Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Jalan-Jalan


__ADS_3

Eghh, lenguhan keluar dari mulut reyhan dengan gaya-gaya seperti orang baru bangun tidur.


Bella pura-pura menonton tangan nya langsung ia turunkan dan mulai mengambil cemilan.


"Pantas saja berat, ternyata ada kepala mu." Kata reyhan sambil menunduk ke bawah.


"Hehehe mas sudah bangun ternyata." Balas bella sambil cengengesan.


"Tadi aku bermimpi ada serangga yang merayapi muka ku." Terang reyhan yang ingin tau bagaimana reaksi bella.


"Hah, mana mungkin tangan cantik ku ini di bilang serangga emang ada bau busuk apa, ada-ada aja mas reyhan ini, benar ya kata orang biasanya kalau orang baru bangun tidur suka ngawur." Ucap bella dalam hatinya karena tidak ingin reyhan mengetahui nya kalau serangga yang dia bilang tadi tangan istri nya sendiri.


"Mana mungkin ada serangga mas di rumah ini, mungkin halusinasi kamu aja namanya juga mimpi." Balas bella dengan muka yang seperti acuh tak acuh.


"Iya apa bel? tapi tadi seperti nyata banget dia berkeliaran di daerah muka ku, aku aja seperti tidak bisa bernafas lagi." Tanya reyhan dengan muka heran nya.


"Udah-udah mangkanya kamu itu mas kalau mau tidur jangan magrib-magrib begini, jadinya mimpi aneh begitu" Jawab bella yang tidak mau membahasnya lagi.


Karena pasti akan ada perdebatan yang tidak kunjung usai, kalaupun selesai ya pasti bella harus mengaku sedangkan itu hal yang memalukan.


Syukur-syukur kalau reyhan menyudahinya jadi urusan juga selesai begitulah yang di inginkan bella. Urusan clear diapun aman.


Bella pun berangkat dari pangkuan reyhan lalu mematikan televisi nya.


"Loh kamu tidak mau menonton lagi bel?" Tanya reyhan pada bella.


"Nggak deh mas, aku juga sudah bosen." Balas bella sambil membereskan makanan dan minuman yang berserakan di meja.


Lalu ia membawa nya ke belakang, dan menaruh nya di sana.


Mau manggil bibik tapi nggak enak soalnya udah masuk kamar lagi, aku aja ah yang nyuci nya hitung-hitung olahraga kan sesekali juga nggak tiap hari. Batin nya bella berkata.


Bella membuang sampah-sampah plastiknya terlebih dulu ke tong sampah, lalu mulai menghidupkan kran air untuk mencuci piring dan sendok yang ia pakai tadi.


Tak butuh waktu lama hanya dua puluh menit saja bella telah menyelesaikan nya dan menyusun ke tempat seperti biasa nya pas waktu dia ambil tadi.


*Ternyata tidak melelahkan ya. Ucap bella setelah menyelesaikan nya.


(Ya iyalah hanya beberapa piring dan sendok serta cangkir coba kalau se baskom bisa luntur tu cat kuku kamu, huh ada-ada aja anak jaman sekarang.) Ucap author yang kesal*.

__ADS_1


"Sabar author kok bisa kesal begitu kan kamu sendiri yang menulis." Balas para readers sambil menepuk jidat nya karena ulah sih author.


Reyhan yang menunggu bella tak kunjung kembali memutuskan untuk menyusul istri nya ke dapur.


Melihat bella yang lagi menyuci piring reyhan menghentikan langkah kakinya, hanya berani menatap bella dari kejauhan.


Hebat juga tuh bocah mau menyuci piring segala nggak menyuruh bibik.


Setelah bella selesai, reyhan tiba-tiba muncul mengagetkan bella dengan ekspresi yang di buat semenakutkan nya.


"Astagfirullah mas, kok bisa tiba-tiba di sini." Ucap bella sambil menepuk lengan reyhan dengan keras karena merasa kaget sekali.


"Aduh, kalau mau nepuk bilang-bilang dong bel, sakit tau." Balas reyhan dengan cemberut sambil mengelus lengan nya yang terasa panas.


"Maaf ya mas habis nya kamu sih buat aku kaget." Keluh bella sambil mengelus lengan reyhan karena merasa bersalah.


"Iya nggak apa-apa aku juga yang salah, memang aku tadi berniat mengejutkan mu tapi aku juga yang kena imbasnya." Aduh reyhan yang berkata jujur.


"Iya mas, masih sakit nggak mas?" Tanya bella sambil menatap wajah reyhan.


"Nggak lagi bel, ayo kita pergi keluar jalan-jalan." Ajak reyhan yang bosan di dalam rumah.


"Iya dong bel masa aku bercanda, kalau kamu nggak mau ya udah aku aja yang pergi." Kata reyhan melangkahkan kakinya pergi dari sana.


"Eh nggak gitu juga mas, aku juga mau ikut kamu." Balas bella dengan berlari kecil mengejar langkah kaki suami nya.


"Ayo buruan kalau kamu mau ikut." Jawab reyhan yang sempat menoleh ke belakang lalu memelankan langkah kaki nya takut terjadi apa-apa dengan istrinya karena akan menaiki tangga.


Kalau sudah terjatuh bisa panjang tuh urusan nya bukan nya mau senang-senang malah bisa jadi nggak happy, begitulah fikir reyhan.


Bella langsung mensejajarkan posisi tubuhnya di samping reyhan.


"Kita mau pergi kemana mas." Tanya bella karena tidak ingin salah kostum.


"Kita akan memakai motor pakai celana panjang sama baju panjang karena udara di luar nanti cukup dingin." Terang reyhan dengan perhatian nya.


Padahal kan emang reyhan menjawab apa adanya nanti kalau bella sakit siapa juga yang akan kena masalah, pasti reyhan juga yang kena.


Tetapi perkataan reyhan tadi mampu membuat bella tersenyum bahagia tak henti-hentinya bibir bella tersenyum senang.

__ADS_1


"Ayo cepat kenapa senyum-senyum begitu." Kata reyhan yang melihat bella seperti orang gila.


"Eh, iya-iya mas ini juga mau milih pakaian nya." Balas bella yang lagi memilih pakaian di dalam lemarinya.


Reyhan yang masuk ke kamar mandi ingjn mencuci muka karena baru bangun tidur agar lebih segar karena dia akan menyetir motor nya yang akan ia pakai untuk jalan-jalan bersama istri nya.


Bella memilih jeans hitam dengan baju kaos panjang tak lupa jaket kulit berwarna hitam untuk menghangatkan tubuhnya nanti di kala di terpa angin di jalanan saat ia bermotor bersama suami nya.


Begitu juga dengan reyhan, bella yang memilihkan warna yang senada dengan outfit yang ia pakai.


Mana nih team yang suka memakai baju couple sama pasangan nya coba berikan like dengan jari jempol kalian, tentunya.


Terima kasih bagi yang telah memberikan, nanti author kasih kecupan dari jarak jauh untuk kalian semua.


Bella yang sudah siap seperti kumpulan anak motor di jalanan, dengan memakai sepatu berwarna putih yang di pilih nya senada dengan baju kaos yang ia pakai sekarang.


Begitu juga dengan reyhan penampilan nya kali ini membuat usianya nampak muda karena biasanya ia memakai pakaian formal seperti bapak-bapak, tetapi tidak dengan hari ini.


Ia seperti anak abg yang lagi nakal-nakal nya celana sobek-sobek yang ia pakai sangat cocok di tubuhnya yang berbentuk profesional. Tak lupa ia memakai jam tangan yang mahal nya itu agar tampilan nya terlihat lebih sempurna.


Reyhan dan bella tidak memakai kaca mata hitam karena di fikir mereka terlalu lebay, mereka memakai outfit seperti itu bukan untuk bergaya tapi untuk kesehatan juga agar tidak banyak angin yang masuk ke tubuh mereka.


Mereka sama-sama nampak terpesona satu sama lain, bella langsung mengaitkan tangan nya di lengan reyhan dan di sambut baik oleh reyhan karena dia hanya membalasnya sambil tersenyum.


Mereka menuruni anak tangga, bibik yang melihat mereka lantas terheran-heran tidak biasanya tuan dan nona nya berpakaian seperti kaum remaja begitu.


Apalagi reyhan itu adalah momen yang sangat langkah yang patutnya di potret untuk di jadikan kenang-kenangan nantinya biar bisa di lihat kembali.


"Tuan dan nona mau kemana malam-malam begini?" Tanya bibik dengan hati-hati karena takut di katain lancang karena bertanya seperti tadi.


"Hm begini bik kami mau jalan-jalan dulu keliling menaiki motor karena sudah lama tidak dipakai." Balas reyhan sambil menatap bibik.


"Iya tuan hati-hati kalau begitu karena ada non bella yang ikut."


"Iya bik kami titip rumah dulu ya bik." Balas reyhan yang memberikan amanah.


"Siap tuan." Jawab bibik.


Reyhan dan bella berlalu dari hadapan bibik.

__ADS_1


__ADS_2