
suara ponsel terdengar dan david menerima telefon dari atasannya, "siap pak laksanakan." kata rio
david kembali duduk dan mengunyah makanannya dan dia diam bingung mengatakan kepada istrinya, karena di hari yang masih manis manisnya mereka harus berpisah.
andin memperhatikan suaminya dan berhenti makan karena melihat suaminya terdiam gelisah.
"kak siapa yang telefon.?" tanya andin
"atasan." kata david
andin sudah tahu persis yang akan terjadi,dia paham karena sudah pernah terjadi hal seperti ini.Dulu saat pacaran david juga pernah mendadak pergi saat mereka sedang menikmati indahnya pantai.
"pergilah" kata andin
"maaf sayang." david
"berapa hari kak.?" tanya andin
"dua bulan. " kata david
"lama sekali." kata andin dalam hati tapi dia menutupi dalam senyum
setelah makan david dan andin bersiap mereka akan pulang kerumah andin, di sana masih ada keluarga mereka.
masih ada mama dan papa david, juga rio beserta keluarga yang belum kembali ke jakarta.
"kalian sudah pulang." kata rio
melihat andin yang diam tip tahu apa yang terjadi pada pasangan pengantin baru di depannya.
"tugas.?" tanya rio kepada david
david menganggukkan kepala dan menepuk pundak ponakannya itu.
benar dugaan rio pasti david di panggil tugas mendadak oleh atasannya dan begitu lah risiko mempunyai suami seorang abdi negara.
david dan andin masuk ke kamar,melihat andin david menjadi tak tega seharusnya dia masih mendapatkan cuti nya dan bermesraan dengan istri yang baru semalam memberikan mahkotanya.
david mendekati andin lalu mencium bibirnya rakus, seakan tidak ingin berpisah dari istrinya, andin mengalungkan tangannya dan mereka kembali melakukan penyatuan mereka.
"sayang nanti kamu di tunggu." kata andin yang sedang duduk di pangkuan david.
__ADS_1
"masih ada waktu dan aku butuh cass untuk dua bulan nanti." kata david memegang andin membantunya agar tidak lelah.
"benarkah.?" tanya andin dengan suara paraunya merasakan sensasi percintaan mereka.
"satu jam lagi, sebelum jemputan datang." kata david
******* andin dan david menggema di seluruh ruangan, kali ini mereka sangat menikmati penyatuan mereka.
bagaimanapun mereka akan berpisah selama dua bulan dan david harus memberikan kesan yang mendalam untuk istrinya.
dua bulan bukan lah waktu yang lama tapi bagi mereka yang baru saja kemarin menjadi sepasang suami istri.
suara menggema dalam kamar andin, suara saling bersahutan dan keringat membasahi tubuh mereka.
"sayang aku akan keluar," kata andin sudah tidak bisa menahan puncaknya
"sebentar lagi." kata david yang semakin kencang dan aaaahhhhhh... akhirnya mereka mendapatkan puncak kenikmatan bersama sama.
setelah mengatur nafas karena lelah david duduk dan bangkit berjalan ke kamar mandi, membersihkan diri.
andin juga masuk kelakar mandi setelah david selesai dan memakai baju dinasnya.
"maaf , aku akan segera pulang jika sudah selesai dengan tugasnya. " kata david memeluk istrinya dari belakang saat andin mengeringkan rambutnya.
andin masuk ke rumah setelah mengantar suaminya berangkat karena sudah ada jemputan menunggunya, rista dan juga orang tua david masuk kerumah.
"sayang semoga kamu memaklumi tugas suami yang tidak bisa di abaikan olehnya dan itu sudah menjadi resiko menjadi istri seorang abdi negara, doakan saja agar david selamat dalam bertugas." kata mama mertua andin
"andin tahu dan mengerti mah jangan khawatir. " kata andin
setelah itu beranjak dari duduknya melihat adiknya yang berada di kamarnya, melihat angkasa,bintang dan anggun mungkin menghilangkan rasa di hatinya.
"kamu baik baik saja din.? " tanya rista andin menganggukkan kepalanya dan mulai bercanda dengan adik bayi bayi mungilnya.
"angkasa sayang nanti gede mau jadi a.a...a..apa." tanya andin kepada bayi yang menggenggam jarinya
"bintang juga nanti gede mau jadi apa," kata andin senang melihat bintang tertawa dan seolah menghibur kakaknya yang sedang galau.
"sayang kakak mau bobok hmm... " kata andin melihat angkasa juga bintang karena andin melihat anggun sudah tidur.
"ma dedek angkasa dan bintang Sepertinya juga mau tidur." kata andin
__ADS_1
rista yang membuatkan kopi untuk suaminya menghampiri andin dengan adik adiknya.
" bawa ke kamarnya din sepertinya mereka memang mau tidur." kata rista
andun menggendong angkasa dan pengasuh angkasa mengambil susu di kulkas dan menghangatkan asi untuk mereka minum.
"tunggu ya sayang mau minum susu ya." kata andin yang masih menggendong angkasa karena sudah mulai gelisah.
setelah adik adiknya minum susu andin keluar dari kamar itu dan duduk bersama yang lain.
almira dan fandi juga nenek mereka sedang keluar tadi mencari sesuatu, semalam rinda juga fandi sudah berjanji menemani almira untuk mencari seblak bandung.
andin masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya, sebenarnya badan andin masih lelah apalagi area bawah andin yang semalam baru di jebol oleh david.
masih terasa sakit itu sudah pasti dan andin menahan rasa itu, mengingat kejadian semalam andun menjadi malu sendiri dan menutup bantal pada wajahnya.
di dalam hatinya sangat keperkasaan suaminya dan benar benar luar biasa kuat sampai pagi tadi jika di hitung mereka melakukan sampai tiga kali dan durasi satu jam hingga dua setengah jam.
"aaaahhhh... david aku rindu." kata andun dalam hati
"tok.. tok..kak andin aku beli seblak buat kakak." kata almira yang sudah meninggalkan kepalanya masuk kamar
"waaaah... kamar kakak di hias bagus benar." kata almira yang terpesona dengan kamar pengantin andin.
"mana..mana seblak buat kakak. " kata andin meminta kepada almira yang masih tertegun dengan kamar andin.
"ini... ini.. " kata almira duduk di kasur andin yang masih tersebar bunga mawar di kasur.
"ezzz... mira sudah keluar sana kata andin mendekati adiknya membisikkan sesuatu dan almira langsung berdiri lari keluar dari kamar kakaknya.
"ada apa mira. ?" tanya rinda
mira langsung membisikkan sesuatu ketelinga neneknya.
"kakak andin tadi melihat ada ular di kamarnya bersembunyi di mawar mawar yang ada di kasurnya," kata almira takut
rinda sebenarnya ingin tertawa akan perkataan cucunya tapi dia menahannya mengganti dengan senyum dan memandang mira yang masih polos.
rinda segera ke dapur untuk melihat bibi yang sibuk memasak.
andin tersenyum saat berhasil membuat almira berlari keluar dari kamarnya dan dia mulai membuka seblak lalu menyantapnya.
__ADS_1
keisengan andin kepada mira masih belum menghilang, karena memang kadang almira juga yang kepo membuat jiwa jahil andin keluar dari raga andin, dahulu memang andin suka menjahili adik adiknya baik itu almira maupun fandi.
sambil tersenyum geli andin sedikit menghilangkan rasa di tinggal suaminya untuk saat ini, almira memang terlihat lucu sampai andin masih senyum senyum sendiri mengingat kejadian tadi.