
Tring...tring..suara panggilan telefon berbunyi, nama rio teryera dalam layar ponsel, segera rista mengangkat ponselnya.
Sudah sebulan ini rista dan rio mulai intens bertelefon setidaknya sehari dua kali dan mereka seperti anak muda yang sedang kasmaran.
Sejak rista mengetahui rio adalah kakak rio teman masa kecilnya rista sudah mulai membuka hatinya, walaupun rista belum menerima permintaan rio untuk menjadi kekasihnya.
Mereka belum saling bertatap muka lagi sejak rista kembali ke jakarta dan rio masih di sibukkan dengan pekerjaannya.
"ris aku akan kejakarta ada pekerjaan di sana, aku akan mampir kerumah untuk bertemu denganmu bolehkan,?" tanya rio
"kak rio akan kejakarta, kapan dan tentu saja boleh." kata rista tersenyum karena tidak di pungkiri jika rista juga ingin bertemu dengan rio.
"Lusa," kata rio
Rio senang karena rista juga sepertinya tak sabar untuk bertemu dengannya, di dengar dari caranya menanyakan kapan kedatangannya, rio yakin rista pasti juga sangat merindukannya sama seperti dirinya yang menahan rasa rindu selama sebulan ini.
Rio memanggil sekertarisnya untuk menanyakan jadwalnya di jakarta, rio akan meluangkan waktu bersama rista dan berniat menanyakan jawaban akan pertanyaannya malam di pantai kala itu.
Rista sedang berada di butiknya yang sedang ramai di kunjungi dengan pelanggan, karena sekarang aedang musim pengantin dan banyak orang mengadakan pernikahan.
Tentu saja butik almira selalu ramai pengunjung jika ada musim seperti ini, karena baju dan gaun gaun rista memang sangat cocok untuk berpergian keacara kondangan serta pesta lainnya.
Walaupun banyak juga pakaian santai tapi rancangan rista memang sungguh luar biasa,oleh karena itu butik almira sangat terkenal di mana mana.
Selain harga yang mencangkup untuk semua kalangan serta kualitas yang sangat bagus, rista memang selalu mempunyai ide cemerlang dalam memarketingkan bisnisnya.
Kadang memberikan diskon juga sering lakukan di setiap bulannya dan kadang juga rista memberikan vocher untuk para pelanggan yang membeli dengan jumlah yang telah di tentukan.
Rista bersyukur karena bisnis butik yang dia geluti semakin menanjmak dan itu semua berkat para sahabat dan dukungan keluarga.
Menjelang sore rista pulang kerumah dia ingin berbicara kedatangan rio dengan mama dan sedikit curhat kepada mama tentang perasaan yang dia rasakan.
Selama ini mama adalah tempat rista meminta pendapat,karena kebijaksanaan mama sangat penting dalam kehidupan rista.
Selama ini mama yang selalu mendukung rista sampai dia bisa menghadapi semua masalah dalam hidupnya dan perkataan mama selalu bijak di setiap menasehati rista.
__ADS_1
Walaupun rista sudah dewasa dia masih memerlukan nasihat untuk dirinya dan nasihat mama adalah yang baik untuknya.
"ma, aku pulang," kata rista yang mesuk kedalam rumah dan langsung menuju dapur karena mama memang biasa sibuk membuat makan malam bersama bibi di dapur.
"kamu sudah pulang sayang." kata mama yang memberikan minuman kepada putrinya.
"Ya, ma butik sangat ramai dan aku pulang setelah selesai membantu anak anak tadi." kata rista yang selalu berkata karyawannya adalah anak anak karena memang karyawan rista masih muda muda.
"Ma," kata rista yang memandang mamanya seolah mengatakan dia ingin mengatakan sesuatu tapi ragu.
"kenapa," kata mama yang langsung mengerti putrinya ingin mengatakan sesuatu tapi ragu dan mama menghampiri rista duduk di sebelahnya.
"Emmm kak rio akan datang ke rumah main, karena dia da pekerjaan di jakarta dan akan mampir katanya.boleh.?" tanya rista
"sayang, tentu saja boleh kenapa kamu bertanya kepada mama, cuma main bukannya melamarkan." kata mama yang memegang pundak putrinya.
"ma kak rio pernah meminta rista untuk menjadi kekasihnya," kata rista pelan tapi masih bisa di dengar oleh mamanya.
"Sayang kamu sudah sangat dewasa dan kamu tahu apa yang ada di hatimu, semua akan mama serahkan keputusannya padamu mama akan mendukung putri mama ini." kata mama
"Anak anak akan mengerti, jangan khawatir nanti kita bicarakan pada mereka." kata mama
Rista menghela nafas, rasanya sangat lega telah membicarakan tentang rio kepada mama dan rista meninggalkan dapur ke kamarnya untuk membersihkan diri sebentar lagi anak anaknya pulang sekolah.
Denok dan angga sudah sampai di rumah angga karena dia ingin memperjelas hubungan mereka supaya mama anggi jika putranya sudah mempunyai pilihan sendiri
Angga berharap dengan adanya denok dia bisa terlepas perjodohan dengan gea yang lebih tepatnya angga tidak ingin balikan dengan mantan pacarnya.
"Ma ada risma di ruang tamu." kata angga yang menghampiri anggi yang sedang santai di ruang tengah.
"bawa sini aja ga,!" kata anggi meminta angga membawa risma keruangan tengah
"tante akh bawa kue kesukaan tante," kata risma
Anggi menerima kue yang di bawa risma dan membawanya ke dapur lalu kembali keruang yengah menemui calon mantu pilihan anaknya itu.
__ADS_1
"Maaf ya kemarin kita tidak ngobrol banyak karena ada gea," kata anggi
"Ngk papa tante," kata risma
"Risma masih kuliah apa sudah kerja,?" tanya anggi
"kerja apa,?" tanya anggi
"Itu mah risma ada salon, dia punya salon." kata angga menyela perkataan risma karena takut risma akan mengatakan jika dia adalah bekerja di salon.
"pantesan kamu cantik, putih dan bersih ternyata punya salon kecantikan toh," kata anggi
"kapan kapan tante bisa mampir ke salon kecantikan milikmu ya risma," kata anggi
"Boleh tante." kata risma
"Ya sudah kalian ngobrol dulu tante mau kekamar istirahat." kata anggi yang beranjak dari duduknya lalu berjalan ke kamarnya.
"Angga kenapa kamu mengatakan seperti itu, bagaimana jika mama mu benar benar ke salon tempatku bekerja," kata denok
angga hanya diam dan cuek dengan perkataan denok karena yakin mamanya tidak akan kesalon tempat denok bekerja, mamanya sudah punya langganan salon sendiri dan angga sudah pernah mengantarkan mamanya pergi kesalon langganannya.
"Sudah jangan khawatir ngk akan," kata angga
Denok yang merasa lega karena perkataan angga bersender ke sofa, dia melihat angga yang tidak khawatir dengan sandiwara pacar bohongan mereka terbongkar.
Sedangkan denok sedikit mencemaskan hal itu karena takut jika dialah yang nanti di persalahkan jika ketahuan.
"risma mau lihat kamarku ngk." kata angga
"Ngk, angga kamu jangan macam macam ini di rumahmu ada tante anggi lagian ngapain kita ke kamar, jangan jangan kamu mau berbuat mesum sama aku." kata denok yang menyilangkan tangannya di depan.
"Mana ada pikiran seperti itu dan aku sudah pernah merasakan punyamu, walaupun setengah sadar tapi aku masih bisa mengingat malam panas kita waktu itu." kata angga kata angga yang mengacungkan jempol kearahnya.
Denok menjadi malu dengan perkataan angga yang begitu lugasnya mengatakan hal hal seperti itu apalagi mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
Walaupun sedikit malu tapi jika mengingat malam panas mereka denok juga merasa malam itu sungguh luar biasa.