Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Kesiangan


__ADS_3

Matahar yang sudah beranjak naik ke atas permukaan nya, mengisyaratkan malam sudah berganti pagi yang di mana semua orang tidur akan bangun dengan sendirinya karena akan melakukan aktivitas yang seperti biasa di jalani oleh seseorang.


Reyhan semalam yang tidur nya lebih cepat dari bella, karena bella tidak bisa tidur terus memikirkan bagaimana nanti nya bertemu dengan reyhan, apakah ia yang akan meminta maaf terlebih dulu? itulah yang terus memenuhi fikiran bella.


Eghhh, lenguhan keras yang keluar dengan sendirinya dari mulut reyhan pastinya.


Ya ampun sakit semua badan ku ini gara-gara tertidur di kursi sialan ini. Kata reyhan yang langsung membentangkan tangan nya yang terasa kebas.


Ia yang sudah tersadar mengapa bisa sampai tertidur di sana, masih tidak mau untuk masuk ke kamar nya sendiri, bisa di katakan bahwa dia sendiri lah yang masih seperti anak kecil, sukanya merajuk.


Reyhan hanya mencuci muka nya dan mengosok gigi saja nanti acara mandi nya di lanjut di kantor sekalian berganti pakaian di sana karena terdapat kamar pribadi nya yang memang semasa ia remaja dulu suka menghabiskan waktu nya di kantor sendiri.


Karena itulah sering kali tina yang menjengguk reyhan, bukan reyhan yang tidak bisa datang tetapi karena kesibukkan nya yang tidak bisa di tinggalkan.


Reyhan langsung turun ke bawah bersiap-siap untuk pergi ke kantor nya tanpa pamit pada istri nya sendiri.


Dia yang melewati meja makan mengerutkan dahi nya, karena merasa heran belum ada aktivitas seperti biasa karena masih rapi tidak ada apa-apa disana.


Bibik yang melihat reyhan seperti orang binggung langsung menghampiri tuan nya itu.


"Tuan ada yang bisa saya bantu?" Tanya bibik.


"Ehm begini bik, apakah istri saya belum turun." Balas reyhan langsung pada intinya.


"Belum tuan, makanya kami semua belum menghidangkan makanan di meja ini tuan." Terang bibik karena sedari tadi menunggu majikan nya turun.


"Apa tuan mau sarapan, saya bisa mengambilkan nya tuan." Sambung bibik.


"Tidak bik, nanti kalau istri saya sudah turun bilang saja saya sudah pergi ke kantor." Balas reyhan menjelaskan pada bibik.

__ADS_1


"Baiklah tuan."


"Saya pergi dulu ya bik." Pamit reyhan pada bibik, dan langsung pergi ke kantor nya.


Selama di mobil reyhan kepikiran di bella apa dia sudah bangun atau terjadi apa-apa karena dia kemarin ingat sekali bella pergi bersama nya sudah di pastikan ia tidak memiliki kendaraan.


Mungkin dia sudah memesan taksi online, fikir reyhan, ah nanti juga di datang kenapa harus memikirkan ini sih, "kamu harus fokus reyhan." Ucap nya dalam hati


sebenarnya mereka berdua sama-sama salah dalam hal ini karena tidak di bicarakan baik-baik hanya saling menjahui satu sama lain di tambah ego yang besar dalam diri mereka sendiri yang tidak ada mau mengalah satu sama lain membuat masalah kecil jadi besar yang sewaktu-waktu akan menghancurkan semua nya.


Reyhan sudah memasuki ruangan nya dan langsung membuka kamar pribadi nya untuk membersihkan diri nya setelah itu memakai pakaian formal yang tergantung di lemari pakaian yang ada di sana.


Ya di sini perlengkapan reyhan sudah tersedia jadi kalau sewaktu-waktu dia lembur tidak perlu repot-repot pulang ke rumah untuk beristirahat di sini juga bisa.


Kembali ke mansion reyhan dan bella.


Bella yang baru membuka mata nya melihat jam yang menempel sempurna di dinding sudah menunjukkan pukul 11 siang, artinya ia sudah melewatkan pagi hari yang menyapa nya di hari ini.


Karena terlalu larut dalam tangisan bella bercermin di kaca untuk melihat keadaan muka nya yang mengenaskan.


Mata yang bengkak menghiasi muka nya ia lantas memutuskan untuk tidak masuk ke kantor terlebih dulu, tidak lucu bukan nanti ada yang mengosipkan dirinya yang terbilang menyedihkan ya walaupun sudah memakai make up tapi jelas sangat terlihat.


Ia lantas membersihkan tubuhnya untuk pergi ke salon merilekskan tubuhnya serta untuk menghibur suasana hati nya yang sedang buruk.


Dia tidak mau di lihat reyhan nantinya dalam keadaan sedang tidak baik-baik saja tapi terlebih dulu dia menghubungi anton, asisten suami nya untuk mengatakan ia tidak masuk ke kantor dengan alasan kesiangan.


Ya meskipun di bilang tidak profesional, mencampur adukkan persoalan pribadi tapi tidak apa-apa sekali ini saja tidak akan terulang lagi.


Setelah selesai ia memoles make up sedikit dan memakai lipstik agar tidak terlihat pucat dengan warna pink natural seperti warna bibir yang alami.

__ADS_1


Bella langsung ke garasi meminta kunci pada pak sopir untuk menyetir sendiri, karena tidak ingin menyuruh pak sopir bosan karena mau menunggu nya nanti.


Karena butuh beberapa jam untuk dia berada di salon nantinya, makanya ia memutuskan untuk menyetir sendiri.


Jadi nggak enak nih lagian nona bella kenapa mau menyetir sendiri sih, untuk apa tuan reyhan mengaji saya kalau pekerjaan nya tidak ada begini, seperti makan gaji buta saja. Ucap pak sopir setelah melihat mobil bella sudah pergi menjauh.


Ya bukan nya tidak bersyukur mendapatkan bos yang baik seperti tuan reyhan dan non bella tapi kalau begini terus kan rasanya tidak etis masa aku kerjaan aku cuman mencuci dan menjaga nya, ya meskipun sesekali sering mengantarkan bella.


Bella yang sudah sampai langsung masuk ke dalam dan membaringkan tubuhnya seraya kepala nya di keramas dan sesekali di pijam oleh mbak yang bekerja di sana.


"Hmm kalau begini enak banget rasanya." Ucap bella dalam hati sambil memejamkan mata nya.


Tidak hanya bagian rambut saja, tapi bagian kaki dan juga tangan ikut bella sertakan, karena sudah lama ia tidak ke salon terakhir bersama sahabat nya itu, warna cat kuku nya juga sudah ada yang hilang tidak enak lagi di lihat.


Beberapa jam sudah bella berada di sana ia nampak keluar dari sana dengan tubuh yang fresh sedikit ringan karena hilang sudah rasa penat terbayarkan oleh kerja keras pegawai-pegawai di salon tadi.


"K**alau begini kan enak tubuh ku, nggak malu lagi nih mau ketemu suami."


Benar ya kata orang kalau kita habis dari salon atau nggak shopping, bisa membalikkan mood para kaum wanita.


Senyum terbit menghiasi wajah bella, dia menenteng beberapa macam makanan yang sempat ia beli tadi sebelum pulang, untuk di bagikan para pekerja di rumah nya.


"Pak, ini ada sedikit makanan bagi-bagi sama yang lain." Ucap bella sambil memberikan beberapa kantong kresek yang berisikan makanan tadi.


"Baik non,"


"Terima kasih non." Ucap kompak beberapa para pria yang bekerja di sana.


"Sama-sama." Balas bella sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2