
Bella yang mendengar itu mempercepat langkah nya karena sudah mengetahui letak di mana halaman belakang itu berada
Terkesan tidak sabaran melihat langkah kaki bella saat ini bagaimana tidak yang tadinya berada di belakang reyhan sekarang sudah ada di sampingnya.
Meskipun dia memegang kantong kresek itu tidak membuat mereka berdua kerepotan dan keberatan karena isinya yang memang sangat ringan pastinya.
Kalau beberapa minuman yang dibeli di supermarket tadi semuanya dibawa reyhan bella hanya membawa kantong kresek yang berisikan snack yang ringan tentunya.
"Ayo mas cepetan." Ajak bella yang mengeluh langkah kaki suaminya itu sangat lambat menurut dirinya sendiri.
Padahal tidak sama sekali reyhan juga sama seperti bella yang mempercepat langkah kakinya tapi ya begitulah karena rasa sabar yang tidak cukup banyak membuatnya berfikiran seperti itu.
Rasa sabar yang dimiliki bella saat ini jika berhubungan dengan kumpul bersama keluarga hanya seperti tisu yang sangat tipis itu pastinya tidak akan salah lagi.
"Sabar yang." Balas reyhan.
__ADS_1
Karena hanya kata itulah yang bisa ia ucapkan pada istrinya yang berada di sampingnya itu.
Bella hanya tersenyum cengegesan mendengar balasan yang keluar dari mulut suaminya itu karena dia sendiri juga sudah mengetahui rasa tidak sabaran itu muncul dalam dirinya saat ini juga.
Entahlah bella sendiri binggung kenapa ia yang memang tidak bisa mengontrol nya dirinya sendiri seperti saat ini.
Mereka berdua yang sudah sampai langsung membuka pintunya yang dimana orangtua mereka masing-nasi sudah membentuk sebuah lingkaran agar bisa nyaman bercerita nya.
Suara pintu yang dibuka oleh reyhan dan juga bella itu membuat ke-4 orang disana langsung menoleh serempat kepada mereka berdua yang berada disana.
"Iya sini taruh aja disana makanan dan minuman itu." Kata mama reyhan yang menunjuk meja yang tidak berada jauh dari mereka berdua pastinya.
Reyhan maupun bella melangkahkan kakinya ke arah meja terlebih dulu di taruhlah ke-4 kantong kresek yang mereka berdua bawa tadi.
Setelah dirasa sudah cukup aman dan tidak akan terjatuh tentunya barulah reyhan dan bella berjalan yang dimana para orangtua nya sedang duduk nyaman disana.
__ADS_1
Bella yang sudah sampai itu langsung mencium punggung tangan mertuanya terlebih dulu secara bergantian pastinya.
Disambut hangat oleh kedua orangtua reyhan itu sendiri dan usapan di kepala bella yang tidak ketinggalan karena papa dan mama reyhan memang sudah menganggap bella seperti anaknya sendiri.
Bukan karena ada daddy dan mommy yang berada di dekat mereka seperti saat ini tapi memang benar tulus adanya di dalam hati keduanya itu.
Setelah sudah barulah beralih ke daddy dan mommy sama seperti yang ia lakukan pada papa dan mamanya mencium punggung tangan orangtua nya secara bergantian tentunya.
Begitu juga dengan reyhan para orangtua dari mereka masing-masing itu sangat merasa senang dan bahagia tentunya melihat pernikahan yang sudah bisa di pastikan sama seperti yang mereka jalani.
Yang dimana tidak ada kepura-puraan lagi di antara reyhan dan bella karena adanya keberadaan mereka disisi keduanya itu.
"Kenapa lama sekali tibanya?" Tanya daddy yang menoleh ke arah reyhan.
Reyhan binggung mau menjelaskan nya bagaimana jika ia jabarkan nantinya akan memakan waktu yang cukup lama karena banyak nya halangan dan drama yang menghampiri keduanya itu.
__ADS_1