Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Martabak spesial


__ADS_3

Di kantor reyhan.


Reyhan yang sudah mendapatkan kabar dari anton yang mengatakan bella tidak masuk ke kantor dengan alasan kesiangan, membuat nya tidak bisa berkonsentrasi tubuhnya memang berada di kantor tapi tidak dengan pikiran nya yang melayang pada rumah nya.


Tidak masuk akal, itulah yang ada dalam benak reyhan.


Bella melakukan kegiatan apa jangan-jangan dia menunggu di dalam kamar lantas tak tidur atau jangan-jangan ada hal lain. Reyhan dengan rasa penasaran nya menebak sana sini.


Ia yang ingin pulang karena mencemaskan bella yang sudah di anggap sebagai adik nya sendiri.


Reyhan bergegas pulang ke mansion terlebih dulu dan tak lupa ia sudah meminta anton untuk menghandle semua nya dan kalau terjadi apa-apa segera telfon saya. Begitulah kira nya pesan reyhan kepada anton.


Reyhan langsung menjalankan mobil nya, di pertengahan perjalanan dia memberhentikan sejenak mobil nya menepi dari jalan untuk memberikan martabak spesial. (untuk di berikan pada orang spesial, ya nggak rey, hihihi.) Goda author.


"Pak, martabak nya pesan dua." Pinta reyhan pada penjual.


"Di tunggu ya den." Balas bapak penjual sambil membuatkan pesanan reyhan.


Tak berselang lama pesanan reyhan sudah selesai ia langsung membayar nya dan bergegas naik mobil nya untuk melanjutkan perjalanan pulang ke rumah nya.


Setelah sampai ia langsung masuk ke dapur untuk memberikan martabak tadi pada bibik.


(Eits, tapi bukan untuk di berikan pada bibik ya, nanti kalian salah paham lagi).


Untuk menaruh martabak nya di atas piring setelah selesai ia membawa nya naik untuk ke kamar mereka berdua, siapa lagi kalau bukan kamar reyhan sendiri dan juga istri nya.


Ceklek.


Kamar terbuka dengan sempurna, tapi anehnya bella tidak ada di sana.


Nanti deh aku tanyain sama bibik, mungkin dia lagi pergi ke luar. Gumam reyhan dalam hati nya.


Reyhan memutuskan untuk mandi terlebih dulu tak lupa ia menaruh tas dan sepatu nya di tempat yang di sediakan, lalu memasukkan pakaian kotornya ke dalam keranjang yang nantinya akan di cuci bibik.


Reyhan sudah di dalam kamar mandi, terdengar dari luar suara pancuran shower yang menandakan reyhan baru mau mandi.

__ADS_1


Sejam sudah reyhan menyelesaikan ritual mandi nya karena ia tadi berendam terlebih dulu untuk merileksasikan tubuhnya.


Setelah selesai ia langsung memakai pakaian rumah karena hari sudah sore cuaca di luar juga sudah nampak gelap karena reyhan yang melihat ke arah jam sudah bisa menebak sendiri bagaimana cuaca nya.


Simpel saja kaos oblong dan celana pendek, itulah pakaian rumahan andalan reyhan terkesan simpel tapi tidak mengurangi ke tampanan yang melekat pada dirinya.


Ia langsung turun ke bawah teringat pada bella yang belum kunjung datang juga.


"Bibik lihat bella nggak?" Tanya reyhan.


"Loh bukannya non bella ada di kamar tuan." Terang bibik dengan muka bengong nya.


"Aneh sekali tuan ini, masa tidak bisa melihat istri sendiri, padahal kan non bella belum turun ke bawah otomatis masih di dalam kamar, apa mereka lagi main petak umpet, dasar pengantin baru." Batin bibik.


"Ya sudah kalau begitu rey ke kamar dulu bik." Balas reyhan yang langsung berlari untuk memastikan ucapan bibik tadi.


Reyhan langsung berteriak memangil istrinya, "Bella, dimana kamu?" Teriak reyhan.


"Aku di sini mas." Balas bella yang sedang berada di balkon kamar nya sendiri.


"Pantas saja aku tidak melihat mu di mana-mana ternyata kamu di sini, mana pintu di tutup lagi." Ucap reyhan sambil melangkah ke arah bella berada.


"Ada apa mas?" Tanya bella sambil menoleh ke samping di mana reyhan sudah berada di dekatnya, karena reyhan yang sempat memanggil nya tadi.


"Tidak ada aku kira kamu masih di luar tapi aku tanya bibik kamu ada di kamar sedangkan aku masuk tadi kamu tidak ada, tunggu sebentar ya jangan kemana-kemana." Terang reyhan sambil meminta kepada bella.


Aneh tiba-tiba datang, tiba-tiba pergi begitu saja. Itulah yang ada di benak bella sambil menatap punggung reyhan yang menghilang di balik pintu.


Reyhan meminta bibik untuk membuatkan dua teh yang akan dia bawa bersama martabak tadi.


"Bik minta tolong buatkan dua teh hangat." Pinta reyhan yang sudah berada di dapur.


"Baik tuan, silahkan duduk dulu." Balas bibik, sambil menunjuk kursi yang ada di dekat mereka.


Reyhan langsung duduk di kursi sambil menunggu bibik membuatkan teh untuk nya dan bella.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama teh nya sudah jadi ia berterima kasih terlebih dulu baru membawa teh nya untuk di nikmati bersama bella di balkon nanti.


"Ini di minum dulu sama aku tadi ada beli martabak untuk mu." Ucap reyhan yang membawa nampan berisikan minuman dan makanan.


Kebetulan sekali di sana ada meja dan dua kursi jadi tidak repot bagi mereka menikmati senja yang nampak terlihat indah dari atas balkon.


Reyhan meletakkan makanan dan minuman nya di meja yang ada lalu menghampiri bella yang masih betah berdiri menghadap ke arah senja.



(Seperti inilah penampakan senja di sore hari yang di lihat bella dan reyhan dari balkon kamar mereka berdua)


Bella nampak diam saja dari tadi, dia hanya membalas perkataan reyhan seadanya, bukan nya tidak bahagia jauh di lubuh hatinya dia terharu atas sikap suami nya yang terlihat dari pandangan sudut mata nya nampak romantis sekali.


Ia juga melihat reyhan yang membawakan makanan dan minuman yang sudah ia letakkan tadi, tapi dia tidak mau ke gr an menaruh harapan pada suami nya ya meskipun itulah tujuan sebenarnya.


"Bel, ayo kita nikmati dulu martabak tadi." Ajak reyhan seraya mengandeng tangan bella untuk beranjak dari sana.


Bella memasukkan potongan pertama martabak itu ke dalam mulut nya.


Enak, tau juga mas reyhan mana makanan yang enak.


"Maafi aku ya mas, kalau aku masih seperti kekanak-kanakan." Sendu bella sambil menundukkan wajahnya."


"Iya aku sudah maafi kamu bel, aku juga minta maaf karena sudah mendiamkan kamu." Balas reyhan.


Bella langsung mengangkat wajahnya karena mendengar ucapan yang keluar dari mulut suami nya,


"Iya mas."


Mereka berdua saling melemparkan senyum mendadakan sudah berbaikan seperti semula kembali.


"Boleh peluk nggak mas." Pinta bella dengan pupil mata yang mengemaskan.


"Boleh dong." Balas reyhan yang membentangkan tangan nya, lalu di sambut dengan suka cita oleh istrinya.

__ADS_1


__ADS_2