
Reyhan yang sudah berada di kantor yang tugas nya hanya duduk memakan waktu yang berjam-jam membuat tubuhnya kadang sakit dan kebas karena cukup banyak waktunya untuk duduk di kursi kebesaran nya itu tetapi ia harus bekerja keras menggunakan otak nya bukan otot seperti tenaga kerja yang kadang mendapatkan sedikit upah dari jerih payah keringat yang mereka kerjakan itu.
Itulah kita memang harus pintar-pintar untuk bagaimana nantinya kita ingin hidup yang kerjaan nya bukan di sinar matahari yang sangat terik seakan-akan memang kita lah yang ia tuju padahal tidak seperti yang kita fikirkan bahwa ia menyinari seluruh dunia ini.
Masa sekolah yang biasanya di buat main-main itu memang sangat merugikan diri sendiri karena itulah yang akan menentukan masa depan yang kita harapkan bisa membahagaikan diri sendiri dan juga keluarga.
Seperti reyhan yang bisa membangun perusahaan nya sendiri ya meskipun memang ia terlahir dari keluarga yang kaya rapi tetapi jika ia tidak memiliki skill dan juga kemauan reyhan tidak akan seperti sekarang ini yang memiliki banyak karyawan yang bekerja di bawah perintah dirinya sendiri.
Reyhan banyak melamun karena bayangan dirinya bersama bella semalam masih membekas dalam ingatan di kepala nya saat ini entah lah apa saja yang sedang ia fikirkan hanya dirinya sendiri yang mengetahui nya bukan orang lain.
"Mas." Panggil bella karena ingin memberikan bekal yang sempat ia bawa dari rumah tadi dan juga ia melihat reyhan yang sedikit melamun jadilah ia panggil untuk sedikit menyadarkan diri suami nya saat ini.
"Iya apa sayang." Balas reyhan yang memang ingin memulai hubungan nya dengan bella.
__ADS_1
Setelah apa yang ia lakukan bersama bella semalam banyak sekali renungan dalam dirinya untuk bagaimana semestinya rumah tangga nya nanti setelah pertimbangan yang cukup lama akhirnya ia akan mencoba membangun rumah tangga yang baik bersama istri nya sekarang ini.
Masalah tina nantinya ia akan fikirkan lagi entah rasa cinta atau rasa kasihan yang lebih dominan karena kebersamaan yang ia rasakan dari tina maupun bella sangat banyak sekali perbedaan yang ia rasakan dalam dirinya sendiri.
Reyhan yang sebenarnya binggung mau mengungkapkan kepada bella bagaimana caranya akhirnya dengan mengubah panggilan yang biasanya bella berubah menjadi sayang mungkin itu awal yang baik menurut nya tanpa dia kasih tau ke bella pun, bella akan memahami nya dengan sendiri.
Bella yang mendengar itu merasa sedikit terkejut karena ia mengira mungkin ia yang salah dengar atau memang benar reyhan memanggil nya tadi dengan panggilan sayang.
Malu tapi mau itulah yang bella rasakan saat ini, gengsi untuk menanyakan nya tapi rasa penasaran lebih dominan yang muncul dalam dirinya saat ini di dalam ruangan reyhan pastinya.
"Yang mana?" Tanya reyhan balik yang ingin mempermainkan bella dengan wajah terkejut nya itu.
"Eh nggak usah di bahas deh mas, mungkin aku salah pendengaran tadi." Jelas bella yang merasa dirinya lah yang memang salah dengar.
__ADS_1
"Iya sayang." Balas reyhan dengan sedikit menekan setiap katanya dengan keras agar bella tidak ragu lagi akan panggilan dari dirinya untuk istrinya itu.
"Saya." Ucap bella dengan menggulangi panggilan reyhan tadi.
"Sini jangan malah bengong di sana!" Perintah reyhan yang menyuruh bella untuk mendekat dengan dirinya saat ini juga.
Bella berjalan ke arah reyhan dengan perasaan hati yang sedang campur aduk tidak tahu lagi bagaimana untuk mengutarakan serta mengatakan nya tentang dirinya saat ini juga.
Dia langsung memeluk reyhan sambil menangis terharu di curuk leher reyhan karena merasa bahagia yang tidak bisa ia bendung dengan sendirinya.
Reyhan yang bisa merasakan tubuh bella yang sedikit bergetar langsung membalas pelukan istrinya itu dengan mengelus punggung belakang bella secara turun menurun untuk menenangkan dan mendamaikan keadaan istrinya yang sekarang lagi dia rasakan dengan sendirinya.
Apa aku sudah sangat keterlaluan ya selama ini bersama bella? Tanya reyhan di dalam hatinya sendiri.
__ADS_1
Entahlah dia sekarang lebih berusaha untuk menumbuhkan rasa syukur atas apa saja yang sudah Allah berikan kepada dirinya karena tidak mungkin pertemuan nya bersama bella terjadi dengan cuma-cuma saja.
Cukup lama bella baru bisa menghentikan tangis nya baju reyhan yang sedikit basah karena terkena air mata bella yang lagi bersedih tadi.