
Dinda penasaran kenapa rio begitu tak tergoyahkan dengan pesona yang dimilikinya, selama ini pria akan tertarik kala dinda sudah menginginkannya.
"Apa mungkin sebenarnya rio sudah mempunyai kekasih dan tante rara tidak mrngetahui itu." kata dinda dalam hati.
Dinda sedang rebahan manis di kasurnya memanjakan diri melakukan perawatan di rumah, dengan memakai masker dan timun di matanya.
Begitulah keseharian dinda, selain kesalon dinda juga senang melakukan perawatan kecil di rumah sambil bersantai.
Kecantikan dan kemulusan pada tubuhnya harus di lakukan perawatan setiap hari karena dinda tidak bekerja jadi dia bisa bersantai di rumah dengan melakukan itu.
"Dinda," kata mamanya yang langsung masuk ke kamar putrinya karena dia tahu pasti anaknya itu sedang memakai masker dan tidak akan menyahut jika dia panggil.
"Din, kamu harus cepat mendapatkan perhatian rio, kamu tahukan keuanngan kita sudah menipis, uang peninggalan ayahmu tidak cukup karena kebutuhan kita banyak dan tidak ada pemasukkan.
"Kamu sih sudah bekerja enak menjadi sekertaris malah di pecat, kenapa sih din kamu malas sekali." kata mama dinda yang marah panjang lebar dan dinda tidak masih diam saja.
"Ezzz nich anak," kata mama andin dia keluar kamarnya merasa kesal karena ternyata dinda memakai earphone.
"jeng rara maaf ya kemarin ngk bisa nganterin pulang, dinda merasa bersalah lho sama dinda sampai mau di anterin minta maaf sama jeng rara," kata mama dinda yang membuat alasan agar temannya rara itu tidak marah.
"Ngk papa kesini saja bagaimana kalau malam ini bawa sekalian dinda." kata rara
Rara sudah berfikir untuk mencarikan wanita lain selain dinda karena menurutnya dinda kalau sudah menjadi istri rio dia hanya perdulikan rio dan dirinya saja.
Tentu saja hidup rio akan terkekang memiliki istri yang tidak merangkul orang tuannya, akan banyak masalah yang akan terjadi dan dinda bukan menantu impian lagi buat rara.
Malam ini rara akan mengatakan jika rio sudah mempunyai calon istri dan pasti dinda akan mundur, walaupun rara hanya merekayasa setidaknya dinda akan mundur untuk berharap kepada rio.
rara memang tidak tahu jika memang rio sudah mempunyai istri dan bukan calon lagi, bahkan sekarang mereka sedang hangat hangatnya walaupun jarak memisahkan mereka.
Malam hari dinda dan mamanya datang kerumah rara dan kebetulan rumah memang sedang sepi, pak bram ke rumah sikembar dan rio seperti biasa dia pulang ke apartemennya.
__ADS_1
"dinda sayang,kemarin rio menemui tante dan mengatakan jika dia sudah mempunyai calon istri.s Sebenarnya tante kesal kepada rio, tante kan sudah mencoba mendekatkan dinda dan rio tapi ternyata rio malah sudah mempunyai calon." kata rara
"terus gimana dong tante, emang siapa calon istri rio,?" tanya dinda penasaran.
"tanye sich belum di kenalin, katanya teman rio dulu." kata rara
"tenang sebelum janur kuning melengkung dinda masih ada harapan.'" kata mama dinda mengompori anaknya.
"Rio sudah dewasa, aku ngk bisa melarang dengan siapa dia menikah.Karena waktu itu memang rio tidak pernah mengatakan jika dia sudah mempunyai pacar makannya aku ingin rio mengenal dinda siapa tahu ada jodoh. Ternyata memang tidak jodoh." kata rara
Rara sengaja mematikan semangat dina mama dinda agar tidak berharap anaknya untuk menikah dengan dinda.
Setelah mendengar perkataan rara, dina diam karena kesal ternyata maksud dari rara meminta dirinya datang membawa dinda adalah ingin dinda tahu jika rio sudah punya calon.
Wajah kesal dina terlihat oleh rara, bagaimanapun rara sudah mengatakan agar dinda mundur untuk menjadi calon istri rio.
Begitu juga dinda rasa penasaran di hatinyabm sudah terjawab dengan perkataan tante rara jika rio memang sudah punya calon istri.
Setelah pulang dari rumah rara, dina mengomeli dinda karena kalah cepat dengan wanita lain dan impian mempinyai menantu kaya pun telah sirna.
Dinda diam diam keluar dari rumah karena dia kesal kena marah padahal jika mamanya tahu jika dinda sudah berusaha untuk mendapatkan rio dengan cara memberinya obat.
Semua yang di lakukan dinda tidak bisa berjalan sukses karena lawannya mantan seorang polisi dan sangat sulit menjebaknya karena semua rencana dinda bisa di tebak dan bisa dihindari.
**
"Sayang kamu sedang apa," kata rio kepada istrinya yang sedang berada di butik hari ini.
"Kak aku sedang bekerja dan membantu karyawan,banyak pelanggan berdatangan karena butik kami sedang meluncurkan pakaian baru."kata rista
"Benarkah, jangan terlalu lelah sayang minggu depan aku akan kejakarta aku meridukanmu.Pulang ke rumah kita nanti jika aku sudah di jakarta atau kamu dan anak anak mau pindah sekarang." kata rio
__ADS_1
"Nanti sayang jika kita sudah mengatakan kepada anak anak kita bicarakan lagi." kata rista
"Baik terserah sayangku saja,aku ikut." kata rio
"Apa kamu sudah bilang ke mama soal hubungan kita,?" tanya rio
"sudah dan mama ingin bertemu denganmu." kata rista
"Apa mama marah.?" tanya rio menekankan kata marah karena rio takut mama marah kepadanya dan rista.
"Hmmm kata mama ingin menjewer kupingmu karena telah memanfaatkanku." kaya rista
"Aku.. Aku tidak bermaksud begitu semua terjadi karena keadaan sayang." kata rio ketakutan
Rista menahan tawanya agar tidak meledak karena dia membayangkan wajah rio seorang CEO Ketakutan dengan kemarahan mamanya.
Walaupun benar mama rinda marah kepada rio saat menceritakan semua yang terjadi kepada rista tapi melihat putrinya bahagia setelah pulang dari bali membuat rinda hanya bisa merestui hubungan mereka.
Sangat di sayangkan dia tidak menyaksikan pernikahan mereka,setelah menantunya datang rinda akan melakukan pernikahan lagi dan setidaknya mengadakan pesta kecil untuk mereka.
"Sayang aku tutup dulu pembicaraan kita, aku ada metting keluar," kata rio
"Baik. telefon aku nanti malam,assalamualaikum." kata rista
"Waalaikum salam." kata rio
Rio mengusap mukanya dengan kedua telapak tangannya, dia benar benar takut bertemu mama mertua apa benar dia akan di jewer dan itu sangat sakit dan juga memalukan seorang CEO di jewer oleh mertua, membayangkan saja mengidik bulu rio.
Rio akan mempersiapkan oleh oleh untuk mertua dan anak anak anggap saja sebagai sogokkan untuk mempelancar meminta restu dari mereka dan harus yang berkesan.
Nanti rio akan memikirkan lagi dan bertanya kepada asistennya, rio yakin jika asistennya bisa memberikan sebuah solusi untuknya.
__ADS_1
Rio beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar kantor karena dia akan menemui rekan bisnisnya di sebuah restoran yang sudah mereka sepakati.