Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Kekenyangan


__ADS_3

Rasa lega, rasa bahagia itulah yang di rasakan kedua pasangan halal itu.


Tidak ada lagi rasa saling menghindari satu sama lain mereka menikmati momen pelukan yang membuang rasa ego mereka masing-masing.


Mereka yang selesai menghabiskan semua nya yang ada di meja, acara pelukan nya juga sudah selesai, bagaimana tidak hanya beberapa menit saja sudah nya hanya ada rasa kecangungan satu sama lain.


Entah apa yang mendahului reyhan berinisiatif seperti itu tapi kalau mau di bilang jujur saja belum ada debaran di hati nya saat bersentuhan bersama bella, sebenar nya begitu juga dengan tina entah rasa ketergantungan kemarin apa karena rasa kasihan juga sama tina sehingga reyhan bisa berpacaran bersama tina, hanya reyhan lah yang mengetahui nya.


Di tambah tina yang semakin hari semakin tidak ada komunikasi untuk memberi kabar pada reyhan, atau hanya sekedar basa basi, mungkin itulah yang memudarkan perasaan nya kini yang di rasakan reyhan.


Bella langsung turun ke bawah membawa nampan yang di bawa reyhan tadi, di ikuti reyhan yang di belakang nya tapi tidak membawa apapun.


"Kenapa kamu mengikuti ku mas?" Tanya bella yang melihat reyhan di belakang nya.


"Nggak kok, aku mau ambil air putih saja." Balas reyhan sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Iya ya kenapa aku jadi mengikuti bella turun ke bawah, dan apa tadi aku bilang mau minum, jelas-jelas kami tadi baru sudah menghabiskan teh satu gelas, bodoh nya kamu rey. Reyhan membatin.


"Kan di kamar kita masih ada mas air putih nya, aku baru saja menaruh nya." Goda bella sambil mengedipkan mata nya.


"Apa itu modus mu saja mas agar bisa di dekat ku." Sambung bella.


"Mana ada begitu, aku tadi tidak melihatnya, makanya aku turun juga." Balas reyhan langsung berlari menaiki tangga.


Mereka yang sebenarnya sudah berada di dapur di lihat bibik dari kejauhan, bibik pun ikut tersenyum melihat perkembangan pernikahan majikan nya.


Lindungi lah pernikahan tuan reyhan dan non bella sampai maut memisahkan nya. Doa bibik dalam hati nya.


Setelah bella menaruhnya ia lantas ke atas menyusul reyhan yang sudah duluan masuk ke kamar mereka.


Lantas bibik mencuci piring dan gelas yang kotor tadi setelah selesai, bibik langsung merapikan lagi seperti semula lantas masuk ke kamar nya.


Bella yang melihat reyhan menonton tv lalu menyenderkan tubunya di sisi ranjang, lantas ikut merebahkan tubuhnya di atas paha suami nya.


"Mas, waktu tinggal empat bulan." Ucap bella dengan nada sendunya.

__ADS_1


"Kita akan berpisah baik-baik nantinya." Balas reyhan sambil mengelus pucuk rambut istri nya.


"Hmm iya mas, padahal aku ingin pernikahan ku sekali seumur hidup, tapi kenapa takdir ku begitu buruk ya mas?"


"Jangan menyalahkan takdir mungkin memang kita berdua yang bukan jodoh." Terang reyhan dengan bijak.


Mas mah enak sudah jadi duda langsung nikah lagi sama kekasihnya, lah aku boro-boro mau nikah lagi cadangan juga tidak ada, huft. Kesal bella dengan penjelasan reyhan.


Bella hanya diam saja percuma melakukan perdebatan toh reyhan saja belum bisa membuka hati nya untuk bella.


Bella yang belum membersihkan diri langsung beranjak pergi ke kamar mandi karena ia ingin memasak untuk makan malam nanti.


Butuh waktu sejam bella dan bibik menyelesaikan masakan mereka lalu menata rapi di meja makan.


Bella naik ke atas untuk memanggil reyhan yang nampak nya sudah terlelap.


Bella beranjak naik ke atas ranjang guna membangunkan suami nya.


"Mas bangun." Kata bella sambil mengoyang-goyangkan tubuh reyhan.


Reyhan yang baru terlelap dalam tidurnya nampak tidak terganggu.


Di belai nya wajah tampan suami nya dari mata turun ke hidung tak terkecuali bibir suami nya.


Di masih berusaha untuk membangunkan suami nya dengan menganggu tidur reyhan.


"Mas bangun." Ucap bella tepat di telinga reyhan sambil meniup nya.


Dan ya usaha terakhirnya inilah yang berhasil.


Bella yang melihat reyhan sudah ada pergerakan lantas berdiri seolah semua usaha yang di lakukan tadi tidak mau ketahuan oleh suami nya.


Khemm, reyhan berdehem untuk menyadarkan bella karena nampak seperti orang bodoh.


"Ayo mas kita turun ke bawah untuk makan malam." Ajak bella.

__ADS_1


"Duluan saja kamu turun nya aku mau cuci muka dulu." Balas reyhan langsung melangkah kan kakinya.


Bella langsung menurut ia menuruni tangga untuk turun dan duduk di salah satu kursi yang ada sambil menunggu reyhan ia melihat-lihat ada yang kurang tidak.


Tak lama kemudian reyhan datang dengan muka segar nya.


Reyhan duduk tak lupa mereka berdua berdoa sebelum menyantap hidangan di meja.


Perut mereka berdua merasa sesak karena kekenyangan terlalu banyak makanan yang masuk ke dalam perut nya.


Akhirnya mereka berdua tidak langsung ek kamar tapi pindah tempat duduk di sofa ruang tamu.


"Oh ya mas, semalam mas tidak pulang ya?" Tanya bella untuk memecahkan keheningan di ruang itu.


"Pulang kok, hanya saja aku mengerjakan pekerjaan di ruang kerja eh tau nya ketiduran sampai pagi." Jelas reyhan karena tidak ingin mengatakan keadaan yang sebenarnya bahwa ia memang sengaja menghindari bella.


"Ohh, aku kira kamu nggak pulang mas, soalnya aku tunggui kamu hingga larut tapi kamu nggak muncul-muncul." Balas bella sambil manggut-manggut karena mendengar penjelasan reyhan tadi.


Ternyata aku terlalu berfikir yang berlebihan tentang mas reyhan, tau nya dia tidur di ruangan nya.


"Ekhm, kalau kamu kenapa tadi nggak masuk kantor." Tanya reyhan penasaran.


"Aku kesiangan mas, soalnya nunggui kamu pulang, kan nggak enak kalau sudah siang baru mau datang mas." Balas bella menjelaskan.


Bukan hanya reyhan yang membohongi bella, bella juga sama memberikan penjelasan yang bukan kenyataan sebenarnya.


"Gengsi dong kalau aku mengatakan sebenarnya kalau aku nangis semalaman karena mas reyhan." Gumam bella yang tidak bisa di dengar reyhan tentunya.


"Pantas saja, pas aku bangun tidur langsung ke meja makan, kamu nya nggak ada mana masih rapi nggak ada apa-apa di atas nya."


"Soalnya kata bibik, kita berdua belum turun-turun jadi mereka belum menata makanan di sana." Sambung reyhan menjelaskan agar bella tidak salah faham pada bibik.


"Iya mas, maafi aku jadi kamu pagi tadi nggak sarapan?" Tanya bella dengan nada sendu nya.


"Aku juga buru-buru, tapi pas aku sampai di kantor aku menyuruh anton menyiapkan sarapan pagi ku beserta kopi sekalian." Terang reyhan.

__ADS_1


"Syukur lah kalau begitu mas, kamu bisa konsentrasi mengejarkan pekerjaan kantor." Balas bella dengan rasa lega nya.


Reyhan hanya mengangguk saja, sebagai jawaban.


__ADS_2