Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Hadiah pernikahan


__ADS_3

Setibanya bella langsung menyusun pakaian nya yang ia bawa tadi, terpisah lemari dengan pakaian reyhan tentu nya karena dia sudah menebak pasti reyhan tidak akan mau bercampur sekecil apapun barang mereka berdua.


"Apa tidak sebaiknya kita gabung saja pakaian kita, aku lihat juga masih ada tempat kosong untuk di isi." Goda bella yang tadi sempat membuka lemari pakaian reyhan untuk memecahkan suasan yang lagi hening di antara mereka berdus.


"Jangan macam-macam ya, taruh saja pakaian mu di sana, jangan di campur." Tegas reyhan dengan tatapan mata yang tajam seakan mau menerkam bella kapan pun dia mau.


"Huft kamu ini gitu aja udah marah." Jawab bella dengan nada lirih ny.


"Kalau mau bercanda bukan disini tempatnya." Balas reyhan dengan mode acuh nya.


"Oh ya untuk hari ini aja kita tinggal disini dulu, karena papa sudah menyiapkan rumah untuk hadiah pernikahan kita." Lanjut reyhan yang menjelaskan pada bella.


"Kenapa kamu suruh aku membongkar barang-barang aku kalau kita langsung pindah." Ucap bella sambil berjalan seraya menatap tajam pada reyhan dan mendekatinya secara perlahan.


Reyhan yang melihat bella berjalan mendekatinya mendadak gugup karena sudah membuat macam bangun dari tidur nya ia pun berjalan mundur beberapa langkah agar tidak terlalu dekat dengan bella.


"Sial kenapa aku seperti pria bodoh." Batin reyhan tanpa sadar.


Bella yang sudah berada di depan reyhan, dan tidak ada lagi jarak di antara mereka berdua.


Bug.


"Aduhhh." Pekik reyhan karena merasa sakit di perutnya akibat pukulan bella yang kuat dan tidak bisa di hindari karena terjadi begitu saja secara tiba-tiba.


"Rasain tuh, nggak usah pura-pura sakit seperti itu." Balas bella dengan geram dan tidak merasa kasihan sama sekali kepada suami nya itu.


"Pergi saja sana, aku mau tidur-tiduran dulu nggak usah menggangu ku." Lanjut bella yang langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk karena sudah di permainkan oleh reyhan.


"Enak aja kamu kira aku tidak mau istirahat." Balas reyhan yang tidak terima sudah di pukul dan sekarang di tinggal tidur begitu saja.


Bella tidak menyahuti ucapan reyhan lagi hanya mengeser tubuhnya membiarkan reyhan untuk tidur di samping nya jika dia mau.


Bella yang sebenar nya ingin tidur mengistirahat kan tubuh nya tapi tidak bisa hanya mata nya saja yang terpejam.


"Kenapa sih mata ku ini tidak mau tidur, apa karena sudah istirahat tempat daddy." Gumam bella dengan suara kecil karena tidak mau di dengar reyhan.


"Ah, aku ada ide aku peluk saja reyhan siapa tau nyaman aku langsung tidur pulas." Batin bella dengan senyum-senyum karena membayangkan dia dan reyhan yang berpelukan.


Deg.


Reyhan yang baru memejamkan matanya langsung shock karena mendapat kan pelukan bella yang erat.

__ADS_1


Tubuh nya menegang langsung tapi dia mencoba rileks karena tidak tahu harus melakukan apa, apa harus membalas atau biarkan saja tubuh nya kaku karena di peluk bella secara tiba-tiba.


"Nyaman sekali." Batin reyhan setelah tubuh nya di peluk bella.


Tanpa di duga bella reyhan membalas pelukan nya itu tak kalah erat dari nya sendiri, bella yang merasakan perasaan nyaman itu langsung membuka mata nya dan melihat wajah tenang reyhan.


Coba saja kalau kamu membuka mata mu sambil memeluk aku mas, aku merasa seperti perempuan yang paling beruntung karena merasa di cintai suami nya sendiri, tapi tak apa meskipun kamu berada di bawah alam sadar mu tapi aku sudah merasakan pelukan mu dan itu membuat ku bahagia mas. Batin nya berkata.


Bella langsung menyelusuri wajah tampan reyhan dengan tangan mungil nya itu dan ada perasaan yang tak rela jika dia mau berbagi suaminya dengan perempuan lain, ya walaupun bella lah yang sudah masuk dalam hubungan reyhan dan kekasih nya itu.


"Reyhan, kamu sudah tidur ya?" Tanya bella saat tangan sudah sangat nakal dan lancang menyentuh wajah reyhan.


Reyhan yang ingin melihat apa saja yang di lakukan bella, memutuskan diam saja seolah ia tidur.


Kamu cukup mendengarkan saja rey, nggak usah di jawab ok. Batin reyhan.


"Hm kamu sudah tidur rey, aku belum bisa memejam kan mataku tapi aku ingin cerita rey." Lanjut bella.


"Apa dia gila aku sudah tidur dia ingin cerita." Batin reyhan yang merasa heran dengan tingkah istri nya itu.


"Aku senang sekaligus sedih rey atas pernikahan ini, senang nya aku membayangkan seperti memiliki seorang kakak yang menyayangiku menjagaku bisa berbagi cerita, tapi itu hanya anganku saja mas kenyataannya kamu memiliki wanita lain selain aku bahkan kamu mengatakanya sebelum kita menikah itu sangat menyakitkan sekali andai saja waktu bisa menggulang semua nya aku juga tidak mau berada di posisi seperti ini mas." Terang bella dengan nada sendu nya.


"Apa tidak ada harapan untuk kita berdua saling mencintai, membangun rumah tangga yang normal seperti daddy dan mommy dan pasangan yang pada umum nya saling mengasihi mas." Pinta bella pada reyhan meskipun reyhan tertidur tapi ungkapan di dalam hati nya ingin ia keluarkan semua karena nanti nya dia sendiri lah yang akan merasakan perasaan lega.


Lega itulah perasaan bella yang ia rasakan sekarang ini.


Bella yang sudah mengutarakan perasaannya itu tak bisa menahan air mata nya lagi, Ia langsung mengambil posisi yang nyaman karena merasa capek menangis di hari yang sama dan sudah beberapa kali terjadi.


Reyhan langsung membuka matanya karena tidak merasakan pergerakan lagi dari bella istri nya itu


Ternyata perempuan ini belum pernah berpacaran, tapi aku tidak percaya dengan wajah cantiknya tidak ada laki-laki yang mencoba mendekatinya. Apa katanya tadi ia mau membangun pernikahan yang sesungguhnya bersamaku padahal dia tau aku sudah memiliki kekasih.


"Apa aku coba saja dulu ya, tapi bagaimana dengan tina." gumam reyhan


Dengan kebimbangan yang menyelimutinya ia berfikir keras terjebak dengan status nya sebagai suami orang tapi memiliki kekasih yang sudah beberapa tahun menemaninya, mengisi kekosongan yang kerap hadir menyapanya. Tina satu-satunya perempuan yang bisa mengerti sifat reyhan yang kadang terlihat baik dan juga sedikit ketus omangannya, karena mengincar harta reyhan apalagi reyhan sudah jadi ceo.


Tapi reyhan tidak mengetahui nya sebab itulah reyhan akhirnya menerima tina karena sudah berapa kali reyhan menolak nya tapi tidak membuat tina pergi dari kehidupannya membuat reyhan luluh dan menerima tian dalam kehidupannya.


"Aku tidak bisa mencintaimu begitu saja sedangkan di hatiku ada orang lain, tapi aku sudah berjanji pada daddy dan mommy mu akan menjaga mu itu yang akan ku usahakan menepati janjiku." Batin reyhan sambil menatap ke arah bella dengan perasaan yang susah di tebak oleh dirinya sendirin


Seperti itulah kehidupan kita di dunia ini entah dengan perasaan ataupun hal lain nya tidak ada yang bisa mengatur nya dan juga menebak nya apa dan bagaimana yang akan terjadi pada kita semua.

__ADS_1


Di mansion.


"Pa kamu sudah menyiapkan rumah untuk menantuku?" Tanya mama olive sambil menyederkan kepalanya di bahu sang suami.


"Sudah dong ma, besok langsung bisa di tempati mereka berdua." Balas papa dion sambil mengusap kepala istrinya.


"Kenapa juga mereka tidak mau tinggal disini, rumah kita kan masih banyak kamar kosong lagian mama mau minta temenin bella kalau mau pergi arisan ke salon, huh anak papa itu menyebalkan sekali sok-sokan mau mandiri, padahal kalau ada apa-apa masih minta solusi sama kita." Adu mama olive dengan nada manja nya.


"Biarin aja ma, mungkin reyhan butuh privasi mereka kan pengantin baru lagi mesra-mesranya nanti takut kita ganggu." Balas papa dion menenangkan mama olive yang lagi merasa sedih.


"Ayo kita masuk ma udara disini semakin dingin nanti kamu sakit lagi." Ajak papa dion kepada istri nya itu.


"Gendong pa." Ucap mama olive dengan nada manjanya sambil membentangkan kedua tangan nya.


Papa dion langsung dengan sigap menyatukan kedua tangan istrinya ke lehernya agar tidak terjatuh saat mereka berjalan nanti nya.


Pelayan yang melihat majikan nya tersenyum melihat keharmonisan papa dion dan mama olive yang sering terjadi di mansion mereka berdua.


"Pa, mama malu di liat mbok." Ucap mama olive sambil menyebunyikan wajahnya di punggung suami nya karena melihat mbok tersenyum melihat mereka berdua.


Papa dion yang mendengar itu sedikit mempercepat langkahnya menuju kamar mereka berdua.


"Ma kita sudah sampai, tolong buka pintunya papa tidak bisa." Kata papa dion yang sudah berada di depan pintu kamar.


"Baik pa." Balas mama olive yang langsung sigap membuka pintu nya itu.


Papa dion langsung menurunkan mama olive dengan lembut di balas mama olive dengan mengecup pipi kiri kanan sambil mencuri ciuman di bibir suaminya.


"Terima kasih pa." Ucap mama olive sambil tersenyum senang menatap suami nya itu.


"Sama-sama istriku yang cantik." Balas papa dion sambil mengecup kening mama olive.


"Papa ini suka sekali mengoda ku." Jawab mama olive malu-malu.


"Tidak papa berkata sejujurnya, tidak ada yang cantik selain mama." Kata papa dion sambil menatap tulus mama olive yang sudah menemani nya sampai saat ini.


Mereka berdua langsung berpelukan saling menyalurkan rasa cinta dan kasih sayang yang ada di antara mereka berdua.


Mama berharap reyhan bisa menerima bella sebagai istrinya karena mama bisa melihat kalau bella anak yang baik-baik lagian tidak pernah terdengar gosip-gosip tentang bella yang jelek, reyhan beruntung bisa mendapatkan bella.


Papa dion dan mama olive tidak pernah merestui reyhan dan tina, karena mereka tidak menemukan ketulusan dalam diri tina berbeda dengan bella.

__ADS_1


Tapi begitulah kalau orang sudah jatuh cinta tidak bisa membedakan mana yang baik mana yang tidak.


kalau kata orang cinta itu buta memang benar contohnya reyhan, seperti itulah fikir mama olive.


__ADS_2