Mengejar Janda Impian

Mengejar Janda Impian
rencana rara


__ADS_3

Suami dan anaknya memuji wanita beranak dua ini, benarkah apa yang di katakan? Kali ini rara ingin mengetahui kebaikan hati seorang rista.


Sebelumnya rara sudah meminta orang mengawasi semua setiap kegiatan yang di lakukan oleh rista selama satu bulan.


"mbk bagaimana sih kemarin saya perawatan di salon ini, tapi lihat wajah saya merah merah dan ini sangat perih mbk." kata brenda yang marah marah sambil memegang wajahnya karena perih.


Denok menghampiri wanita yang sedang marah marah itu dan menanyakan kepada ranti ada masalah apa.


"Nok mending kita panggil bu rista, bukannya dia ada di bali datang kemarin." kata ranti


Denok melihat ponselnya dan menelfon rista,mereka berbincang sebentar lalu mematikan ponselnya.


"Ran ibu sibuk katanya kita yang harus menanganinya." kaya denok


Denok menghampiri wanita yang marah marah dan membawa ke ruang kerja rista.


"Kak kemarin melakukan perawatan pada hari apa ya, soalnya tidak tercatat di buku kami." kata denok


Karena sebelumnya denok bertanya kepada bagian admin tentang wanita yang di depannya ini.


"Saya datang kemarin pada siang hari dan aduh perih sekali," kata brenda memegang wajah yang terlihat merah.


"Kak mungkin kakak salah tempat, mohon di ingat lagi apa kakak yakin datang di salon kecantikan almira.?" tanya denok menanyakan sekali lagi pada brenda


"Salon kecantikan almira bukankah ini salon kecantikan mira," kata brenda


"Bukan kak." kata denok


"Sepertinya aku salah masuk,Maaf." kata brenda


Brenda akan beranjak dari duduknya tapi sebelum nya brenda bertanya apa bisa dia melakukan perawatan untuk menyembuhkan wajahnya.


Denok menyarankan untuk kembali ke salon mira untuk minta pertanggung jawaban dan jika salon itu tidak bertanggung jawab baru datang lagi dan mencoba untuk membantu sebaik mungkin.


Denok mengatakan sesuai dengan apa yang rista katakan, karena bagaimanapun denok harus meminta saran dari rista.


Brenda menemui rara di sebuah restoran dan menceritakan semua yang terjadi di salon lalu rara memberikan amplop berisi uang untuk kopensasi karena telah mau bekerjasama dengannya.


"Boleh juga." kata rara

__ADS_1


Rara kembali pulang kerumah hari ini dia akan mengundang rista kerumahnya dan melakukan drama di depan rista.


Rara menelfon rio dan meminta nanti malam membawa rista untuk makan malam bersama.


rara menelfon seseorang yang akan membantunya melakukan drama di depan rista dan ingin tahu reaksi rista jika rio di goda di depan matanya.


Karena rara ingin tahu seberapa besar cinta dan dewasanya rista.


Rista masih di butiknya sedang menerima tamu melihat desain pakaian yang akan dia gunakan untuk fasion show tiga bulan lagi.


Rista akan melakukan fasion show di bali untuk desain barunya dan sekarang sedang mempersiapkan segala galanya dengan bantuan para sahabat rista.


Rista bersyukur mempunyai sahabat yang setia membantunya dalam setiap rista membutuhkan mereka.


Karena rista juga tidak peritungan dengan sahabat sahabatnya dia juga sangat baik jika ada sahabat yang membutuhkan pertolongan dia akan membantu mereka.


ponsel rista berbunyi karena masih sibuk rista hanya mengirimkan pesan kepada rio mengatakan jika dia akan menelfon kembali jika sudah selesai mengurus urusannya.


Sampai jam empat sore rista baru bisa merenggangkan badannya karena rista baru saja menyelesaikan pekerjaannya.


Nanti dia akan bertemu dengan EO untuk mempersiapkan tempat acara yang akan di gelarnya .


Kali ini denok akan ikut membantu rista begitu juga dwngan ranti, rista sengaja ingin dua karyawan sekaligus temannya membantu.


Rista yakin jika denok dan ranti bisa di andalkan, karena memang biasanya ranti juga denok yang membantu rista di bali.


"Sayang maaf baru bisa menelfonmu," kata rista


"Apa sudah selesai.?" tanya rio


"Untuk urusan hati ini audah selesai, kak rio tidak datang ke apartemen malam ini.?" tanya rista


"Datang, tapi aku juga masih ada urusan nanti pulang malam dan aku akan mampit ke tempatmu sebentar." kata rio


"Baik, aku mungkin sudah tidur, bangunkan aku jika kakak sudah masuk ke apartemen." kata rista


"hmmm, sayang mama ingin kita makan malam bersama di rumah," kata rio


"Kapan itu kak.?" tanya rista

__ADS_1


"Sabtu, ada waktu sayang.?" tanya rio


"Akan aku usahakan." kata rista


Baik aku akan menutup telefonnya dan jangan lupa makan juga istirahat, sampai ketemu nanti malam." kata rio mematikan ponselnya.


Rista memijat kepalanya lalu beranjak dari tempat duduknya, sepertinya di bawah karyawan sedang sibuk di jam sore seperti ini dan rista tidak bisa berdiam diri hanya melihat.


Akhirnya rista turun dan membantu melayani pelanggan yang sedang mencari baju, walaupun lelah rista tidak bisa istirahat jika melihat karyawannya yang sedang sibuk sedangkan dia bersantai.


Begitu lah rista dia memang wanita pekerja keras dan bagi rista jika ingin sukses jangan bermalas malasan dan itu adalah prinsip yang di miliki rista.


"Bu minum dulu sepertinya ibu lelah," kata dea yang menghampiri rista dan membawa teh hangat untuknya.


Rista menerima teh itu dan meminumnya di meja kasir dan sekarang dia bisa lega karena pengunjung tidak sebanyak tadi.


Sudah jam lima sore rista bersiap untuk pulang ke apartemen karena dirinya juga sudah lelah, rista mampir ke toko kue membeli kue.


"Saya mau ini kak,kata rista


"Saya juga mau yang ini, ada lagi ngk.?" tanya wanita yang naru datang dan menunjuk kue yang sama yang diinginkan rista.


"Maaf kak sudah tidak ada lagi." kata pelayan toko kue


"Sayang sekali padahal tanteku hanya suka kue ini." kata wanita itu


Walaupun pelan rista mendengar cicit wanita cantik itu dan rista langsung mengatakan, "kak kue nya buat wanita itu aja aku akan memilih yang lain." kata rista mengalah karena mendengar jima tante wanita itu hanya menyukai kue yang sama dengannya.


"Terimakasih." kata wanita itu dengan senyum di wajahnya


Rista sampai di apartemenya dan langsung masuk kekamar mandi membersihkan badannya mandi, setelah itu rista memotong kue yang dia beli dan menyantapnya.


Rista berbaring di kasurnya dan menelfon mamanya, mereka berbincang dan menanyakan kabar anak anaknya.


Karena seharian ini sangat melelahkan, rista tidak terasa ketiduran padahal dia sedang bertelefonan dengan mamanya.


Mendengar suara dengkuran halus di telefon rinda menggelengkan kepala dan dia tahu jika rista sudah tidur dengan ponsel yang masih terhubung.


"Dasar anak ini, bisa bisanya tidur saat sedang menelfon." kata rinda tersenyum lalu mematikan ponselnya

__ADS_1


__ADS_2