
Reyhan yang melihat kepergian istrinya itu tanpa menoleh lagi ke arah belakang yang dimana ada dirinya di sana.
Seolah menatap tidak percaya pada istrinya yang berlalu pergi begitu saja meninggalkan dirinya seperti sekarang ini.
Dengan mulut yang terbuka tak lupa ekspresi yang bengong ini membuat reyhan yang biasanya bermuka datar jika tidak berada di dekat keluarganya.
Sekarang hanya ada ekspresi yang lucu dan gemas jika orang lain melihat reyhan saat ini pasti tidak ada yang percaya bahwa itu memang benar reyhan sendiri.
Papa reyhan pun langsung mengalihkan pandangan nya pada istrinya itu karena sudah semakin jauh dan tidak terlihat lagi dari dirinya berada seperti saat ini.
Tak lupa ia alihkan pandangan nya menatap ke arah anaknya yang sama nampaknya tidak setuju seperti dirinya tadi yang ingin mengajukan protes tentunya.
__ADS_1
Untung saja reyhan cepat tersadar dari ekspresi mukanya itu karena tidak lama kemudian saat papanya melihat dirinya dia sama juga melihat ke arah papanya berada dengan ekspresi biasanya tidak seperti tadi.
"Aman untung saja aku cepat tersadar aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana wajah aku tadi saat seperti tadi." Ucap reyhan di dalam hatinya saat ini juga.
"Bagaimana bisa mereka berdua meninggalkan suaminya yang masih berada disini?" Tanya papa reyhan kepada anaknya dengan wajah kesalnya.
"Aku ingin sekali menarik tangan istriku tadi pa tapi melihat dia tidak menatap ke arah aku sama sekali membuat aku mengurungkan niat untuk melakukan nya." Balas reyhan yang memang benar adanya.
Papa dan anaknya ini sama-sama merasa kesal pada istri mereka masing-masing seperti saat ini.
"Padahal kita nggak berbuat salah pada mereka huh." Gerutu papa reyhan yang masih bisa di dengar oleh reyhan sendiri.
__ADS_1
"Istri papa tuh yang main ajak istri aku pergi aja." Protes reyhan pada papanya sendiri karena memang ia melihat saat mamanya tadi mengulurkan tangan pada istrinya
"Itu mama kamu juga rey." Jawab papa reyhan yang keberatan anaknya bilang begitu pada dirinya seakan lupa kalau istri dirinya itu juga mamanya sendiri yang melahirkan reyhan tentunya.
"Hehe iya pa." Balas reyhan yang mencari aman saja sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena sudah merasa di salah ucap tadi.
"Istri kamu aja yang main terima uluran tangan mama kamu coba tolak aja." Ucap papa reyhan yang mau menyalahkan istri reyhan itu karena tidaj terima istrinya sendiri yang di salahkan.
Padahal sebenarnya memang mama reyhan sendiri yang mau mengasih pelajaran pada suaminya maupun anaknya untuk tidak bertengkar di hadapan dirinya dan juga menantunya ini.
Karena membuat pusing kepala saja menurut mama reyhan sendiri hal yang seperti tadi tidak perlu di permasalahkan dan di perdebatkan sampai sebegitu nya.
__ADS_1
Apalagi disana sudah ada keberadaan bella sendiri yang sudah menjadi menantu di keluarga mereka sendiri yang artinya sudah masuk dalam bagian keluarga mereka tentunya.
Yang memang baru pertama kali berkunjung sudah dibuat tidak nyaman oleh pertengkaran suaminya dan anaknya itu begitulah fikir mama reyhan sendiri itulah alasan yang membuat dirinya mengajak bella untuk pergi dari sana.