Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Pelukan hangat


__ADS_3

Setelah rasa pusing dan cemas hilang dalam diri mereka.


Mereka berjalan-jalan lagi dan bialalang lah yang menjadi wahana yang akan di naiki oleh reyhan dan bella.


Bialalang, salah satu wahana yang sangat di nikmati oleh semua orang, dimana kita bisa melihat orang-orang yang ada di bawah pemandangan yang di atas juga kita bisa lihat.


Walaupun berada di ketinggian, wahana ini tidak se ekstrim kora-kora yang di naiki reyhan dan bella sebelum nya.


Disini kita lebih menikmati sensasi yang luar biasa, dimana bianglala berbentuk seperti kincir besar yang akan membawa reyhan dan bella pada ketinggian 30 meter.


Reyhan dan bella hanya duduk santai sambil memakan makanan yang ada di tangan mereka masing-masing karena sebelum naik tadi mereka sudah membeli nya.


Terasa nikmat makan di atas awan, sambil melihat penghijauan yang menawan jika menunduk ke bawah.


Tak lama bianglala nya berhenti dan reyhan maupun bella turun ke bawah.


"Enak ya mas naik bianglala tadi." Ucap bella setelah berada di bawah.


"Iya, wahana nya tidak menakutkan seperti kora-kora." Balas reyhan yang keceplosan.


Mata bella langsung menatap reyhan.


"Kenapa dengan wahana kora-kora itu mas?, kamu takut ya mas." Ejek bella yang sebenarnya dia juga takut.


Dan benar saja inilah yang di takutkan reyhan pasti bella akan mengejek nya habis-habisan.


"Siapa yang bilang begitu." Ketus reyhan karena tidak ingin bella mengungkitnya lagi.


Mau di taruh di mana muka ku. huhh


"Kan kamu sendiri mas yang bilang tadi." Goda bella sambil mengedipkan mata nya.


"Sudah-sudah kamu ini."


"Bukan nya kamu yang teriak-teriak tidak jelas di perahu besar tadi, pakek acara bilangi aku segala." Reyhan yang menginggat teriakan bella yang jelas masuk ke dalam telinga nya tadi.


"Ya namanya refleks, nggak apa-apa kan wajar namanya perempuan." Sewot bella yang tidak terima reyhan menuduhnya, padahal memang benar begitu adanya.


Perempuan dimana-mana selalu benar.


"Iya bella, jangan cemberut gitu dong." Goda reyhan yang tidak mau merusak suasana hati istri nya itu.

__ADS_1


"khemm." Bella hanya berdehem saja membalas perkataan reyhan.


"Jadi mau pulang atau kembali menaiki wahana lain nih?" Tanya reyhan dengan tangan yang bersedikap di dada nya.


"Beli es krim aja, ayo." Ajak bella langsung menarik tangan reyhan.


Tadi cemberut kalau liat es krim aja mood nya langsung naik, benar-benar tidak bisa di tebak. Reyhan hanya bisa membatin dalam dirinya.


Bella memesan dua cup satu cokelat dan satunya stoberi untuk di berikan pada reyhan, dan reyhan mengambil nya serta memasukkan es krim itu ke dalam mulutnya.


"Em, enak ya mas." Kata bella setelah menghabiskan es krim nya.


"Iyalah namanya es krim pasti enak." Balas reyhan apa adanya.


"Kamu ini mas, bilang iya aja kenapa nggak usah di jelasi begitu." Kesal bella lalu meninggalkan reyhan yang menatap binggung padanya.


Lah salah aku dimana sih kan emang benar es krim nggak enak, masa aku jawab nggak enak tidak ada rasa kan bukan nasi. Gumam reyhan yang kebinggungan kesalahan apa yang ia katakan pada bella tadi.


Begitulah ya kalau perempuan lagi nggak mood sedikit saja kalian para pria berbicara akan jadi masalah, seperti inilah contoh nya reyhan ditinggal pergi begitu saja.


Reyhan yang melihat bella jauh dari sisinya mengejar bella karena takut hilang di kerumunan orang ramai.


"Tunggu bel, aku minta maaf kalau ucapan ku tadi membuat kamu marah." Ucap reyhan yang sudah menangkap tangan bella agar berhenti pergi meninggalkan dirinya.


Bella menghentikan langkah nya karena tidak ingin membuat orang-orang di sana menatap ke arah mereka berdua.


Walaupun tidak semua orang juga, tapi ada beberapa jika keributan itu terjadi secara kalau orang marah pasti suara nya lebih keras dari yang biasa nya.


"Ayo kita pulang." Kata yang keluar dari mulut bella.


Setelah itu bella melepaskan pegangan tangan reyhan, dan berjalan ke arah mobil.


Reyhan hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar karena sudah capek berkeliling tadi di tambah bella yang merajuk seperti ini.


Benar-benar suasana yang buruk, di tambah cuaca yang cukup panas membuat kepala semakin mendidih saja.


Bella yang sudah sampai terlebih dulu, menunggu reyhan membuka pintu mobil nya.


Bip bip bip..


Pintu nya sudah terbuka bella langsung bergegas menaiki mobil di ikuti reyhan yang sudah siap di kemudi stir, lalu menjalankan mobil nya.

__ADS_1


Ac yang telah hidup, mampu mengurangi ketegangan dan amarah bella.


"Mas." Panggil bella karena melihat reyhan tidak bersuara sedikit pun di dalam mobil.


"Apa." Balas reyhan yang ikutan kesal karena bella tadi meninggalkan dirinya.


"Maafi aku ya mas." Cicit bella yang masih bisa di dengar reyhan.


"Hmm iya, aku maafi." Balas reyhan dengan nada cuek nya.


Apa aku tadi terlalu berlebihan ya meninggalkan mas reyhan sendirian padahal kan emang nggak ada masalah yang besar. Batin bella.


Tak lama mereka sampai, reyhan langsung berjalan masuk ke dalam mansion nya.


Bella yang melihat itu ingin berusaha membuat reyhan tidak marah lagi.


"Mas maafi aku ya, janji nggak akan ngulangi lagi seperti tadi." Ucap bella sambil bergelanjut di lengan reyhan.


Reyhan yang memasang muka datar nampak acuh tak acuh, dan seperti nya tidak mau membahas masalah tadi.


Dia hanya diam saja sambil berjalan menaiki tangga.


Bella masih menepel seperi anak koala yang tidak mau lepas dari ibu nya.


Reyhan tidak mempermasalahkan nya karena mau melihat batas mana usaha bella untuk meminta maaf pada dirinya.


Reyhan yang sudah masuk di dalam kanar nya, langsung melepaskan jam tangan yang ia pakai tadi.


Inilah kesempatan bella, memeluk erat reyhan dari belakang hingga bagian tubuh bella menempel sempurna di punggung suami nya.


Deg deg deg


Mereka berdua sama-sama bisa merasakan degub jantung masing-masing dari reyhan maupun bella yang terdengar sangat jelas dan cepat sehabis orang yang baru sudah maraton.


"Biarkan begini mas, sebentar saja." Pinta bella yang takut reyhan melepaskan kedua tangan nya yang dengan lancang bersikap kurang ajar memeluk dirinya tanpa seijin dari suami nya itu.


Perasaan nyaman lah yang menghinggapi mereka berdua.


Padahal reyhan hanya iseng saja mendiamkan bella, ternyata di luar ekspetasinya bella sampai memeluk dirinya.


Reyhan mengira bella akan menangis meminta maaf padanya tetapi justru pelukan hangat lah yang ia dapatkan dari istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2