
Memang benar apa yang di katakan reyhan itu karena kita tidak pernah tau ada banyak ribuan orang di luar sana yang kelaparan karena tidak memiliki makanan dan juga uang untuk membeli nya.
Jadi hanya menahan lapar saja yang bisa di katakan untuk menenangkan perut yang sudah melilit keroncongan karena minta di isi oleh pemilik nya.
Tapi apalah daya ekonomi yang tidak memandai jangankan untuk membeli makan untuk mengisi tenggorokan yang kering saja dia tadi bisa.
Jadi banyak-banyak lah kita pandai bersyukur atas nikmat dan berkah yang telah kita miliki untuk saat ini dan kalau bisa sampai seterusnya nanti.
Kalaupun kita memiliki sedikit rejeki alangkah baiknya kita bisa berbagi nikmat itu sendiri kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan bantuan dari kita.
Itulah banyak orangtua yang bilang pada anaknya kalau nasi tidak kita habiskan dalam artian masih ada yang tersisa dia akan menangis padahal jelas-jelas itu benda mati.
__ADS_1
Kalau logika kita berfikir itu tidak akan terjadi karena tidak akan masuk dalam akal sehat kita sendiri.
Rupanya itu hanya perumpaan saja bagi orang yang sudah tidak tahan menahan sakit perutnya itu karena belum di isi oleh apapun jenis makanan nya akan mengeluarkan air mata dengan sendirinya tanpa di perintah oleh orang tuan nya sendiri.
Kalau mereka mendapatkan bantuan yang menurut kita yang memberinya sedikit tetapi tidak bagi yang menerima mereka akan sujud syukur atas pemberian itu langsung terbitlah senyum yang menghiasi wajah orang-orang itu.
Tak lama setelah itu reyhan melihat ada supermarket di arah yang sejalur dengan keadaan mobil nya saat ini jadi ia tidak perlu memutar balikkan lagi mobil nya itu.
"Mas itu di sana ada supermarket kita kesana aja bagaimana?" Tanya bella pada suaminya sambil mengasih tahu keberadaan supermarket itu.
"Iya mas tadi juga sudah lihat baru mau ngomong sama kamu eh ternyata sayang juga lihat." Balas reyhan dengan panjang lebarnya.
__ADS_1
"Hehehe emang benar ya mas mungkin kita berdua jodoh soal gini aja bisa sama." Jawab bella yang ingin menggoda suaminya itu.
"*A*ku hanya bisa berdoa untuk sekarang ini sampai maut menjemput ku nanti aku ingin bisa bersama mu terus seperti sekarang ini dan seterusnya membangun rumah tangga yang penuh dengan kebahagian dan suka cita yang pastinya untuk melengkapi kebersamaan yang terjalin ini." Ucap bella di dalam hatinya tak lupa ia mengaminkan nya.
"*J*ika kamu memang jodoh aku yang aku akan menjaga kamu semampuku dan untuk memastikan itu memang benar adanya biarlah waktu yang kita jalani seperti sekarang ini yang akan menjawab nya." Ucap reyhan yang sama seperti bella mampu ia ucapkan di dalam hatinya.
Bukan nya reyhan ingin mengantungkan status nya bersama bella tetapi tidak secepat itu untuk langsung bisa mengungkapkan bahwa semuanya seperti yang di inginkan bella saat ini.
Karena reyhan yang tipe orang nya juga tidak mau langsung memberikan harapan yang besar dan nantinya akan menjadi bomerang untuk di kemudian nya nanti.
"Amin yang." Balas reyhan yang menatao ke arah istrinya itu.
__ADS_1
Karena kata itulah yang terlintas di kepala nya saat ini.