Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Sungai


__ADS_3

Reyhan memasuki bagasi motor nya yang semasa ia remaja dulu termasuk orang yang suka motoran, tetapi semenjak ia sudah jadi ceo di perusahaan nya sendiri langsung berhenti memakai motor tersebut, ia menggunakanmobil sebagai kendaraan kemana pun dia mau pergi.


Reyhan meminta bapak yang bertugas di sana untuk meminta kunci nya.


Ceklek.


Pintu terbuka dengan sempurna, ada enam motor yang ada di sana yang mempunyai harga yang sangat fantastik.


Reyhan memilih salah satu di antara nya si black itulah nama motor yang di beri nama oleh reyhan sendiri karena memang warna motor nya hitam pekat.


Brum brum brumm..


Reyhan yang sudah menghidupkan mesin motor nya dan siap untuk membonceng istri nya sendiri.


Lalu ia menjalan kan nya setelah keluar dari bagasi, bella ikut naik dan memeluk tubuh reyhan dari belakang meski tidak di sruh reyhan tapi dia inisiatif sendiri.


Namanya juga sudah halal mau ngapa-ngapain juga dapat pahala, kan enak ayo daripada pacaran mending langsung ke pelaminan.


Si black sudah keluar dari perkarangan mansion si tuan nya sendiri.


Udara dingin sudah berhembus masuk ke sela-sela jari tangan reyhan yang lagi menyetir.


"Dingin nggak mas?" Tanya bella yang memastikan keadaan suami nya.


"Nggak kok malahan aku senang, karena kalau bemotor begini serasa beban fikiran ku berkurang karena terbang di bawa angin." Terang reyhan sambil berteriak karena takut bella tidak mendengarnya.


"Bagus lah kalau begitu mas." Balas bella dengan rasa tenang nya.


Sudah satu bulan lebih kamu masih bersikap baik kepada ku, apakah sudah ada cinta di hatimu mas? atau masih saja mas menganggap keberadaan ku ini sebagai adikmu? aku tidak tahu kebersamaan kita ini akan selama nya atau akan berakhir sesuai perjanjian kita, tetapi aku hanya bisa berharap jika waktu nya datang kamu sudah mencintaiku mas. Bella menerawang jauh membayangkan bagaimana pernikahan nya nanti di masa yang akan datang.


Kebahagian itulah yang semua orang inginkan, bukan air mata yang mengalir deras mengalahi air hujan yang turun ke muka bumi, hanya ada kepedihan jika perpisahan itu datang di tambah kenangan yang manis yang di ciptakan kedua belah insan manusia menyisakan teramat banyak luka yang selalu bisa kenang dan ingat tapi tidak dengan melakukan reka adegan ulang seperti yang kita ingin kan.


Meskipun perpisahan bukan lah akhir dari segala nya, tetapi babak baru yang harus kita jalan siap ataupun tidak siap nanti nya dukungan keluarga yang memberikan respon baik yang memeluk kita di kalah merasakan kesedihan bisa membangkitkan kembali tubuh yang sudah down, kembali membara seperti api yang terus berkobar, siap menerkam siapa saja yang menghalangi langkah kita.


Pandangan buruk orang lain yang mencemooh tidak lagi kita hiraukan karena dalam diri kita sendiri yang ingin bangkit dari keterpurukan di masa lalu.

__ADS_1


Sedikit tanya jawab yang di lakukan reyhan dan bella di saat mereka menaiki si black itu.


Reyhan menghentikan motor nya di jalan yang sangat sepi, selain karena sudah malam rumah warga juga berada jauh di sana terdapat beberapa pohon yang besar-besar di sekeliling jembatan itu.


Tepat nya di jembatan yang di bawah nya ada sungai yang sangat jernih yang bisa di jadikan warga setempat untuk mandi, mencuci pakaian dan juga mencuci piring banyak sekali manfaatnya untuk warga yang berada di sana.


"Kenapa perasaan ku nggak enak begini, kok mas reyhan mau ngajak aku ke sini atau aku mau di tinggali di sini?" Tanya bella dengan perasaan takut nya.


"Tapi nggak mungkin kan mas reyhan begitu, aku kan nggak buat kesalahan apapun, ayo bella kamu harus berfikir yang positif buang fikiran buruk mu itu." Sambung bella dengan menebak-nebak.


"Atau jangan-jangan mas reyhan mau membuang aku ke sungai ini, aduh bagaimana ini?" Itulah ungkapan kata-kaat yang ada di dalam hatinya bella.


Reyhan langsung turun dari motornya tapi tidak dengan bella yang masih stay di jok motor suami nya.


"Mau kemana sih mas, disini seram banget mana nggak ada orang lagi?" Tanya bella yang melihat reyhan melangkah kan kaki nya yang jauh dari motor.


"Sini mangkanya turun kalau kamu takut disana." Balas reyhan.


"Tidak mau nanti mas mau membuang akh ke sungai." Terang bella dengan muka yang was-was.


"Mana mungkin aku mau membuang mu yang ada aku mati nanti di tangan daddy mu itu." Jawab reyhan yang menyakinkan bella agar mau beranjak dari sana.


"Ya udah ayo ikut kesini." Ajak reyhan sambil mengulurkan tangan nya untuk bisa di gapai bella.


Mereka berdua langsung turun ke bawah, setelah sampai di sana bella langsung di suguhkan dengan air yang sangat jernih terdapat batu-batu besar dan kecil yang berada di bawah air tersebut.


"Enak banget ya mas di sini tidak semenakutkan yang aku kira." Ucap bella sambil membentangkan kedua tangan nya menghirup udara yang sejuk sehingga membuat tubuhnya terasa tenang.


Lantas bella memasukkan tangan nya ke dalam air ingin merasakan dingin nya air malam yang indah dengan pemandangan sekitar nya.


Berbeda dengan bella, reyhan justru melempar-lemparkan batu ke dalam sungai tersebut.


Seperti itulah kebiasaan nya sejak dulu kalau lagi bosan dengan kehidupan dunja yang ia jalani bukan nya refresing pergi-pergi menghamburkan uang, cukup dengan melihat air yang tenang dan pepohonan yang hijau mengitari tempat yang mereka kunjungi tersebut.


Setelah puas dengan apa yang reyhan dan bella lakukan mereka duduk di pondok yang di buat warga setempat di sana.

__ADS_1


Tidak banyak orang yang mengetahui tempat tersebut karena tempat nya yang tidak strategis maka dari itu hanya warga sekitar lah yang bisa merasakan keindahan sungai tersebut.


"Darimana kamu tahu tempat ini mas?" Tanya bella.


"Rahasia." Balas reyhan tanpa menoleh ke arah bella.


"Hmm kau ini mas, bilang aja nggak mau kasih tau." Jawab bella dengan muka yang cemberut.


"Hehehe itu kamu tau."


"Enak ya mas kalau suasana nya begini pengen deh mas tinggal di sini." Kata bella sambil melihat ke kanan dan ke kiri.


"Buat tenda aja kalau kamu mau tinggal disini." Balas reyhan dengan tampang bodoh nya.


"Is ngeselin banget sih kamu ini mas, aku serius kamu jawab begitu." Jawab bella dengan kedua tangan yang bersedikap di dadanya sambil bibir mengerucut ke depan.


"Ya udah kalau kamu marah-marah begitu lebih baik kita pulang." Ancam reyhan.


"Eh enggak gitu juga dong mas, aku kan suka di sini." Ucap bella yang langsung tersenyum.


"Huh gitu aja langsung berubah mood nya." Gumam reyhan yang tidak terdengar oleh bella.


Bella langsung berlari-lari kecil mengarah ke sungai tadi langsung berteriak sekencang-kencang nya.


"Ahhhhhhhhhhh." Teriak bella dengan suara keras nya.


Reyhan yang melihat nya langsung tersenyum. Ia pun langsung menghampiri bella.


"Sudah puas belum teriak nya?" Tanya reyhan sambil menghadap ke arah bella.


"Sudah mas." Balas bella dengan rasa lega nya.


"Ayo kita pulang." Ajak reyhan karena mereka yang sudah lama di sana.


"Ayo mas." Balas bella dengan perasaan bahagia nya.

__ADS_1


Bella langsung mengandeng tangan reyhan begitu saja sambil tersenyum ke arah reyhan yang lagi menatap nya.


Setelah sampai di atas mereka menaiki motor nya lagi lalu menghidupkan mesin nya, dan berlalu pergi dari sana.


__ADS_2