Mengharapkan Cinta Suamiku

Mengharapkan Cinta Suamiku
Ruang tamu


__ADS_3

Reyhan yang sudah wangi dan berpakaian rumahan yang ia pakai sesuai pilihan bella tentunya, tapi tidak melihat bella di kamar nya.


Lalu ia turun ke bawah dan mendengar suara televisi yang menayakan film kartun, reyhan pun mendekat dan benar saja ada bella yang lagi duduk dengan santainya di atas sofa dengan cemilan yang ia pegang tentunya.


Ya sebelum melanjutkan untuk film kartun tadi bella menyempatkan untuk ke dapur mengambil beberapa snack dan cemilan yang lain nya tak lupa susu kotak yang kebetulan ada di kulkasnya lalu bella ambil dan ia bawa semuanya untuk di letakkan di meja yang ada di depan sofa.


Reyhan yang melihat itu lantas ikut tersenyum karena melihat bella tertawa terbahak-bahak karena kejahilan tikus kepada kucing yang besar itu.


"Khem, lagi asik banget nih." Goda reyhan sambil menyerobot susu yang lagi di minum bella.


"Kamu ini mas, ganggu aja itu susu aku tau kalau kamu mau ambil aja di kulkas masih banyak." Balas bella dengan nada kesalnya karena merasa terganggu.


"Mas reyhan meminum susu bekas bibir aku, artinya kami sudah berciuman secara tidak langsung, ahhhh apakah ini sudah jadi pertanda bahwa tidak akan terjadi kegagalan, bismillah." Ucap bella dalam hatinya dengan perasaan bahagia.


"Kan enak kalau dari bibir kamu." Kata reyhan sambil menaik-naikan alisnya ke atas ke bawah.


"Is kamu ini mas, tadi di kamar sekarang di sini suka sekali mengoda aku seperti itu." Balas bella dengan wajah merah bak tomat.


Reyhan yang melihat itu menyunggikan bibir nya dikit yang tidak bisa di lihat bella pastinya.


Rasanya senang sekali melihat muka bella yang malu-malu begitu. Ucap reyhan dalam hatinya


"Mandilah dulu baru lanjut nonton lagi ntar keburu malam nggak baik kalau mandi malam!" Perintah reyhan karena melihat jam yang bertenger di dinding ruang tamu.


"Bentar lagi mas nanggung, kan bisa pakai air hangat aja kalau dingin." Balas bella yang enggan beranjak dari sana.


"Kamu ini dibilangi bukan nya nurut, dosa tau ngebantah perintah suami." Jelas reyhan karena tidak mau ada bantahan dari mulut istri nya.

__ADS_1


"Iya-iya ini mau mandi juga, giliran aku berdosa ngebantah ucapan mas reyhan, eh mas reyhan aja ada perempuan lain aku nggak pernah bilangin mas berdosa." Ledek bella sambil menjulurkan lidah nya dan berlari menaiki kamar karena ingin mandi.


Sebenarnya sekarang ini reyhan dilanda perasaan nya harus bagaimana di satu sisi dia sudah merasa nyaman dengan kehadiran bella di samping nya, tapi dia juga tidak bisa mengabaikan hubungan yang sudah lama terjalin dengan kekasihnya.


Bukannya tidak ada rasa syukur di hati reyhan karena sudah mendapatkan istri yang cantik dan baik serta mau berusaha mengimbangi orang yang sudah dewasa karena dari segi umur bella terbilang masih sangat muda.


Tapi takdir yang buruk membawa bella pada pernikahan yang akan mempengaruhi masa depan nya nanti, entah bagaimana nantinya dia akan menjalani kehidupan nya lagi setelah perubahan status yang akan ia terima dengan konsekuensi perjanjian yang ia buat bermasama suaminya.


Reyhan yang mendengar ucapan bella tadi kembali termenung menerawang akan seperti apa kisah cinta yang akan ia jalani di kehidupan ini.


Bukan hanya berapa hari saja ia menjalin hubungan bersama tina banyak momen-momen dimana tina selalu ada di samping nya yang tidak pernah menuntun waktu reyhan, tidak merengek-rengek mau di temani ke salon atau shoping hanya perlu memberikan atm selesai sudah masalahnya, begitu lah solusi untuk membuat mood tina membaik.


Reyhan yang pusing memikirkan nya akhirnya memilih memejamkan matanya untuk mengurangi sakit yang melanda kepala nya sendiri.


Ia menaruh susu yang dia rampas dari tangan bella tadi dan menselojorkan kaki panjang nya dan bersedikap kedua tangan di atas dada dan tak lupa menutup mata nya sendiri.


Pakaian tidur dengan motif boneka beruang di dada seperti anak kalangan remaja lain nya, baju pendek, dan celana pendek di atas dengkul yang menjadi pilihan bella untuk di pakainya.


Selesai dengan pakaian nya tak lupa memakai body lotion biar wangi tentunya tak lupa dia memakai bedak tipis dan mempoles bibirnya dengan lip balm rasa stroberi biar nggak kering.


Kalau di rumah meski harus cantik setidak nya biar kelihatan fresh muka kita agar mata mas reyhan bisa terbuka melihat istrinya yang bisa di katakan mendekati kata sempurna.


Bella langsung turun ke bawah, perkataan nya tadi hanya refleks saja keluar langsung dari bibirnya tidak ada perasaan untuk menyinggung suami nya sendiri, maka dari itu dia tidak terlalu memikirkan nya.


Setelah sampai di bawah, bella yang mengira reyhan tertidur lantas langsung duduk di samping suami nya tanpa membangunkan reyhan.


Karena dia berfikir, reyhan baru tertidur padahal jelas-jelas dia saja hampir menghabiskan waktu satu jam setengah karena tadi sempat berendam dulu di bath up memasukkan beberapa tetes lavender untuk merileksasikan tubuhnya di tenggelamkan di dalam sana.

__ADS_1


"Nyaman dan enak, tentunya." Ucap bella yang berada di bath up tadi.


Mangkanya dia bisa sampai tidak menginggat waktu, kan tadi emang di suruh suami nya sendiri mangkanya di manfaatkan waktu nya oleh bella untuk berendam.


"Ya tidur, tunggui aja sampai mas reyhan bangun kan aku juga nggak bisa membawa mas reyhan sendiri ke dalam kamar biar tidurnya enak." Ucap bella sambil menatap reyhan yang masih setia memejamkan matanya.


Bella yang sudah bosan menunggu lantas merebahkan kepalanya di pangkuan reyhan.


"Kan enak kalau begini nyemil bisa nonton bisa, bonus nya berada di dekat mas reyhan sambil menatap wajahnya." Ucap bella sambil tersenyum puas.


Sebenarnya reyhan tidak tidur tetapi dia tidak mau saja membuka matanya itu takut di cecar lagi oleh perkataan bella yang tidak bisa di jawab nantinya.


Padahal bella nggak bermaksud seperti itu, dia hanya kesal saja karena harus menuruti perintah suami nya yang harus di lakukan sekarang itu juga tanpa bantahan.


"Kamu tampan sekali mas." Ucap bella yang telah mengamati muka reyhan secara jelas dan dengan jarak yang sangat dekat.


"Kan aku memang tampan sejak dulu, kamu aja yang baru menyadarinya huh," batin reyhan berucap dengan rasa kecal tapi dia tidak menunjukkan ekspresinya di raut wajahnya itu.


"Mata kamu yang cokelat, alis tebal, bibir kamu juga sangat seksi sekali mas." Lanjut bella sambil tangan nya berkelana memegang muka reyhan.


Aduh bisa ketahuan nih aku kalau tidak tidur, kenapa juga di pegang-pegang segala, nanti aku bersin lagi.


Bella yang gemas dengan hidung mancung suaminya, mengitarinya dengan mengunakan jarinya sesekali bella pencet dengan kuat.


Nggak nafas ni aku bel, hadeh suka sih suka tapi nggak dengan menyiksa begini.


Reyhan yang tidak kuat lagi dengan tangan jahil bella akhirnya pura-pura seperti orang baru bangun tidur.

__ADS_1


Perlahan-lahan ia membuka matanya, bella yang merasakan pergerakan dari reyhan di buat gelagapan.


__ADS_2