
"Ayo kenapa juga kita malah berhenti disini ya re?" Tanya papa reyhan dengan mengerutkan dahinya itu menatap ke arah reyhan yang berada di sampingnya itu.
"Ayo nanti istri kita malah semakin merajuk karena kita lama menyusul mereka." Sambung papa reyhan sambil melangkahkan kakinya untuk beranjak pergi dari sana.
"Ayo pah." Balas reyhan yang tak kalah semangat dari papanya itu saat ini juga.
Papa dan anak ini melanjutkan langkah kaki mereka berdua tetapi lebih tepat nya reyhan lah yang mengikuti langkah kaki jejak dari papanya sendiri itu karena tidak tahu lokasi yang akan ia tuju tentunya.
Maka dari itulah jika papanya berhenti ia akan stop juga tetapi jika papanya kembali melangkahkan kakinya ia akan ikut berjalan dengan senyum mengembang pastinya yang terpampang di wajah tampannya itu.
Tidak begitu jauh dari mereka berdua melangkahkan kaki sudah terdengar tawa kedua perempuan yang mereka cari-cari tadi dan reyhan serta papanya sendiri sudah bisa memastikan arah sumber yang benar kali ini.
__ADS_1
"Hebat banget papa bisa tahu lokasinya." Puji reyhan dengan mengacungkan jempolnya itu sebagai bentuk apresiasi kebenaran langkah kaki papanya itu.
Karena tebakan yang ia katakan tadi pada papanya tidak satupun yang masuk akal jika sudah begitu pasti kebenarannya sudah nol atau zonk itu sudah pasti adanya.
"Papa gitu loh." Balas papa reyhan sambil menepuk dadanya sendiri.
"Mereka malah asik tertawa disini lah kita malah berdebat karena mereka berdua." Sambung papa reyhan sambil menepuk keningnya yang tidak bersalah itu.
Bagaimana tidak setelah papa reyhan dan reyhan sendiri di tinggal oleh istri mereka masing-masing ini malah saling menyalahkan satu sama dengan yang lainnya.
Ya meskipun tidak begitu lama terjadinya tapi tetap saja menghabiskan waktu yang sebenarnya bisa di manfaatkan dengan berguna oleh kedua orang ini.
__ADS_1
Tapi ya namanya manusia kalau tidak ada perdebatan di antara keduanya tidak akan seru pastinya hanya ada kedataran yang melingkupi di kedua orang ini masing-masing itu sudah bisa di pastikan adanya.
"Begitulah pah namanya juga perempuan." Balas reyhan yang tidak mau menjawab apa yang di katakan oleh papanya tadi.
Hanya kata itulah yang terfikirkan di kepala reyhan saat ini membuat papa reyhan mengerutkan dahinya keheranan oleh jawaban yang di berikan reyhan ini.
Bagaimana tidak biasanya ada aja jawaban atau perkataan yang di lontarkan reyhan membuat mood menjadi bergelora seperti ada api yang berkobar.
Tetapi terkadang juga bisa membuat lelucon orang terdekatnya yang artinya membuat kebahagian di dalam diri orang yang menjadi lawan atau yang lagi mendengarkan nya.
"Tumben kamu nggak ada jawaban yang nyeleneh nak." Jawab papa reyhan yang menatap wajah anaknya yang sedang biasa-biasa saja.
__ADS_1
Tak lupa tangan papa reyhan itu ia tempelkan ke kening anaknya dengan sempurna karen ingin memastikan suhu tubuh anaknya panas atau tidak dalam artian reyhan saat ini sedang demam atau tidak.
"Tidak panas." Gumam papa reyhan yang masih bisa di dengar oleh reyhan sendiri pastinya karena jarak di antara keduanya yang terbilang cukup dekat pastinya.