Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Terpesona


__ADS_3

Reyhan yang sudah keluar terlebih dulu dengan tubuh seksi nya menampilkan dada bidang yang berkotak-kotak membuat air liur bella mengenang dan siap tumpah kapan saja dia mau.


Bella yang mematung karena melihat keseksian suami nya sendiri di tambah wajah yang tampan dan bentuk nya yang seakan mempunyai pahatan indah dengan porsi masing-masing yang sudah sangat pas di raut wajah yang reyhan miliki saat ini.


Air yang menetes seirama dari sela-sela rambut nya jatuh ke tubuh nya sendiri, wangi nya menyeruak masuk ke indra penciuman bella yang membuat ia semakin mabuk kepayang di buat suami nya sendiri.


Tetapi khayalan dan lamunan bella yang berfantasi liar nya itu seakan lenyap hilang entah kemana karena mendapatkan sebuah tepukan di bahu nya, siapa lagi pelakunya kalau bukan suami nya sendiri.


"Ayo ngelamuni apa tadi?" Ucap reyhan dengan nada mengejek yang sedikit mendekat ke arah bella sambil tersenyum menyeringai.


Bella yang sudah melihat suami nya maju sedikit untuk mendekati nya dia mundur teratur karena tidak ingin terlihat gugup dengan jantung yang sudah jedag jedug di dalam dirinya sendiri.


"Ganggu aja orang lagi mikir kok bisa mas mesum begini." Terang bella yang tidak mau reyhan ke pd an nantinya kalau mendapat pujian dari dirinya sendiri.


"Kok aku sih yang mesum orang kamu yang ngeliati aku seakan-akan mau makan aku tadi." Goda reyhan dengan menaik turunkan alis nya ke atas dan ke bawah.


"Pd banget sih jadi orang." Jawab bella dengan nada ketus nya.


"Bilang iya susah banget sih." Kesal reyhan karena bella yang menjawab nya dengan nada ketus.


"Kepo aja, mau tau banget sih mas sama urusan aku." Balas bella yang seakan-akan acuh karena merasa malu sudah ketahuan memandangi suami nya sendiri secara intens sampai-sampai bisa berkhayal dan melamun seperti tadi.


Sial kenapa juga aku bisa nggak tahu kalau mas reyhan sudah di depan aku dan aku juga tidak sadar terpesona karena bentuk tubuh suami ku sendiri.


"Kok jadi bilang aku kepo sih?" Tanya reyhan dengan perasaan heran nya.


"Ya kamu sih mas nanya nya maksa." Jawab bella dengan nada nyolot nya.


"Nggak maksa kok, orang kamu emang bener tadi liati aku sampai terpesona gitu muka kamu." Ucap reyhan.


"Emang salah ya kalau aku nggak mau jawab, kan mata-mata aku juga yang pengen liati mas belum tentu juga terpesona sama kan." Balas bella yang masih kekeh tidak mau mengakui.


"Ya udah gantian sekarang kamu masuk gih mandi sana!" Perintah reyhan yang langsung berlalu pergi dari hadapan istri nya itu karena mau memakai pakaian nya yang belum sempat ia bawa masuk ke dalam kamar mandi tadi.

__ADS_1


"Baiklah saya laksanakan bos perintah nya." Teriak bella sambil tersenyum senang terbebas dari pertanyaan yang membuat nya malu.


Reyhan yang sudah masuk ke ruang ganti membuat bella teriak karena mau menjawab perintah reyhan tadi.


Reyhan yang mendengar nya menahan tawa karena takut di dengar bella.


Bella yang sibuk dengan ritual mandi nya tak lupa sebelum masuk ke kamar mandi ia menyempatkan untuk mengambil pakaian ganti nya terlebih dulu karena tidak mau di bilang menggoda suami nya sendiri dengan tubuh hanya berbalut dengan jubah mandi nya nanti.


Setelah selesai bella langsung keluar dengan memakai handuk yang di buat sanggul dan berpakaian tidur yang sangat tipis sampai menerawang kelihatan semua yang ada di dalam tubuh bella pastinya kalau dilihat secara detail dan intens oleh sepasang mata yang tajam.


Siapa lagi kalau bukan suami nya sendiri, reyhan yang lagi berada di bawah ingin duduk santai di sofa kesayangan nya itu belum melihat keseksian tubuh istri sementara nya itu.


Dengan menyetel lagu kesukaan nya dari remaja memakai headset biar lebih menikmati menurut nya sendiri.


Penghayatan yang di nyanyikan oleh orang itu masuk ke dalam jiwa reyhan itulah sebab nya ia sangat suka musik yang bergenre slow tapi bukan ke cerita yang sedih inti dari lagu yang di bawakan penyanyi nya.


Reyhan sudah asik dengan dunia nya sendiri sambil memejamkan matanya ia menselojorkan tubuh tinggi nya itu di atas sofa yang ada di ruang tamu nya.


Dengan tubuh molek nya bella duduk dengan santai tanpa rasa takut karena dia tidak melihat keberadaan reyhan di dalam kamar nya itu.


Setelah selesai ia membuka sanggul nya itu tidak lupa bella mengeringkan nya terlebih dulu baru menyisir nya agar terlihat rapi rambut yang ia miliki itu.


Setelah selesai dengan wajah dan rambut nya barulah ia memakai handbody di tubuh nya, tak lupa menyemprotkan parfum dengan wanila vanila kesukaan nya.


Beres deh saat tebar pesona sama suami sendiri, hihihi. Ucap bella dengan pd nya sambil cekikikan karena akan melihat wajah was-was mas reyhan.


Bella yang ingin memastikan apa ada yang kurang perfect berdiri di kaca yang besar lalu memutar-mutar tubuh nya di rasa sudah beres semua barulah ia turun ke bawah di mana reyhan berada.


"Mas." Teriak bella yang sudah mencari reyhan di lantai tapi tak kunjung ada.


Reyhan yang memakai headset tidak mendengarkan teriakan bella yang kencang itu, masih asik berjoget mengoyang-goyangkan kepala nya sangkin menikmati musik yang dia dengar melalui handphone.


Bella langsung turun ke lantai bawah dan ternyata benar dugaan nya ada reyhan yang lagi rebahan di sofa sambil memejamkan mata nya.

__ADS_1


Bella mendekati reyhan dan dia melihat reyhan yang lagi memasang headset di telinga nya.


Pantas saja mas reyhan nggak dengar aku kira dia lagi pergi ke luar tau nya malah enak-enakan di sini, huu. Gumam bella dengan nada lirih nya.


Bella langsung saja duduk dan menyisihkan kaki reyhan ke belakang agar dia bisa duduk di sana bersama suami nya karena merasa bosan tidak tahu harus melakukan apapun.


Reyhan yang merasakan ada orang yang berada di dekat lantas membuka mata nya sebelah untuk mengitip dan dilihat nya bella lagi menatap nya dengan intens.


Entahlah tatapan bagaimana yang bella tujukan untuk suami nya itu karena terkadang mood seorang berubah-ubah dalam sekejap.


Reyhan yang tidak mau ambil pusing lantas memejamkan mata nya kembali karena merasa tidak ada hal yang serius di antara dia dan bella yang meski di bahas atau di perbincangkan pasti nya.


Bella yang merasa di cueki padahal dia sudah berusaha berpenampilan yang jarang-jarang ia lakukan untuk orang lain kalau bukan untuk suami nya sendiri.


Lantas membuat nya bertingkah dengan menghentak-hentakan tubuhnya ke atas sofa dan itu membuat reyhan merasa terganggu karena tubuh nya ikut bergoyang kesana kemari.


Reyhan langsung bangun dari rebahan nya dan menatap ke arah bella yang mampu membuat fokus nya yang hilang kendali karena aura kecantikan yang terpancar dari wajah bella mampu menghipnotis nya dalam sekejap.


Tak lupa tubuh molek yang di miliki bella membuat tatapan mata reyhan menatap nya dengan sayu seperti menginginkan sesuatu yang seperti manusia normal pada umum nya.


Tahan rey ini ujian untuk mu yang mempunyai istri yang sangat sempurna dalam segi apapun. Ucap reyhan di dalam hati nya sambil menahan nafas untuk menetralkan sesuatu yang ingin mendesak keluar ke permukaan nya.


Entahlah respon reyhan saat ini sangat berbeda dengan hari-hari seperti biasanya apa karena emang cuaca di luar sana yang mendukung suasana mereka berdua dengan keadaan yang sepi dan sunyi senyap karena sudah malam hari.


"Ekhm, bel kenapa kamu berpenampilan seperti itu." Ucap reyhan yang sudah tersadar dari lamunan liar nya tadi.


"Kenapa emang nya mas penampilan aku seperti biasa." Balas bella yang mendekat ke arah reyhan yang sudah gugup di buat tingkah bella itu.


Wangi dari rambut bella sangat lembut dan bisa menenangkan siapa saja yang mencium nya seperti sekarang ini wangi nya sudah masuk ke dalam hidung reyhan.


Wangi yang mengoda. Ucap reyhan yang memejamkan mata nya sebentar lalu menatap ke arah bella yang sangat cantik di mata reyhan malam ini.


Tidak hanya kecantikan saja yang di tampilkan bella juga wangi yang menyeruak berasal dari tubuh bella pastinya karena sebelum ia turun ke bawah masih netral-netral saja setelah ia di sana barulah wangi nya ada.

__ADS_1


Reyhan yang di buat salah tingkah oleh bella semua perasaan gugup takut malu dan rasa ingin menjadi satu kesatuan yang sedang menggerogoti tubuh reyhan.


__ADS_2