
"Jangan mendekat." Teriak reyhan yang tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak di inginkan di luar kendali nya.
Bella yang mendengar teriakan itu semakin tertantang karena artinya misi yang dia memang sengaja lakukan sudah berhasil bukti nya tubuh reyhan yang mendadak menegang, kaku seperti orang yang tidak tahu harus melakukan apa-apa.
Antara perasaan senang, bahagia, tertawa dan malu bercampur semua nya di dalam diri bella saat ini.
Ada juga perasaan sedih yang muncul begitu saja karena momen-momen seperti ini tidak akan terjadi lagi di mana kejahilan, kemarahan dan keegoisan seperti anak kecil di antara rumah tangga yang menghiasi keseharian mereka berdua.
"Kenapa sih mas kok aku di suruh menjauh." Balas bella yang pura-pura merajuk.
Muka cemberut yang di tunjukan bella kepada reyhan membuat nya semakin gemas ingin mencubit hidung istri nya itu tetapi dia tahan sebisa mungkin agar tidak membuat bella salah faham nanti nya.
Lucu dan imut seperti itulah gambaran wajah bella saat ini di tambah umur yang masih sangat muda karena baru lulusan sma dia sudah langsung nikah bersama reyhan.
Ya tidak banyak yang seperti bella ini anak dari orang kaya biasanya akan sekolah setinggi mungkin baru menikah setelah mendapatkan gelar dan karir yang sudah cemerlang tetapi berbeda dengan yang terjadi pada bella.
Di saat semua orang menikmati masa muda nya dengan huru hara kesana kemari tertawa bahagia main bersama teman-teman melakukan shopping sepuas nya tanpa mengenal waktu tapi tidak dengan bella dia habiskan waktu nya hanya di rumah dan di kantor jikapun ia pergi keluar itupun bersama reyhan suami nya.
"Nggak usah masang muka begitu kamu senyum aja jelek di tambah cemberut begitu bisa di bayangkan bagaimana jelek nya wajah kamu." Jawab reyhan yang meledek bella agar tersenyum kembali seperti biasanya.
"Mana ada aku jelek orang-orang aja pada muji aku emang nggak bisa lihat dengan benar mata mas tuh." Balas bella yang tidak terima di bilang jelek.
"Enak aja bilang mata aku yang bermasalah kamu tu yang bermasalah." Ucap reyhan sambil melotot karena di katain bella istri nya itu.
"Nggak usah melotot begitu bukan takut aku malah ingin ketawa melihat mas begitu." Balas bella yang ingin mencairkan hawa panas di antara mereka berdua saat ini.
"Kamu ini ada-ada aja mana bisa wajah tampan begini di bilang serem." Kata reyhan dengan nada sombong nya.
"Emang sih tampan tapi sayang belum bisa buat aku jatuh cinta." Balas bella yang ingin menggoda suami nya itu.
__ADS_1
"Yakin belum jatuh cinta." Jawab reyhan yang mendekat ke arah dada bella untuk memastikan sesuatu apa benar perkataan bella tadi.
"Otak kamu kok mesum begini mas." Balas bella yang sudah berfikiran negatif kepada reyhan.
Bella yang was-was karena tingkah reyhan yang sedikit kurang ajar menurut nya karena telah berani memandang salah satu aset yang sangat berharga yang di miliki bella.
Ia langsung menyilang kan dada nya menggunakan kedua tangan nya karena ingin mengantisipasi kalau terjadi apa-apa yang akan di lakukan suami nya itu.
Padahal kalau pun itu terjadi reyhan memang memiliki hak semua yang melekat pada tubuh bella, karena perjanjian yang akan membuat mereka berpisah itulah yang membuat reyhan maupun bella tidak ada kontak fisik yang menurut mereka berdua begitu sangat intim satu sama lain.
Setelah melihat reaksi bella yang berlebihan membuat reyhan tertawa terbahak-bahak karena merasa lucu dengan ekspresi yang bella buat antara takut cemas dan malu seperti itulah wajah bella yang ia tunjukan kepada reyhan.
"Hahahaha." Tawa reyhan yang menggelegar itu akhirnya mengundang amarah dari jiwa bella yang seakan bergelora dan berapi-api karena merasa di permainkan padahal bukan begitu maksud reyhan yang sebenarnya.
Sebenarnya dari tadi merek berdua saling goda satu sama lain ejek demi ejekan terlontar yang membuat mereka bisa saling dekat terkadang tidak ada jarak di antara mereka berdua jika sedang besenda gurau entah dalam pembahasan apapun itu.
Baik di rumah di luar bahkan di kantor jika sedang ada waktu luang banyak perkataan yang terlontarkan baik yang tidak berguna maupun bermanfaat untuk satu sama lain.
"Sudah, emang kenapa sih nggak boleh aku ketawa." Goda reyhan karena melihat wajah bella yang seperti nya siap menerkam dia kapanpun.
Muka yang merah padam seperti ada tanduk di kepalanya serta taring yang tajam yang siap memangsa lawan nya dimana pun berada seperti itulah wajah bella saat ini.
Takut, tegas dan seksi itulah yang dilihat reyhan pada wajah marah bella serta terkesan lucu di mata reyhan.
"Nggak lucu ya, aku paling nggak suka kalau di lihati seperti tadi." Ungkap bella dengan wajah sedih nya karena merasa di lecehkan.
Reyhan yang melihat itu merasa iba karena sudah membuat bella sedih akan tingkah laku yang dia lakukan tadi.
"Maaf bel, bukan nya aku bermaksud kurang ajar sama kamu tadi." Balas reyhan yang pada akhirnya meminta maaf pada istri nya karena merasa bersalah.
__ADS_1
"Apasih mas bagi kamu aku buat kamu?" Tanya bella yang ingin tahu jawaban dari suami nya itu.
"Aku harus jawab apa ini kalau aku bilang tidak berarti entar bella sedih lagi dong masa aku baru minta maaf harus minta maaf lagi kan nggak lucu." Ucap reyhan di dalam hati nya sambil berfikir sejenak kata apa yang pas untuk jawaban dari pertanyaan bella tadi.
Ayo dong berfikir lebih keras lagi. Sambung reyhan.
"Ya kamu kan istri aku masa masih tanya begitu." Balas reyhan yang mencari aman dalam situasi yang menurut nya menegangkan seperti lagi ujian yang di awasi petugas yang memiliki tatapan tajam seperti silet itu.
"Masa sih mas aku istri kamu." Kata bella yang mendekat seraya menatap intens reyhan untuk mencari kebohongan atau yang ada di bola mata reyhan suami nya itu.
"Ya kan emang benar keluarga kita juga sudah tahu kalau kita berdua suami istri yang sah di mata hukum dan negara." Jawab reyhan yang langsung mengalihkan pandangan nya ke sembarang arah.
"Ya itumah bukan jawaban yang aku inginkan mas, ah kamu buat aku bete aja mas." Kata bella dengan mode ngambek nya yang seperti anak kecil yang tidak mendapatkan balon atau es krim yang dia inginkan.
"Salah lagi deh emang benar ya kalau pria itu nggak akan benar melawan perempua , aneh banget." Balas reyhan yang sudah pasrah dengan keadaan dan suasana yang tidak dia inginkan.
"Emang benar kalau kamu salah mas orang nanya apa jawaban nya apa gimana aku nggak kesal." Jawab bella yang sedikit menjauh dari reyhan.
"Ya udah jadi mau gimana sekarang biar kamu nggak marah?" Tanya reyhan yang ingin mendamaikan keadaan nya dengan bella yang sedang tidak baik-baik saja.
"Peluk dong mas gitu aja nggak tahu." Lirih bella dengan nada kesal nya karena reyhan yang tidak langsung peka pada dirinya itu di tambah dia harus menjelaskan secara detail apa yang dia inginkan seperti sekarang ini.
"Yaudah katanya mau di peluk kok duduk nya jauh begitu." Goda reyhan yang mendekat ke arah bella karena jangkauan duduk mereka berdua agak jauh.
Setelah reyhan mendekat langsung di dekap nya bella dengan penuh kasih sayang dan kehangatan yang menyelimutu mereka berdua yang ada di ruang tamu itu.
Bella yang di peluk oleh reyhan membalas nya tak kalah erat karena tidak ingin di lepas reyhan begitu saja yang cuman hanya hitungan detik.
Degup jantung bella yang berdetak lebih kencang dari biasanya bisa di rasakan oleh reyhan yang saat ini lagi berpelukan satu sama lain.
__ADS_1
Rasa yang ada di dalam hati reyhan belum bisa dia rasakan atau pahami dengan sendiri nya karena belum tahu rasa nya kehilangan entahlah jika mereka berdua sudah berpisah nantinya akan merasakan kebahagiaan satu sama lain atau hanya kesedihan yang akan menghiasi hari-hari yang akan mereka jalani.
Waktu yang akan membiasakan semua nya baik dari segi sifat watak dan perilaku manusia pada lawan jenis atau orang di sekitar mereka sendiri yang sedang menjalani kebersamaan yang akan menjadi sebuah kenangan yang indah maupun yang buruk.