Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Tebakan yang salah


__ADS_3

Kedua pria yang berada di meja yang sama ini saling menyalahkan istri mereka masing-masing.


Karena seperti yang tadi tidak ada yang mau di salahkan dan mengalah tentunya satu sama dengan yang lainnya.


"Nggak mungkin juga pa bella menolak uluran tangan dari mama tadi." Ujar reyhan dengan kata yang memang masuk akal.


Papanya sendiri memang membenarkan apa yang di bilang reyhan tadi karena jika dirinya di posisi bella juga tidak mungkin ada kuasa untuk menolak nya.


Hanya bisa menganggukan kepala saja sebagai jawaban dari perkataan yang di lontarkan anaknya tadi.


"Daripada kita di sini yang masih salah menyalahkan seperti ini lebih baik kita masuk dan susul mereka berdua saja." Usul papa reyhan sambil menatap ke arah anaknya berada.


"Yaudah ayo pah." Balas reyhan yang langsung beranjak dari kursinya itu.


Tidak begitu jauh dari reyhan sendiri papanya juga langsung beranjak dari sana dan berjalan bersampingan.

__ADS_1


Baik papa reyhan maupun reyhan sendiri karena tidak mungkin juga tidak bersampingan bukan berjalan nya.


Dan saling cepat berjalan satu sama lainnya karena mau di depan tidak di belakang yang artinya seperti bocah saja padahal keduanya sudah berumur semuanya.


Maka dari itulah membuat keduanya berjalan berdampingan meskipun tidak ada yang memulai pembicaraan terlebih dulu baik dari papa reyhan maupun dengan reyhan sendiri tentunya.


Meskipun berjalan bersampingan tidak membuat keduanya bergandengan tangan seperti yang para istri mereka lakukan tadi.


"Kita masuk kemana dulu pa?" Tanya reyhan yang masih melangkah kakinya untuk masuk ke dalam.


Adanya angin sepoy yang membuat mereka merasakannya dan menembus masuk ke dalam tubuh mereka tentunya bisa membuat mereka yang berada disana betah untuk berlama-lama.


"Kamu ini tidak mungkin kan mama kamu mengajak menantu papa untuk berenang malam-malam begini." Balas papa reyhan yang semakin kesal dengan adanya pertanyaan yang menurutnya bodoh ini.


"Ya bisa jadi pa kami berdua kan memang belum mandi." Jawab reyhan dengan wajah polosnya.

__ADS_1


Reyhan dan istrinya memang belum masuk ke dalam kamar reyhan tentunya karena keberadaan mereka berdua yang belum beranjak naik ke lantai atas yang dimana kamar reyhan terletak disana.


"Ya meskipun belum mandi tidak mungkin berenang malam-malam begini." Terang papa reyhan sendiri.


"Atau jangan-jangan mama mengajak bella untuk masuk ke dalam kamar papa dan mama lagi." Ucap reyhan yang tidak mau itu terjadi tentunya.


Bukannya hanya reyhan saja yang tidak mau tentunya papa reyhan sendiri tidak mau itu terjadi.


"Ya kali mama kamu membawa bella istri kamu itu untuk masuk ke dalam kamar papa dan mama berada."


"Papa mau di taruh dimana." Sambung papa reyhan yang berfikir ucapan dari anaknya itu tidak ada yang masuk di akal dirinya saat ini.


"Yaudah reyhan nurut aja papa mau kemana." Ucap reyhan yang sudah putus asa.


Bagaimana tidak semua ucapan yang ia lontarkan tadi tidak ada yang benar sama sekali di patahkan oleh jawaban papanya sendiri tentunya.

__ADS_1


"Harus dong tebakan papa nggak akan melesat untuk kali ini." Balas papa reyhan dengan ekspresi wajah yang sombong sambil menatap ke arah anaknya sendiri


__ADS_2