
keluarga angga di sambut oleh keluarga risma dengan hangat dan para tetangga juga ada yang menghadir, khususnya pak rt selaku ketua yang di hormati di lingkungan rumah risma.
acara lamaran di lakukan begitu meriah, melihat calon suami risma yang tampan semua tetangga begitu cemburu karena seorang risma yang pernah di olok olok oleh mereka karena pernah gagal dalam pernikahan, kini mendapatkan lamaran yang baik.
acara lamaran sudah selesai dan pernikahan akan di lakukan seminggu lagi karena anggi tidak ingin menunda lagi.
karena Risma sudah hamil dan dia tidak ingin pernikahan terjadi setelah perut calon mantunya itu membesar, tentu saja akan. membuat mereka malu.
semua sudah terjadi dan anggi tidak bisa marah karena percuma dan nasi sudah jadi bubur jadi sebagai orang tua hanya bisa menikahkan mereka segera agar tidak menjadi lebih malu lagi
denok memberikan kabar kepada ranti dan juga rista tidak lupa dia mengundang kepernikahannya, rista berjanji akan datang kepernikahan denok.
rista juga sudah merindukan suaminya karena memang rio masih tinggal di bali dan rista tidak menetap di satu tempat.
kadang rista berada di Surabaya, jakarta dan juga dia berada di bali, tiga kota yang sering di singgahi rista karena memang di sana ada orang orang yang rista sayangi.
rista merasa iri dengan dua temannya itu karena mereka mendapatkan pernikahan yang baik tidak seperti dirinya sampai sekarang belum mendapatkan restu dari mama rio.
Entah sampai kapan penikahan siri akan mereka jalani hanya karena terhalang restu.
Hari pernikahan denok pun tiba, denok yang terlihat cantik dengan gaun rancangan rista.
ranti yang masuk kekamar pengantin melihat denok yang terlihat lelah menghampirinya dan duduk di setelahnya.
"nok emang tadi malam kamu main berapa ronde sih kok kelihatan lelah sekali. " kata ranti yang mulutnya frontal sekali.
padahal masih ada perias bersama mereka dan denok memukul lengan ranti sampai mengaduh karena sakit dan terkejut.
"mulutmu ranti mana mungkin aku, ezzz dasar." kata denok malu karena ucapan ranti
"habisnya kamu itu pucat dan seperti orang sakit apa jangan... jangan.." kata ranti
denok membungkam mulut ranti dengan roti yang ada di setelahnya, agar ranti diam dan tidak meneruskan perkataannya.
__ADS_1
ranti benar benar mulutnya ngk ada filternya, bicara ngk tahu situasi.
udah ranti jangan sembarangan kamu, aku capek karena mengurus sendiri semua dan kamu tahu itu.
ranti diam dan baru menyadari akan ucapan yang dari tadi terlantar dari bibirnya, lalu diam dan sedikit melirik kepada orang lain selain dirinya dan denok.
"wah nok kamu kelihatan cantik dengan gaun ini, pasti rancangan bu rista ya,.?" tanya ranti mengalihkan pembicaraan.
"hmmm... emang bagus gaunnya, beruntung aku punya kawan perancang baju. " kata denok
"udah gitu gratis ya nok," kata ranti
"cakep." kata denok dan mereka berdua pun tertawa
dan perias pengantin tersenyum mendengar dua wanita yang sama sama satu kubu tingkat kekonyolannya.
"kak sebentar lagi Ijab apakah pengantin wanitanya sudah siap. " kata bibi denok di pintu
"sudah bu," kata perisa pengantin
"udah jangan khawatir ada aku, tapi lok rista belum sampai ya.?" tanya ranti
"siapa yang mencariku.?" tanya rata yang tiba tiba nongol di depan pjntu
"rista." kata denok dan ranti bersamaan mereka senang dan terkejut karena merwka fikir rista tidak datang.
"ayo acara sudah akan di mulai," kata rista membawa denok keluar dari kamar
ijab kabul telah di laksanakan dan kedua pengantin sudah merasa lega karena mereka akhirnya sah menjadi suami istri.
acara resepsi langsung di adakan di rumah denok pada tiga jam kemudian dan banyak undangan yang datang.
rista pamit kepada denok setelah acara berjalan satu jam karena kepala rista terasa pusing, mungkin karena dia langsung datang keruma denok setelah sampai di bali tanpa istirahat.
__ADS_1
karena rumah denok juga jauh dari bandara dan butuh tiga jam naik mobil, rista Akhirnya mengajak rio untuk menyewa hotel karena rista begitu lelah.
Rista datang bersama rio dan tadi rio menjemputnya di bandara, sampai di kamar hotel rista rebahan di kasur dan tertidur.
rio pergi keluar mencari obat untuk rista, obat sakit kepala di apotik.Jika sakit kepalanya belum sembuh juga rio akan membawanya ke rumah sakit.
rio mampir ketoko kue dan membeli beberapa kue untuk rista, siapa tahu rista ingin makan dan sudah malam tidak mungkin mereka keluar karena tiara juga sakit.
Sampai di kamar rista masih tidur dan rio meletakkan kue yang di belinya di meja, rio masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.
"sepertinya memang kelelahan, sampai tidak bangun. " kata rio dalam hati dan dicium membaringkan tubuhnya di sebelah istrinya dan ikut tertidur.
di kamar pengantin di malam pertama denok dan angga mereka melakukan penyatuan tubuh mereka dengan bergelora.
walaupun bukan pertama bagi mereka tapi rasa malam pertama membuat mereka bersemangat melakukan percintaan.
denok selalu mengingatkan angga untuk melakukan secara perlahan karena ada calon bayi mereka yang masih kecil.
angga yang memang selalu merasa candu dengan denok kadang melupakan apa yang denok katakan, rasa denok sangat luar biasa dan membuatnya menggila.
"beb kamu sungguh luar biasa ini sangat nikmat. " kata angga yang masih menyatukan tubuh mereka dan terus memacu dan denok juga merasakan rasabyang luar biasa.
"Aku akan keluar beb sudah ngk tahan." kata denok
"sama sama sebentar lagi." kata angga dan setelah itu mereka mendapatkan puncaknya bersama sama dan angga berbaring lelah di sebelah denok
"sayang kamu sungguh luar biasa, i Love you." kata angga mencium kening denok, sekarang mereka bisa tenang melakukan hubungan suami istri karena sudah SAH tadi siang.
Setelah resepsi pernikahan mereka angga langsung membawa denok pergi melakukan perjalanan dengan kapal miliknya.
angga ingin malam pengantinnya berkesan dari hari hari yang lain yang sering dia lakukan bersama denok.
mereka sering melakukan percintaan di hotel maupun di apartemen karena mereka sudah tinggal dan hidup bersama, setelah memutuskan menerima cinta angga, mereka memang tinggal bersama.
__ADS_1
untuk itu angga membawa denok malam pertama dikapal miliknya dan lebih tepat milik ayahnya, karena memang ayah angga seorang pengusaha sukses.
walaupun angga belum mau menggantikan ayahnya di perusahaan tapi ayahnya juga tidak memaksa angga karena angga juga termasuk sukses dalam mengelola bisnis nya.