Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Semangat untuk reyhan


__ADS_3

"Iya in aja deh ntar aku nggak di ajak lagi oleh papa." Ucap reyhan yang menatap ke arah papanya itu.


"Gitu dong baru anak papa." Balas papa reyhan yang mengacungkan jempolnya.


"Emang kemarin-kemarin reyhan bukan anak papa ya." Jawab reyhan yang mengerutkan dahinya itu.


"Kamu ini iya anak papa lah." Kata papa reyhan sambil menjitak kening anaknya sendiri.


"Aduh kok main kasar sih pa." Balas reyhan yang mengelus keningnya yang tidak bersalah ini.


"Gitu aja sakit katanya laki-laki." Ucap papa reyhan yang memandang anaknya sedikit berbeda dari biasanya.


"Iya laki dong pa sudah punya istri lagi." Balas reyhan dengan muka sombongnya.


Sama yang seperti papanya perlihatkan tadi pada dirinya itu kini reyhan pun melakukannya.


Begitulah ya papa dan anak sama saja pantas saja mama reyhan sendiri langsung pergi meninggalkan keduanya tapi mereka berdua tidak menyadarinya.

__ADS_1


"Belum laki banget kamu tu." Balas papa reyhan sambil tersenyum meremehkan menatap ke arah anaknya itu.


"Kok papa bilang begitu sih." Protes reyhan yang tidak terima dengan perkataan papanya sendiri.


"Bagaimana bisa papa bilang begitu sama anak sendiri." Ucap reyhan di dalam hatinya sambil mendengus kesal.


Kenapa reyhan ucapkan di dalam hatinya karena reyhan sendiri sudah sangat penasaran apa yang menjadi penyebab papanya bilang begitu dengan tega pada anaknya sendiri.


"Drama banget ya kamu rey." Ucap author.


"Ya ya ya." Jawab author yang tidak ingin berdebat.


Tetapi bukan hanya author saja yang bilang ya ya ya seperti itu pada orang jika sedang tidak ingin berdebat mulu tapi kebanyakan orang memang seperti itu.


Kalau tidak percaya coba katakan lah pada lawan debat mu!


Dijamin lawan bicaramu tidak akan mampu lagi untuk menjawab perkataan ya ya ya mu itu.

__ADS_1


"Kamu emang sudah punya istri tapi belum punya anak rey." Balas papa reyhan sambil menepuk bahu anaknya.


Reyhan yang mendengar itu sontak saja langsung menghentikan langkah kakinya yang sedang berjalan beriringan bersama dengan papanya itu.


Ia langsung teringat yang di bilang mamanya tadi yang mengatakan kalau ia kalah dengan papanya itu soal masalah ranjang.


Reyhan baru nge inilah jawaban dari pembicaraan frontal mamanya itu entahlah mungkin reyhan yang lemot atau memang tidak tahu.


Dimana dan mau kemana arah pembicaraan mama dan papanya tadi sewaktu mereka semua berada di luar teras tadi.


Papa tidak merasa bersalah sudah bilang seperti itu pada anaknya karena memang reyhan sendiri harus di beri arahan sedikit demi sedikit agar mengerti arti pernikahan yang sebenarnya bagaimana dan seperti apa.


Itulah tujuan yang di inginkan istrinya itu agar dirinya bisa mengatakan apa yang sebenarnya menurut reyhan terdengar masih seperti ambigu di telinganya sendiri itu yang dia sendiri tidak mengerti maksud dan tujuannya mau seperti apa.


"Iya pah." Balas reyhan yang tidak tahu harus membalas bagaimana perkataan dari papanya itu.


"Jangan putus asa kalian masih baru juga menikah lakukan lah yang menurut kamu yang terbaik untuk hubungan kalian berdua ke depan nya mau bagaimana." Jelas papa reyhan yang memberikan semangat untuk anaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2