Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Satu bulan


__ADS_3

Semakin hari, reyhan dan bella semakin dekat, dari yang tidak mengenal mereka berdua belajar untuk saling mengenal satu sama lain.


Berbaikan, satu kata yang menguntungkan bagi bella, karena bella yang cerdik agar reyhan tidak canggung-canggung lagi sama bella ia menyuruh reyhan untuk menganggap nya sebagai adik nya sendiri.


Dan reyhan menyetujuinya, banyak orang berspekulasi buruk tentang bella karena selalu menempel pada nya, padahal kenyataan nya memang harus begitu mereka pasangan suami istri lalu salah nya dimana.


Acara pernikahan reyhan dan bella memang di selengarakan dengan besar dan megah sekali tetapi para karyawan di sana ada yang sebagian yang di undang tidak semua nya.


Hari ini pertama kalinya bella bekerja di kantor suami nya sendiri.


Reyhan yang telah selesai terlebih dulu langsung turun ke bawah.


Bella yang ingin tampil perfect membutuhkan waktu yang cukup lama tidak seperti reyhan yang sat set langsung selesai.


Tok tok tok..


Suara hels bella terdengar oleh telinga reyhan, lantas reyhan langsung mengangkat kepalanya melihat ke arah bella.


Cantik. Batin reyhan.


Ya ampun kok begitu sih reyhan menatap ku apa ada yang salah ya. Ucap bella dalam hati nya.


Bella langsung melambaikan tangan nya di depan muka reyhan.


Tapi belum bisa menyadari suami nya sendiri.


Bella langsung menepuk pipi suaminya.


Puk Puk Puk.


Tidak keras tapi mampu membuat reyhan tersadar.


Khemm. Reyhan berdehem untuk menghilangkan rasa malu nya.


"Apa aku sangat cantik mas, sampai reaksi kamu begitu terkejut." Goda bella sambil menoel dagu suami nya.


"Kamu tidak seperti anak kecil lagi, sudah terlihat dewasa." Balas reyhan.


"Bagus dong mas biar kalau kita berjalan berdua tidak di kira adik kakak dong malah seperti pasangan yang serasi." Terang bella sambil tersenyum.


Bella bukan nya marah malah ia senang karena dengan begitu reyhan tidak menganggap nya adik lagi malah lebih ke pada kekasih nya. Begitulah bayangan fikir bella.

__ADS_1


"Kamu ini kan kita sudah sepakat, aku akan menganggap mu seperti adik ku sendiri sampai waktu empat bulan yang akan datang." Jelas reyhan.


"Masa sih mas, sudah satu bulan saja." Tanya bella dengan mencodongkan tubuhnya ke arah reyhan, suami nya sendiri.


"Lihat saja ini tanggal berapa." Sampai menunjuk kalender yang ada di dekat mereka.


Bella langsung berjalan untuk melihat nya tapi di halangi reyhan karena mereka hampir telat untuk berangkat bersama.


Reyhan langsung memegang tangan bella untuk menyuruhnya duduk kembali.


"tiga puluh menit lagi waktu kita ke kantor kalau tidak aku akan di cap jelek karena mengajarkan para karyawan ku tidak baik. masa bos nya sendiri datang tidak tepat waktu." Jelas reyhan sambil menunjuk kan arloji nya.


"Ayo tunggu apalagi, kita berangkat sekarang." Kata bella sambil mengajak reyhan untuk berjalan bersama.


Reyhan yang ingin menyetir sendiri tidak memakai supir nya.


Reyhan sudah siap di kemudi setir di ikuti bella yang duduk di samping nya.


Perjalanan mereka yang lancar karena tidak ada kemacetan, membuat mereka berdua tidak datang terlambat.


Melihat kedatangan pemilik perusahaan tempat mereka bekerja atau yang lebih di kenal dengan kata ceo, mereka semua yang ada di sana berbaris menyambut reyhan dan tentunya bella yang ada di belakang reyhan.


Reyhan tidak membalas sapaan mereka dia hanya memasang wajah datar nya saja tapi lain hal nya dengan bella, bella mengangguk seraya tersenyum pada semua orang di sana.


Bella langsung berdiri, serta mengikuti anton dari belakang.


"Cinta, tolong ajari istri nya bos kita untuk mempelajari beberapa dokumen yang biasa kita tangani." Pinta anton sambil menjelaskan status bella, ya meskipun cinta sudah mengetahui nya.


"Baiklah anton." Balas cinta.


Anton langsung pergi meninggalkan mereka berdua karena masih ada lagi pekerjaan yang mau di kerjakan.


"Mari nyonya duduk disini." Kata cinta dengan rasa formal nya.


"Tidak usah formal begitu, aku juga tidak suka kamu memanggil ku dengan panggilan nyonya." Sahut bella dengan rasa enggan nya.


"Jadi mau aku panggil apa?" Tanya cinta.


"Panggil saja, bella umurku juga jauh di bawah mu kak." Inisiatif bella sendiri memang cinta dengan sebutan kakak.


"Tidak bisa begitu, nanti aku di marahi bos lagi."

__ADS_1


"Begini saja aku panggil nona, bagaimana? " Sambung cinta.


"Itu lebih baik." Pungkas bella yang tidak mau berdebat."


Cinta mengajari dasar nya terlebih dulu supaya bella tidak kesusahan nantinya.


Masing-masing dari mereka menghadap ke komputer untuk mengerjakan beberapa pekerjaan.


Bella sesekali bertanya pada cinta jika kesusahan dalam mengerjakan tugas nya, cinta dengan sigap menjelaskan dan memberi arahan supaya bella bisa mengerjakan nya.


Jam makan siang tiba, Bella pergi ke ruangan reyhan untuk mengingatkan jam makan nya, kalai tidak kebablasan suami bella itu bekerja.


"Ayo mas kita pergi ke sebrang keliahatan nya enak tu makanan di sana orang-orang banyak yg ngantri juga di sana mas." Kata bella sambil menunjuk restoran yang ada di sebrang kantor suami nya.


"Kita suruh anton saja ya, nanti kamu bosan di sana, karena menunggu lama." Balas reyhan.


"Nggak enak loh mas, masa kita mau makan aja merepotkan dia." Kesal bella pada suami nya.


"Bukan begitu, ayo kalau kamu mau kesana." Pungkas reyhan yang langsung mengandeng tangan bella untuk pergi ke restoran tersebut.


"Jalan kaki aja yang mas, nggak apa-apa kan dekat." Titah bella.


"Kamu ini bisa turun derajat ku di suruh berjalan kaki." Balas reyhan dengan mencibikkan bibir nya.


"Nggak kok mas, sekali-sekali loh mas nanti kamu terbiasa nggak minder lagi."


"Lagian enak kok mas, sekalian olahraga." Sambung bella membujuk reyhan.


"Mana ada olahraga inikan sudah siang." Balas reyhan sambil menutupi wajah nya yang silau terkena sinar matahari yang mengarah ke arah mereka berdua.


"Kamu nggak kepanasan bel." Sambung reyhan karena melihat bella yang biasa saja.


"Ya panas lah mas, tapi mau gimana lagi, ayo cepat mas." Balas bella sambil menarik tangan reyhan karena ingin menyebrang.


Tin tin tinnn!


Banyak sekali bunyi klaskson kendaraan di sana, karena reyhan yang lambat menyebrang.


"Kalau mau nyebrang itu jangan tanggung-tanggung, kalau kalian mati bagaimana?" Ucap sopir dengan kesal dan langsung menancap gas nya lagi.


"Nggak sabaran banget sih, emang siapa juga yang mau mati, dasar gila." Gerutu reyhan yang kesal sambil mengumpat pak sopir tadi

__ADS_1


"Hehehe sorry ya mas, gara-gara aku kamu di marahi orang." Balas bella sambil menahan tawa nya


__ADS_2