gagahnya mengangkat andin.
__ADS_1
"kak aku bisa mandi sendiri. " kata andin karena david masih berdiri dan tidak beranjak pergi
"kita mandi bersama karena aku juga ingin mandi." kata david yang ikut mandi di bawah guyuran shower yang sudah andin nyalakan.
seperti dugaan andin Mereka tidak mungkin mandi bersama dan di kamar mandi david melakukan hal yang sama saat malam tadi.
hanya saja kali ini mereka melakukan di bawah guyuran air mengalir.
satu jam mereka melakukan nya, walaupun masih sakit tapi andin tidak bisa menolak jika dia juga menginginkan kembali rasa yang sama membuat dia berteriak karena kenikmatan, andin tofak memungkiri rasa itu.
akhirnya mereka kembali beristirahat hingga sore mereka baru terbangun dan itupun karena mendengar suara bel berbunyi di pintu kamar mereka.
sebelumnya david melihat keluar dari lubang pintu dan di liatnya jika di luar ada pamannya rio.
"vid semua kerabat kita sudah kembali ke bali dan hanya tinggal kedua orang tuamu. " kata rio
"mereka sudah pulang padahal aku belum berterimakasih kepada mereka ." kata david
"ngk papa yang penting tadi kedua orang tuamu sudah mengantar mereka. " kata rio
"dah sana tidur lagi, nikmati jadi pengantin baru mumpung masih libur. " kata rio
david hanya tersenyum mendengar perkataan anaknya dan menutup pintu kamarnya menyusul istrinya yang masih kelemahan.
kruyuk... suara perut david lapar, karena asiknya bermain di ranjang sampai lupa untuk makan dan sudah lewat jam makan siang karena
akhirnya david memesan makanan hotel melalui telefon di kamarnya dan dia masuk ke kamar mandi membersihkan diri sebelum makanan datang.
ting tong.. suara bel berbunyi david yang sudah selesai dari kamar mandi langsung membuka pintu dan mengambil makanan dari karyawan hotel.
"kamu sudah bangun sayang, ayo kita makan. " kata david setelah melihat andin membuka matanya
david membawa makanan ke kasur mereka dan andin langsung duduk kali ini bukan saja area bawahnya yang sakit tapi badannya terasa pegal, bagaimana tidak pegal mereka bermain berkali kali.
makanan terasa begitu lezat atau mungkin karena mereka lapar jadi terasa begitu nikmat, padahal menu makanan biasa biasa saja.
"sayang makan yang banyak karena semalam kita belum makan," kata david
"tentu aku juga merasa lapar dan lihat cacing di perutku sudah berontak," kata andin yang mengambil makanan di hadapannya.
.
__ADS_1