Mengejar Janda Impian

Mengejar Janda Impian
kebahagiaan rista


__ADS_3

sudah tiga hari di rumah sakit dan sore hari rista akan pulang kerumah bersama tiga bayi mereka, beruntung mama rinda sudah jauh hari mencari pengasuh untuk bayi rista.


sampai di rumah pengasuh mengambil anak anak rista dan membawa ke kamarnya, kamar luas untuk anak anak rio.


sengaja rio membuatkan kamar yang luas karena mereka dan para pengasuh akan tidur bersama.


rio sudah mendesain kamar itu dengan ada kamar untuk pengasuh dan mereka bisa berbagi waktu bergantian menjaga saat malam.


beruntung bayi kembar rista tidak rewel saat malam da mereka kembali tertidur saat mendapatkan asi yang sudah di ambil dari rista.


asi rista memang keluar sangat deras dan dia memompa saat merasa sudah kencang dan menaruh di pendingin agar nanti bisa di berikan saat di butuhkan.


"sayang kamu sudah memikirkan nama untuk anak anak kita.?" tanya rista kepada rio


"entahlah apa kamu akan suka dengan pemberian nama yang aku siapkan. " kata rio


"coba katakan nama apa yang sudah papa siapkan buat anak anak kita. " kata rista


"anak pertama kita Angkasa Putra Bramastya dan yang kedua Bintang Putra Bramastya untuk putri kita pelangi Putri bramastya. bagaimana menurutmu sayang.?" " tanya rio


"nama yang bagus, aku menyukainya kita beri nama itu saja. " kata rista


seperti yang sudah di sepakati dan itulah nama ketiga bayi mereka angkasa, bintang dan anggun mereka akan menjadi anak kebanggaan orang tua.


"Pa mama rara tidak ikut tidur di rumah kita.?" tanya rista


"mereka tidur di hotel dekat rumah sakit hari ini karena kemarin datang juga secara mendadak jadi mereka langsung kerumah sakit dan menyewa hotel, besok mereka akan datang kerumah." kata rio


rista diam dan tidak bertanya lagi karena memang dalam menyangkut mama rara rista tidak akan berkomentar banyak.


"Mama tidak apa kan jika mama dan papa ku tidur di rumah ini.?" tanya rio


"sayang ini rumah mereka juga buat apa aku marah dan mengenai mama aku akan selalu mengerti. " kata rista


"terima kasih atas pengertianmu sayang. " kata rio mencium kening rista

__ADS_1


"sepertinya anak anak sudah tidur, tidak terdengar suara mereka dan pah coba kita lihat melalui cctv di kamar mereka." kata rista


rio memgambil laptop yang memang di sana dia bisa melihat dan untuk mengawasi bayi mereka sekaligus melihat cara kerja pengasuh anak anak mereka.


"semua aman mah kamu cepat istirahat agar cepat pulih dan bisa mengasuh anak anak kita jangan sampai kurang istirahat." kata rio


pagi sekali terdengar suara bayi bersahutan menangis dan rupanya mereka sedang di mandi pagi dengan air hangat.


 rista sudah bangun dari tadi dan dia juga berada di kamar bayi nya, karena masih belum sembuh benar rista hanya melihat pengasuh memandikan dan dan dia menunggu untuk menyusui mereka.


angkasa sudah mulai minum asi dulu karena dia yang sudah selesai mandi dan rapi, bintang dan anggun menyusul setelahnya.


"anak anak sudah mandi sayang." tanya rio


"sudah, lihat mereka sudah wangi dan rapi. " kata rista memperlihatkan bayi mereka.


anak anakku sayang, papa kerja dulu ya jangan rewel sayanng.!" kata rio melihat bayinya satu persatu


rista masih menyusui pelangi karena dia tadi paling terakhir karena "pub" dahulu, setelah kakak kakaknya selesai menyusu barulah pelangi.


rio akan berangkat kerja dan saat sampai di pintu dia melihat orang tuanya yang baru sampai dan rio menyalami mereka dan berpamitan untuk kerja.


orang tua rio masuk kedalaman rumah dan menuju kamar mereka seperti biasa saat mereka menginap di rumah putra mereka.


rara masuk ke kamar cucunya dan melihat mereka tidur lelap sepertinya mereka kenyang setelah mandi dan minum asi mereka tidur.


para pengasuh bergantian membersihkan diri mereka dan memang mereka saling membagi waktu untuk semua hal entah itu tidur, mandi dan juga makan.


rista berjalan menuju kulkas menaruh asi setelah menampung air susunya dalam wadah karena aslinya keluar banyak hingga dia harus memompa susu dan menaruh di freezer agar nanti bisa di minuman saat mereka terbangun dari tidur.


"ma kalian sudah datang.?" tanya rista saat melihat rata keluar dari kamar bayinya


"tadi saat rio berangkat kerja." kata rara


"kamu sudah sarapan ris.?" tanya rara

__ADS_1


"sudah ma, tadi aku sudah sarapan." kata rista


jangan lupa ris untuk mengkonsumsi telur agar luka cecar mu cepat kering dan kapan kalian kontrol.?" tanya rara


"sabtu ma." kata rista


"ya sudah kamu istirahat lagi jangan capek capek dulu karena setelah melahirkan semua badan perlu untuk di istirahatkan. " kata rista


rista menganggukkan kepalanya dan merasa senang karena mertuanya sudah memberi perhatian kepadanya dan rasa bahagia terlihat dari wajah rista.


sampai di kamar rista masih tersenyum bahagia dia benar benar tidak menyangka jika setelah melahirkan cucu cucunya mama rara begitu peduli padanya.


"jika tahu begitu seharusnya aku hamil lebih cepat." kata hati rista senang


di ruang tengah rara juga rinda duduk bersama dan menikmati teh dan juga pisang goreng, mereka berdua karena Bram sengaja meninggalkan mereka berdua dan memilih ke halaman belakang melihat dan memberikan makan ikan ikan.


"bagaimana besan rasanya mempunyai cucu tiga sekaligus,?" tanya rinda yang masih kesal akan sikap rata dahulu kepada rista anaknya.


"senang aku sangat bahagia,anak anak rio sangat lucu dan mengemaskan. " kata rara


"itu juga anak anak putriku rista." kata rinda ketus karena rara mengatakan seolah olah rio yang berhak di sebut orang tua bayi itu.


"tentu bayi bayi lucu anak rista juga rio " ralat tara cepat


karena dia sadar tadi salah dalam pengucapan kata, rara harus tenang menghadapi besannya yang masih kesal kepadanya.


"Rinda aku minta maaf akan kesalahanku dahulu dan kuharap kita bisa menjadi besan yang akur." kata rara


"tentu, aku tidak menyimpan amarah lama lama dan sudah memaafkan sebelum Mbk memintanya. " kata rinda


"terimakasih." kata rara


"bukankah seharusnya Mbk minta maaf kepada rista karena rista lah orang yang Seharusnya mendengar permintaan maaf dari Mbk rara." kata rinda


tentu saja rata terkejut bagaimana mungkin dia harus meminta maaf apakah itu perlu? itu yang selama ini rara fikirkan.

__ADS_1


tidak mendengar jawaban dari wanita di depannya rinda berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan rara yang masih dalam fikirannya.


"seharusnya dia minta maaf kepada rista karena perlakuannya selama ini terhadap anakku, pasti dia enggan dan malumeminta maaf kepada rista karena rista adalah menantunya." kata rinda kesal dan sepanjang jalan menuju kamar cucunya dia bergumam sendiri dalam hatinya.


__ADS_2