Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Bar-bar


__ADS_3

Pagi yang cerah dan indah dengan suasana yang sejuk yang bisa di nikmati oleh siapapun yang ingin merasakan nya di pagi hari.


Bella yang sudah terbangun dari tidur nyenyak dan nikmat ia rasakan saat itu, ya semalam bella menyetel alarm di hanphone nya sendiri ia taruh di jangkauan yang tidak terlalu jauh dari posisi tidur nya sendiri supaya ia bangun terlebih dulu untuk menyiapkan sarapan mereka berdua.


Karena tekad yang muncul dalam diri bella untuk memanfaatkan waktu nya yang lima bulan untuk menjadi istri yang sesungguhnya untuk reyhan seorang.


Bella yang sedang bergelut di dapur untuk mengeyangkan perut suaminya, meskipun masih di bantui beberapa pelayan yang bertugas di sana karena belum mengetahui di mana letak-letak peralatan dan beberapa bahan yang akan ia butuhkan.


Meski belum memiliki skil dalam memasak yang baik karena semasa ia remaja dulu tidak terlalu sering memasuki dapur untuk memasak tapi bella akan berusaha semaksimal mungkin belajar beberapa menu yang di sukai suaminya.


Setelah satu jam berada di dapur akhirnya dia sudah selesai dengan beberapa menu masakan yang ia buat tadi.


Bella langsung pergi menuju ke kamar untuk membangunkan reyhan yang masih tidur dengan selimut yang menggulung semua tubuh nya itu.


"Mas bangun!" Perintah bella sambil mengoyang-goyangkan badan reyhan yang ada di dalam selimut itu


"Mas bangun lah, sudah siang katanya mau pergi ke kantor." Sambung bella yang berkata tepat di depan telinga nya reyhan.


Reyhan yang mendengar itu merasa terganggu dari tidur nyenyak itu lantas membuat nya langsung membuka mata dan membuka selimut yang ia gunakan tadi.


Ia pun menoleh ke samping tepat adanya wajah bella yang ada di depan wajah nya, wajah yang saling berhadapan satu sama lain di antara reyhan maupun bella.


Tidak ada jarak di antara mereka berdua baik reyhan maupun bella sama-sama bisa merasakan hembusan nafas mereka masing-masing tak ketinggalan dengan degup jantung mereka yang berdetak dengan cepat seperti orang habis maraton.


Deg Deg Deg.


Tidak dapat di pungkiri reyhan meskipun belum ada perasaan pada istrinya tapi tidak sejalan dengan jantung nya sekarang karena posisi mereka yang menurut sangat dekat itu.


Bella yang tersadar hidung mereka menempel sempurna tak menyiakan lagi kesempatan di depan nya.


Cup.


Ya bella mencium bibir suami nya sambil berkata "Itu ucapan selamat pagi dari istrimu yang cantik."


Beberapa detik yang bella lakukan mampu membuat reyhan mematung seperti orang bodoh di pagi hari nya.


Setelah itu dia berlari keluar kamar karena merasa malu, sambil memegang bibirnya yang telah lancang mencium suami nya.


Di balik pintu bella tersenyum di dalam hati nya karena sudah mendapatkan stamina nya kembali.


Reyhan tersenyum lucu melihat tingkah istrinya yang sedikit bar-bar menurutnya tidak ada perasaan marah di dalam hati nya atas apa yang bella lakukan pada nya tadi.


Reyhan yang sudah selesai di kamar mandi nya tadi langsung melihat pakaian lengkap yang ada di atas kasur yang telah di siapkan bella lantas ia langsung memakainya tanpa menunggu waktu lagi.

__ADS_1


Bella keluar dari kamar tadi hanya untuk menetralkan detak jantungnya, setelah itu dia masuk lagi ke kamar nya karena sudah menebak reyhan yang ada di dalam kamar mandi jadi ia bisa menyiapkan pakaian reyhan tanpa ada perasaan malu dalam dirinya.


Semoga saja pilihan ku sesuai dengan selera mas reyhan. Batin bella berkata.


Bella yang tidak mendengarkan suara air lagi lantas mengira reyhan sudah selesai mandi nya ia langsung melangkah kan kaki nya pergi dari sana.


Bagus juga selera fashion istriku itu, eh kenapa aku memanggilnya istri, tapi kan dia emang istriku, ah tidak penting toh dia juga tidak mendengarkan nya. Rutuk reyhan dengan bodohnya.


Reyhan yang sudah rapi langsung bergegas turun ke bawah untuk menikmati sarapan pagi nya yang telah bella siapkan.


Sudah ada banyak makanan yang sudah tertata rapi oleh bella dan di bantu beberapa asisten nya sebelum reyhan datang untuk memakan sarapan pagi nya di meja makan.


Bella yang memang tidak lagi memiliki kegiatan apa-apa sudah lebih dulu duduk dengan tenang seraya menunggu reyhan datang.


Reyhan yang sudah tiba dan duduk disana langsung bertanya pada bella.


"Tumben ada beberapa menu yang berbeda apa kamu dek yang menyiapkan nya?" Tanya reyhan sambil menatap ke arah bella.


"Ya mas aku yang menyiapkan nya silahkan di cicipi dulu siapa tau sesuai selera mu." Balas bella sambil tersenyum.


Ia pun langsung inisiatif sendiri mengambilkan piring untuk reyhan lalu mengisi nya dengan beberapa makanan yang ada di sana.


Sambil menunggu reyhan terlebih dulu menyuruput kopi yang di buat bella tadim


"Bagaimana mas rasanya?" Tanya bella yang melihat reyhan sudah meminum kopi buatannya.


"Biasa saja." Balas reyhan karena tidak ingin bella berbesar hati jika ia puji padahal kan emang kenyataan nya enak.


Mulutnya bilang biasa saja tapi sekali seruput hampir mengabiskan setengah gelas, mau bilang biasa saja gimana aku mau percaya coba. Batin bella sambil menahan tawa nya.


"Ya ya ya mas aku percaya." Ucap bella sambil matanya menatap ke arah gelas reyhan.


Reyhan yang melihat bella menatap gelas nya langsung gelagapan, ia meletakkan gelas nya ke meja sambil menatap ke sembarang arah.


Malu nya aku tanpa sadar sudah hampir menghabiskan kopi buatan bella, yang lebih parah lagi bella meledek ku seperti tadi. Batin reyhan.


Reyhan langsung memasukkan suapan pertamanya ke dalam mulut nya sendiri.


"Bagaimana mas rasanya?" Tanya bella dengan harap-harap cemas dan rasa penasaran nya.


"Lumayan." Balas reyhan dengan apa adanya tanpa memikirkan perasaan bella.


Bella tidak membalas nya lagi tapi raut wajah bella begitu terlihat sangat sedih lantaran suaminya seperti tidak menghargai usahanya itu.

__ADS_1


Ya walaupun benar adanya rasa makanan itu biasa saja paling tidak bilang iya apa. Begitulah fikir bella.


Bella yang sedih tidak melanjutkan makan nya hanya mendudukan kepalanya ke bawah sambil menunggu reyhan yang selesai sarapan.


Reyhan yang melihatnya merasa iba tapi dia binggung letak salahnya di mana soalnya dia memberikan jawaban yang memang ia rasakan.


Reyhan yang tidak mau ambil pusing lantas menyelesaikan sarapan nya tanpa melihat bella lagi.


"Aku mau ke kantor hari ini, baik-baik di rumah kalau ada apa-apa telfon aku saja, mengerti!" Perintah reyhan kepada bella


"Iya mas." Balas bella dengan menganggukan kepala nya dengan pasrah karena akan di tinggal oleh reyhan di rumah.


Bella yang melihat reyhan hampir keluar dari rumah lantas mengejar reyhan dan langsung mencium punggung tangan suaminya.


"Hati-hati di jalan mas jangan ngebut." Nasihat bella yang melihat kepergian reyhan.


Reyhan hanya menggangukkan kepala nya sebagai jawaban, lalu ia pergi meninggalkan perkarangan rumah nya.


Bella hanya menatap sendu melihat mobil reyhan meninggalkan nya tanpa mau bertanya lagi padahal bella tahu reyhan sudah melihat dia bersedih.


Begini, kalau cinta bertepuk sebelah tangan setiap hari hanya merasakan sakit tidak ada kebahagian meskipun ada hanya sesaat setelah itu hilang entah kemana.


Bella yang menginggat perkataan reyhan yang membuat ia sakit lantas menelfon kenalan nya untuk mencarikan les memasak yang terbaik.


Tidak berapa lama ia sudah mendapatkan lokasi les tersebut lantas ia bersiap-siap untuk pergi ke sana.


Bella yang sudah cantik pada dasarnya tidak membutuhkan waktu yang banyak untuk berdandan saja, ia yang telah selesai langsung berkata pada bibik disana.


"Bik titip rumah ya aku mau pergi sebentar." Pamit bella.


"Siap non." Balas asisten rumah tangga nya sambil menatap punggung bella yang sudah berjalan pergi keluar


Bella langsung melengang pergi dari sana langsung menghidupkan mesin mobilnya.


Salah satu keahlian bella ia bisa menyetir mobil karena rutinitas sekolah yang memaksa nya sering keluar maka dari itulah dia sudah bisa memakai mobil.


"Bagus juga tempatnya." Gumam bella setelah turun dari mobilnya dan mata nya melihat ke setiap penjuru yang ada di sana.


Ia lantas masuk ke dalam langsung di arahkan oleh orang yang bekerja disana.


Dan di sini lah bella belajar cara memotong dengan benar, mencuci sayur dan buah dengan bersih dan banyak lagi pengetahuan yang ia baru dapatkan di sini.


Menambah skil nya dalam memasak, ia yang belajar bersungguh memperhatikan setiap arahan yang di beri tahu tidak membuat nya kesulitan biar bisa membuktikan bahwa di bisa dalam semua bidang meskipun ia masih banyak belajar.

__ADS_1


Tekad yang bulat untuk mendapatkan cinta suaminya, membuat ia harus belajar banyak hal ya meskipun dia dulu tidak pernah mengerjakan nya tapi lain hal dengan status yang berbeda membuat ia ingin menciptakan suasana yang aman dari mulut pedas suaminya.


__ADS_2