
Suasana yang berubah-ubah terjadi di ruang tamu yang dimana reyhan dan bella sedang berada di situ.
Terkadang marah, sedih, ngambek itu ada semua di dalam diri bella tapi reyhan tidak mempermasalah kan nya lagi karena sudah terbiasa seiring dengan waktu kebersamaan mereka berdua selama menjalin bahtera pernikahan yang dulu nya tidak mereka inginkan.
Reyhan langsung memeluk bella untuk menyalurkan energi positif kepada istri nya itu, dekapan hangat yang di rasa bella tak lupa ia balas tak kalah erat karena momen inilah yang tidak akan pernah ia lupakan jika waktu nya akan tiba nanti.
Setelah beberapa menit pelukan kedua belah insan manusia ini sudah terlepas entah siapa duluan yang melepas atau sudah ada faktor yang terlalu lama di antara mereka berdua yang terjadi.
Reyhan yang sedang menatap intens istri nya itu membuat bella jadi malu-malu dan salah tingkah di buat suami nya yang tampan itu.
Entah bentuk dari tanggung jawab atau refleks yang tidak sengaja membuat reyhan bisa berperilaku yang baik dan bisa ia tunjukan kepada bella yang memang merasa bahagia dengan sukarela menerima nya karena itulah yang ia inginkan selamanya bukan hanya sementara atau sekejap saja.
Setelah suasana jadi hening karena tidak ada siapapun di sana kecuali reyhan dan bella hanya mereka berdua lah yang ada.
"Cie ada yang lagi berdebar nih katanya tadi belum jatuh cinta." Kata reyhan yang ingin mengoda bella yang sudah membuat wajah nya merah merona.
Bagaimana ini pantas saja mas reyhan bisa merasakan kami tadi kan berpelukan dengan cukup waktu yang lama, kenapa juga jantung ini nggak bisa di ajak kompromi sih. Ucap bella di dalam hati nya dengan kesal dan malu bercampur jadi satu kalau sudah begini mau nyalahi siapa.
"Kali aja penyakit mas bukan karena lagi dekat sama kamu." Balas bella yang langsung ceplos tidak memikirkan lagi perkataan yang ia ucapkan untuk dirinya itu.
"Hus kalau ngmong yang benar." Jawab reyhan yang langsung melototi bella yang lagi memasang wajah heran karena tidak merasakan salah ucap.
"Apasih mas nggak jelas banget sih kamu." Kata bella dengan mode oon nya.
"Kamu itu kalau mau berkata di saring dulu nggak baik loh bilang-bilang penyakit orang kamu aja sehat-sehat aja begini." Terang reyhan yang menjelaskan kepada bella karena merasa bella yang masih tidak mengerti arah penjelasan nya tadi.
"Ya kan nggak gitu mas aku juga nggak mau sakit." Balas bella dengan wajah sedih nya sambil menunduk ke bawah entahlah apa yang ada di bawah sana.
"Ya udah lain kali jangan di ulangi." Ucap reyhan yang mengalah karena sudah melihat bella yang sepertinya sudah menyadari kesalahan ucapan nya tadi.
"Liati apaan sih di bawah orang ganteng nya kan ada di depan kamu." Kata reyhan yang ingin mencairkan suasan sedih yang sedang terjadi sekarang ini.
__ADS_1
"Kenapa sih mas suka sekali menggoda aku dengan kata-kata manis kamu itu?" Tanya bella yang tidak ingin terlalu dalam perasaan yang akan timbul untuk reyhan suami nya itu.
"Bukan menggoda hanya menjelaskan." Balas reyhan sambil tersenyum manis.
"Kalah loh mas madu sama manis nya muka kamu." Jawab bella yang ingin membalas candaan reyhan.
"Masa muka aku setingkat di atas madu." Balas reyhan yang pura-pura merajuk.
"Kalau bertingkat-tingkat rumah susun dong mas." Kata bella dengan menahan tawanya agar tak pecah.
"Bisa aja nih istri mas yang cantik." Jawab reyhan yang memang mengakui kecantikan bella.
Beberapa bulan waktu bersama yang di jalani reyhan membuat ia sedikit banyak mengetahui kelakuan-kelakuan yang di lakukan bella kepadanya dari segi kejahilan perkataan dan perbuatan di dalam rumah tangga yang tidak tahu ke arah mana tujuan yang akan membawa mereka berdua.
Belum ada kata menyerah dari bella karena selama dia bersama reyhan tidak terlalu buruk yang dia perkirakan sebelum nya entahlah mungkin karena tidak adanya keberadaan kekasih nya itu sampai saat ini mangkanya tidak ada gangguan dalam rumah tangga mereka berdua.
Belum tahu nasib yang akan terjadi pada bella nanti jika benar adanya perjanjian yang mereka berdua sudah sekepati itu terjadi peleburan antara kedua keluarga yang menjalin hubungan yang harmonis satu sama lain.
"Siapa yang muji orang berkata yang sebenarnya kok." Balas reyhan dengan apa adanya.
"Ya kan namanya juga perempuan mas kalau aku ganteng kamu juga yang binggung mas." Jelas bella yang tidak ingin menghiraukan yang menurut nya hanya sekedar candaan yang di buat reyhan.
"Kamu mau menggoda aku ya bel?" Tanya reyhan karena penampilan bella yang sedikit berbeda di malam hari ini.
"Godain gimana sih mas orang aku hanya duduk diam di sini." Balas bella yang memang tidak melakukan apa-apa kepada reyhan.
"Kamu nggak sadar dengan tampilan yang kamu pakai ini." Jawab reyhan yang sedikit menunjuk ke arah bella yang berada di samping nya yang lagi duduk di sofa itu.
"Emang kenapa sih mas." Kata bella yang pura-pura merasa tidak tahu apa yang di bicarakan reyhan kepada nya.
"Baju yang kamu pakai itu nerawang bel kelihatan semua yang ada di dalam tubuhmu ya meskipun masih tertutupi karena ada dalaman lagi tapi masih nampak dengan jelas." Terang reyhan dengan panjang lebar nya.
__ADS_1
"Ya kan sama suami sendiri nggak dosa mas dapat pahala lagi siapa yang nggak mau." Balas bella dengan menggedipkan mata nya sebelah untuk menggoda reyhan yang nampak nya menatap ke arah dia dengan penuh nafsu.
"Emang boleh nih." Jawab reyhan yang sedikit ingin menguji reyhan jika boleh pun reyhan dengan senang hati melakukan nya kepada bella istri nya itu.
"Boleh lah kan mas suami aku." Jawab bella yang menguji iman reyhan itu.
Reyhan yang sedikit di tantang bella itu membuat keberanian yang ada dalam dirinya datang berlipat ganda entah muncul darimana dia pun tidak mengetahui nya.
Tangan nya tiba-tiba bergerak dengan sendiri nya sambil menatap ke arah bella yang sedikit takut karena melihat tatapan reyhan yang sedikit berbeda dengan biasanya.
Reyhan yang sudah berada di dekat bella langsung menempelkan tangan nya itu ke wajah bella sambil menatap nya dengan kelembutan agar bella tidak merasa takut pada dirinya saat ini.
Bella yang mendapatkan perlakuan yang sangat manis dari suaminya itu langsung terbuai oleh suasana dan keadaan yang sekarang ia rasakan ini.
Reyhan mendekatkan wajah nya dengan wajah bella seperti ingin mencium nya dan di sambut hangat oleh bella karena merasa inilah awal kesempatan yang baik untuk memulai nya.
Siap tidak siap bella yang memang memiliki tanggung jawab untuk melayani suaminya kapanpun dia mau itu sudah sangat pasrah jikapun ia menolak dia sendiri lah yang akan mendapatkan dosa dan berujung kekecewaan yang akan dirasakan reyhan pastinya.
Jika ini bisa menjadi babak baru buat pernikahan aku dan mas reyhan aku sudah iklas melakukan nya lahir dan batin, semua hidup ku hanya untuk suami aku. Begitulah ucapan dan doa yang selalu bella bilang di dalam hatinya.
Bella memejamkan matanya yang siap menerima ciuman yang ingin reyhan labuhkan kepada dirinya.
Reyhan menempelkan bibirnya kepada bibir bella beberapa detik tidak ada pergerakan masih sama seperti yang tadi bella pun membuka matanya dan melihat reyhan yang sedang memejamkan matanya sama yang seperti bella lakukan tadi.
Akhirnya bella yang memulai permainan nya terlebih dulu di ***** nya bibir suaminya itu meskipun ia belum pernah melakukan nya tapi bella hanya mengikuti naluri yang keluar dari dalam tubuhnya saat ini.
Di ***** nya bibir reyhan dengan penuh kelembutan dan membuat reyhan terbuai dengan permainan yang di ciptakan istrinya itu saat ini.
Ia membalas nya tak kalah lembut dengan membuka mulutnya biar lidah bella bisa mengeksplor mulut reyhan.
Lidah yang sama-sama saling membelit satu sama lain dengan penuh nafsu yang sudah merasuki kedua suami istri dimana tidak ada satupun yang akan menganggu mereka berdua dengan keadaan yang sudah larut malam meskipun udara nya dingin tetapi membuat reyhan maupun bella berkeringat satu sama lain entahlah apa yang menjadi penyebab nya.
__ADS_1