Mengejar Janda Impian

Mengejar Janda Impian
makan malam


__ADS_3

Semua orang terdiam, acara makan malam terlalu hening yang terdengar hanya suara sendok yang kadang mengadu pada piring.


Lima orang di meja menikmati makan yang ada di piring mereka, rista menjadi canggung menghadapi suasana seperti ini.


"Nak rista di bali sedang mengerjakan apa.?" tanya papa rio pak bram yang mengawali pembicaraan agar suasana makan malam tidak canggung.


"Biasa pak saya jualan baju, dua bulan lagi ada promo produk baru." kata rista


"Ooh..kamu jualan baju rista, boleh kapan kapan aku mampir ke toko baju kamu siapa tahu ada yang aku suka." kata meri menimbrung pembicaraan bram dan rista.


"Aku sebenarnya ngk suka baju yang tidak ber merk, tapi ngk papa sich sekali kali aku bisa lah mencoba baju yang kamu jualan. Kasih aku alamat toko mu," kata meri lagi yang sepertinya salah menangkap pembicaraan bram dan rista.


Meri fikir rista hanya mempunyai toko baju biasa karena tadi rista berbicara seperti itu, sedangkan bram hanya tersenyum mendengar perkataan meri.


"Rio kamu tahu aku sekarang bekerja sebagai model dan baru baru ini aku ada kerjaan, aku dapat kontrak." kata meri dengan bangga


"wahh hebat kamu meri, tante senang mendengarnya." kata rara memuji meri


"Ahh..tante ini bukan apa apa." kata meri tersipu malh mendengar rara memujinya.


"Rio kamu ingat ngk dulu waktu di sekolah kita sering mampir di perpustakaan sekolah, aku jadi rindu ingin pergi kesana." kata meri


Meri a


Dan rio adalah teman sekolah di waktu SMA dan mereka cukup dekat dahulu, karena meri harus mengikuti mamanya yang seorang model juga dahulu.


Meri menjadi model juga berkat mama nya yang mempunyai kenalan dan sejak mamanya bercerai dengan papanya meri dan mamanya hanya hidup berdua.


Hingga mama meri menikah dengan seorang bule dan meri ikut pindah bersama mereka ke london, setelah itu meri belajar modeling di london.


"nanti kita atur waktu untuk ke perpustakaan jika kamu mau." kata rio


Rio tidak ingin membuat meri bersedih karena memang meri sudah di anggap saudara, karena memang meri teman terbaik yang dia miliki.


"Rista kamu tahu rio dahulu banyak yang naksir di sekolah dan aku selalu menjadi tameng untuk rio menolak semua wanita yang menyukai rio." kata meri

__ADS_1


"jadi dulu kamu pacar rio di waktu SMA,?" tanya rara memancing rista bereaksi


"Bisa di bilang begitu." kata meri tertawa senang


Rista yang mendengar perbincangan mereka hanya menyimak dan diam karena memang lebih baik diam, rista tahu ini adalah sebuah pancingan untuknya bereaksi.


Rista memang tidak lama mengenal rio dan dia senang bisa mendengar masa masa sekolah rio dari perkataan meri.


Sekarang mereka berada di ruang tamu, masih ada rista, rio dan orang tua rio serta meri. Mereka melanjutkan obrolan santai mereka.


"Rista dari tadi aku melihatmu seperti tidak asing dengan wajahmu, apa kita pernah bertemu.?" tanya meri


Rista melihat meri dengan seksama dan setelah itu mengingat dan berkata "toko kue." kata rista dan meri bersamaan.


"Aaah..aku baru ingat, tante ini dia wanita yang baik memberikan kue kesukaan tante yang kemarin itu." kata meri


Rara hanya diam dan malu bereaksi pura pura tidak perduli, walaupun dalam hatinya berkata "kenapa harus rista yang berbuat baik."


"Oh..ya rio habis mengantar rista mau kan antar aku jalan jalan,?" tanya meri yang sudah mendekati rio memegang lengan rio.


Hanya wanita tertentu yang di perbolehkan oleh rio menyentuhnya.


Meri yang sudah tahu akan hal itu tersenyum menutupi perasaan malu ternyata selama ini dia tidak bisa memegang restu walaupun sebagai teman.


"Ma sudah malam aku akan mengantar rista pulang." kata rio dan mengajak rista berdiri mengengam tangannya.


"Meri juga akan pulang, rio kamu antar meri sekalian, ngk papa kan rista?" tanya rara kepada rista


"Tentu." kata rista


"Tante,om kalau begitu aku pulang dan terimakasih makan malamnya." kata rista


Rio dan rista berjalan menuju mobilnya, saat rista membuka pintu mobil depan meri menyerobot duduk dan akhirnya merilah yang duduk di sebelah rio.


Rio akan mengatakan sesuatu tapi rista mencegahnya dwngan membarikan kode kepada rio untuk tidak mempermasalahkan hal kecil seperti itu.

__ADS_1


Sepanjang jalan meri selalu berbicara dan rio kadang menjawab perkataan meri jika dia bertanya dan rista hanya menjadi pendengar yang baik.


Meri adalah gadis yang riang menurut rista terlihat dia sesekali mengoda rio tapi rio tidak menanggapi candaan meri.


Rio sangat tahu meri jika dia sangat cerewat sekali dan sampai sekarang ternyata dia belum berubah.


"sudah sampai rupanya dan rio kamu tidak ingin mampir,?" tanya meri


"Ya sudah, kalian hati hati di jalan." kata meri yang tidak mendapatkan jawaban dari rio


Sebelum jalan rio meminta rista untuk pindah kedepan dan pergi meninggalkan meri yang sedang melihat mereka.


Meri tahu jika rista adalah wanita yang spesial bagi rio, karena tadi rio mengenggam tangan rista dan meri tahu ada sesuatu di antara mereka.


Rio mencium rista saat sampai di kamar mereka, dengan saling berciuman mereka saling membuka pakaian mereka tak sabar.


Sampai lah mereka bermain di ranjang mereka dengan penuh gelora di dada dan sampai dua jam mereka menyatuhan tubuh mereka.


Penuh dengan cinta, mereka dua orang yang penuh rasa cinta dan rindu karena sibuk mereka sudah lama tidak menyatukan tubuh mereka.


"Sayang aku akan keluar," kata rista yang sudah sampai puncak dalam penyatuan mereka.


Sebentar sayang aku juga akan sampai dan rio mengerakkan lebih cepat dan dalam sampai akhirnya suara erangan dari mereka terdengar.


Dengan sisa sisa penyatuan mereka,rio dan rista berbaring sambil berpelukkan mengatir nadas mereka.


"sayang kamu sungguh luar biasa, aku sangat mencintaimu," kata rio mencium kening rista


"I LOVE YOU TO." kata rista mencium pipi rio dan menengelamkan wajahnya di dada rio.


"Sayang aku harap tidak ada kesalah pahaman antara aku dan meri." kata rio


"Aku tahu aku tidak akan salah paham akan semua perkataan meri, malah aku jadi tahu ternyata suamiku ini banyak sekali penggemarnya." kata rista menggoda rio


"Tentu, siapa yang tidak suka dengan wajah yang aku miliki, tapi tenang aku hanya milikmu hati dan tubuh ini hanya bereaksi kepadamu seorang." kata rio

__ADS_1


Rio yang sudah ON lagi lagsung menyerbu rista dan mereka melakukan ronde ke dua hingga benar benar lelah dan akhirnya tertidur karena sudah larut malam.


__ADS_2