Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Kora-Kora


__ADS_3

Pertengkaran terselesaikan karena adanya komunikasi yang baik, kita tidak bisa menghindari nya karena itu akan membuat kita tidak tenang, makan tidak kenyang, tidur pun tidak nyenyak.


"Mas besok kan wekend bagaimana kalau kita ke dufan." Ucap bella.


"Baiklah kamu atur aja waktu nya nanti."


Bella tersenyum senang mendengar jawaban suaminya.


Reyhan yang sedang berbaring di kamar nya memainkan handphone nya sekedar mengecek kalau ada pekerjaan yang mau di kerjakan, dilihat nya tidak ada lalu ia memainkan salah satu game yang ada di hp nya.


Reyhan yang asik sendiri dengan hp yang dia pegang, lain halnya dengan bella memakai beberapa rangkaian skincare yang akan di pakai sebelum tidur untuk membuat muka nya sehat terawat meskipun hanya memakai nya di rumah saja ya walaupun sesekali ke perawatan ke salon.


Setelah selesai dengan rangkaian skincare malam nya bella membaringkan tubuhnya di samping reyhan.


Bella langsung memejamkan matanya kan mau mengisi energi nanti untuk besok.


Reyhan yang melihat bella sudah mendengkur halus membenarkan selimut istri nya dan mematikan tv ikut terlelap bersama bella.


Bella yang sudah bangun pagi-pagi sekali memasak untuk sarapan pagi dan sisa nya nanti akan di jadikan bekal untuk nya makan bersama reyhan.


Setelah siap dengan makanan dan minuman waktu nya ia membangunkan suami nya, reyhan yang sudah membuka mata nya lantas masuk ke dalam kamar mandi.


Bella langsung menyiapkan pakaian reyhan yang akan di pakai nya nanti, hanya kaos panjang dan celana panjang serta kaos kaki dan tak lupa sepatu cat putih yang senada dengan baju nya.


Begitu juga dengan bella dia yang ingin memakai couple menyamai warna pakaian reyhan begitu juga dengan sepatu nya.


Simple, satu kata yang mewakili penampilan reyhan dan bella.


Reyhan yang sudah siap dengan penampilan nya langsung masuk ke dalam mobil.


"Pak, kami mau ke dufan dulu, tapi saya menyetir sendiri." Jelas reyhan yang melihat pak sopir mendekat ke arah nya.

__ADS_1


Bella yang sibuk menyiapkan minuman, makanan dan beberapa cemilan untuk di masukkan ke dalam mobil.


Ketika sampai mereka seperti abg saja berjalan berdua beriringan memasuki dufan yang sudah ada banyak orang yang berada di sana.


"Selamat bersenang-senang." Ucap bella untuk dirinya sendiri.


Banyak orang kesana kemari menikmati permainan di sana.


Kora-kora, wahana yang pertama sekali menarik perhatian mata bella.


Reyhan yang tangan nya di tarik bella hanya bisa pasrah saja, di bawa kemana pun bella pergi.


"Ayo mas kita kesana, aku mau naik kora-kora." Ajak bella sambil menujuk wahana yang berbentuk perahu besar.


"Kamu tunggu sini dulu, aku mau membeli tiket nya dulu." Balas reyhan sambil menujuk orang-orang yang sudah mengantri terlebih dulu.


"Baik mas." Kata bella sambil menampilkan pupil yang membuat orang tau itu artinya tatapan penuh haru karena reyhan yang tanpa di suruh mau dengan suka rela mengantri berdesakan di sana.


Terima kasih mas, sudah mengabulkan keinginan kecil ku ini meski kamu belum sepenuhnya miliku hanya status saja yang menghubungkan kita berdua tapi kamu bersikap baik padaku mas, ucap bella dengan rasa terharu nya.


Setelah reyhan mendapatkan tiketnya lalu ia menyerahkan pada bella satunya dengan wajah tersenyum bahagia, seperti sedang memenangkan tender saja.


"Nih bel tiket nya, ayo kita kesana." Ajak reyhan dengan semangat.


Karena mereka berdua sudah lama tidak menginjakkan kaki ke sini.


Rasa bahagia mengiringi langkah kaki reyhan dan bella.


Reyhan memilih duduk di bangku nomor tiga di ikuti bella yang duduk di samping nya.


Reyhan menyuruh bella berpegangan karena semua orang sudah naik dan pemilik nya mengayun-ayunkan wahana nya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Ahhhh, berhenti-berhenti pak, aku nggak kuat."


"Pak tolong saya belum mau mati, anak saya masih kecil."


"Tolong pak, berhentikan aku mau pipis dulu."


Ada juga yang berdoa sepanjang wahana itu di mainkan.


Bella yang sebenar nya takut karena memacu adrenalin jantung nya, seperti senam jantung lebih tepat nya hanya berteriak seadanya karena melihat reyhan yang diam saja.


Bella tidak melihat reyhan karena mata nya tertutup rapat seraya berpengan kuat agar tidak terjatuh dari perahu itu, tapi dia bisa mendengar kalau reyhan tidak mengeluarkan suara sedikit pun.


Lain hal nya dengan reyhan yang sudah pucat pasi keringat dingin sudah keluar dari dahi nya tapi dia tidak mau mengeluarkan teriakan atau jeritan yang membuat image nya buruk di depan istri nya sendiri, karena takut kena ledek bella secara istri nya itu suka semau nya saja.


Reyhan yang memiliki tinggi 175 cm seakan-akan tubuhnya mau jatuh melayang kesana kemari makanya dari itu ia hanya bisa memejamkan matanya seraya berpegangan dengan kuat agar tidak terjatuh dari sana.


Tak lama wahana kora-kora itu berhenti.


Sujud syukur orang-orang yang baru menikmati eits salah, lebih telatnya menyiksa batin, tak terkecuali bella.


Alhamdulillah, ya ampun bisa jantungan gue kalau terus-terusan naik wahana tadi. Kata bella yang hanya bisa mengucapkan nya dalam hati.


Bella yang tersadar bahwa ia tidak melihat reyhan di sana lantas menegok ke kanan dan kiri tapi tidak melihat reyhan juga.


Dimana kamu mas, atau jangan-jangan mas reyhan sudah pulang lagi, pergi tanpa pamit ke aku. Fikir bella dengan rasa cemas nya.


Bella langsung menerobos segerombolan orang di sana tak lama reyhan muncul tiba-tiba dengan membawa minuman untuk menenangkan perut nya yang mau muntah dan kepala nya terasa pusing seperti sedang menerima beban yang besar.


Aku tidak mau lagi naik itu, untung saja bella tidak melihat muka aku yang sudah seperti mayat hidup tadi, terima kasih minuman karena sudah membantuku agar mempunyai alasan kenapa menghilang tadi.


Flashback, reyhan yang sudah turun tadi duduk sejenak menetralkan seluruh tubuhnya yang sudah bereaksi berlebihan bagaimana tidak muka yang tadi berseri-seri mendadak pucat tidak ada lagi warna bibir yang pink alami, jantung yang berdetak kencang seperti habis maraton dan di ikuti kaki dan tangan yang terasa dingin dan bergetar hebat.

__ADS_1


Di rasa reyhan sudah enakkan lalu ia bangkit untuk membeli minum untuk nya sendiri dan juga bella.


Flashback off.


__ADS_2