Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Badan kecil


__ADS_3

Setelah sampai bella yang mengerti kalau reyhan yang tidak terbiasa berada di tempat seperti ini meminta suami nya untuk duduk dan bella yang memesan menu yang akan mereka nikmati berdua.


Kebetulah sekali ada meja di pocok sebelah kanan kosong.


"Mas duduk di sana dulu! aku mau memesan makanan dan minuman." Perintah bella sambil menunjuk meja yang kosong.


"Baiklah, cepat lah pergi aku sudah lapar." Balas reyhan sambil memegang perut nya.


Untung ganteng, mana sudah jadi suami aku lagi kalau tidak beh sudah aku lempar ke dasar jurang sana. Batin bella dengan kesal sambil menghentak-hentakan kaki nya.


Rasain tuh siapa suruh tadi menertawakan aku. Ucap reyhan dengan puas karena sudah membuat bella kesal.


Reyhan berjalan melangkah ke arah meja yang kosong tadi, dengan langkah yang tergesa-gesa karena takut di duduki oleh orang lain.


"Mbak pesan gurame asam manis satu, cumi goreng satu, sup buntut satu, sama bakmi goreng nya satu, oh ya mbk satu lagi sama pakek nasi dua ya mbk." Ucap bella.


"Ada lagi nggak mbak?" Tanya pelayan di sana.


"Ehmm minum nya ice drink dua sama air putih nya dua mbak."


"Baiklah mbak di tunggu ya pesanan nya."


"Di meja sebelah sana ya mbak." Balas bella sambil menunjuk meja yang sudah di tempati reyhan.


"Iya mbak." Kata pelayan di sana sambil tersenyum.


Bella melangkah pergi ke arah meja reyhan.


"Pesan apa aja kamu bel?" Tanya reyhan.


"Ada deh mas, pokok nya mas pasti suka juga." Balas bella membuat reyhan penasaran.


"lama banget ya bel, apa kita bungkus saja nggak usah makan di sini."


"Kamu ini mas, nggak sabaran banget." Kesal bella reflek menyubit lengan suami nya.


Ahh..


Teriak reyhan seraya makanan dan minuman datang bersamaan.

__ADS_1


"Pengantin baru ya mbak, masih mesra-mesra nya." Goda pelayan di sana karena sempat mendengar teriakan reyhan.


Khemm..


Reyhan berdehem untuk menetralkan suasana di sana.


"Iya mbak." Balas bella dengan malu-malu.


Selesai menata pesanan bella tadi mereka pamit undur.


"Silahkan di nikmati." Ucap pelayan sebelum meninggalkan reyhan dan bella.


"Terima kasih." Balas bella sambil tersenyum.


Reyhan yang melihat banyak sekali makanan dan hampir memenuhi meja mereka di buat melongo.


"Bel, apa kita berdua makan ini semua." Tanya reyhan dengan tampang tak percaya nya.


Bella terlebih dulu berdoa di dalam hati nya.


"Iya dong mas, siapa lagi kalau bukan kita berdua." Balas bella yang langsung memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Ehm enak mas, coba lah ini mas." Kata bella sambil menunjuk gurame dan makanan yang lain nya.


"Iya-iya mas, aku tahu kok lagian kamu dan aku sama-sama lapar lagian aku pesan juga satu porsi ya walaupun banyak berbagai menu kan sekali-kali nyicip kalau enak kan bisa datang ke sini terus."


"Hmm habis kan saja makanan mu itu jangan banyak bicara." Perintah reyhan.


"Baiklah mas." Balas bella sambil mengunyah.


Setengah jam semua makanan di sana beserta minuman yang di pesan tadi sudah habis semua, walaupun hampir seluruhnya bella yang menghabiskan nya.


"Badan kamu ini kecil, tapi makan nya besar sekali, dasar perut karet." Ledek reyhan setelah melihat bella memegang perutnya karena kekenyangan.


"Enak aja bilang badan ku kecil, ini tuh langsing tau." Ucap bella berdiri sambil memamerkan bentuh tubuh nya pada reyhan.


Bella sedikit mencondongkan tubuh nya berputar-putar di depan suami nya, karena ada rasa tidak terima, suami nya sudah mengatai ia kecil.


Reyhan yang menoleh ke kiri dan kanan karena dia merasa jadi tontonan karena aksi istri nya itu ikut berdiri dan menarik tangan bella untuk duduk kembali.

__ADS_1


Sial, kenapa aku bisa lupa lagi di luar, malu nya aku ini gara-gara kamu sih mas. Batin bella dengan rasa kesal nya.


Bella yang di paksa duduk dan tersadar apa yang ia lakukan hanya bisa mendudukkan wajah nya dengan rasa malu yang luar biasa.


Reyhan langsung membayar makanan tadi dan bergegas pergi di ikuti bella yang ada di samping nya.


Setelah masuk dalam mobil bella langsung menyubit keras perut suami nya.


"Ahhhhhh." Teriak reyhan kesakitan karena cubitan bella yang sangat kuat.


Reyhan hanya bisa menatap tajam bella tanpa bisa membalas nya.


"Rasain tuh." Kesal bella yang sudah terlampiaskan.


Reyhan mengelus perutnya yang sakit. Tidak ada yang memulai percakapan lagi, mereka berdua terdiam dengan pikiran nya masing-masing.


Hingga sampai di kantor pun belum ada yang membuka suara reyhan yang langsung kembali ke ruang kerja nya dan bella yang langsung duduk di meja sebelah bersama seketaris suami nya sendiri.


Fokus dengan pekerjaan masing-masing, tapi reyhan yang masih kesal dan marah sama bella masih mendiamkan bella, dia juga tidak mengajak bella pulang bersama.


Saat reyhan keluar dari ruangan nya langsung bersitatap yang kebetulan bella juga sudah siap ingin pulang bersama, reyhan langsung mengalihkan pandangan nya dan pergi begitu saja tanpa mengajak bella untuk pulang bersama.


Reyhan tidak langsung menuju kamar nya tapi ia pergi ke ruangan kerja yang belum di masuki nya selama berada di rumah, karena reyhan selalu mengerjakan pekerjaan nya di kantor jadi ia belum pernah membawa pekerjaan kantor.


Ia ingin meredakan emosi nya sesaat karena untuk melampiaskan rasa sakit nya ia tidak mungkin melakukan nya pada bella.


Sebenarnya rasa sakit itu sudah berkurang tetapi rasa kesal terhadap bella yang bersikap semaunya seperti kekanak-kanakan itulah yang membuat reyhan mendiamkan bella agar bella bisa berfikir lebih dewasa sedikit.


Bella yang merasa sedih karena di acuhkan reyhan melangkah kan kaki nya dengan perasaan sedih


Apa aku tadi sudah keterlaluan ya. lirih bella.


Ia lantas memesan taksi dan meminta pak sopir untuk mengantarkan nya kembali pulang.


Hiks hiks hikss, tangis bella pecah melihat reyhan yang tidak ada di kamar.


Tangis pilu bella tidak bisa di dengar oleh orang dari luar karena kamar yang reyhan dan bella tempati kedap suara.


Menyedihkan, begitulah kira nya kalau melihat bella sekarang ini, dengan mata yang sembab bibir bergetar karena menangis yang cukup lama di tambah penampilan yang acak-acakan.

__ADS_1


Reyhan yang sudah kelelahan bekerja, tertidur di ruang kerja sendiri tanpa membersihkan tubuhnya terebih dulu.


Pakaian yang ia pakai tadi masih melekat di tubuhnya yang sempurna.


__ADS_2