
"Kau bekerja sama keras, tapi apa yang sedang dilakukan di rumah sehingga ada begitu banyak mobil?" Tanya Davi ketika dia melihat bahwa sampai di halaman rumah ada banyak mobil yang terparkir..
"Ahh,, hari ini Nona kedua membuat sebuah pesta untuk merayakan kebahagiaannya bersama dengan orang-orang Setelah dia mendapatkan penghargaan sebagai model terbaik tahun ini." Ucap penjaga gerbang itu langsung membuat Davi menganggukkan kepalanya lalu dia kemudian menoleh melihat Ivanka yang berdiri menatapnya.
Melihat tatapan Davi yang tertuju pada perempuan yang hendak menerobos masuk, maka sang penjaga gerbang dengan cepat mengulurkan tangannya mendorong bahu Ivanka sehingga Ivanka mundur beberapa langkah.
🍣🍣🍣
Sang penjaga gerbang tidak memperdulikan ivankah yang tanpa kesal menatapnya, tetapi penjaga gerbang itu kini memperhatikan Davi.
Sang penjaga gerbang kemudian berkata, "Tuan muda tidak perlu memperdulikan dia, dia hanya orang yang datang untuk membuat kekacauan. Dia berlari sebagai pemilik Rumah ini Padahal dia hanya orang asing yang kemungkinan adalah penipu yang datang untuk--"
Plak!!
Ucapan penjaga gerbang itu terhenti ketika Ivanka mendaratkan sebuah tamparan keras di wajah pria itu sehingga membuat pria itu tersungkur hingga membentur mobil milik David.
"Hah,, dasar Dasar orang tidak tahu malu!!" Kesel Ivanka pada pria yang berusaha untuk berdiri itu Dan Dia kemudian menatap kakaknya dengan mata yang bulat penuh.
__ADS_1
"Kak, ini aku adikmu!! Ivanka!" ucap Ivanka mengambil kartu identitasnya dan juga kartu kredit yang diberikan oleh kakaknya sebagai pertanda bahwa dia benar-benar Ivanka.
Davi yang melihat kartu itu langsung membuka pintu mobilnya lalu dia memperhatikan perempuan di depannya, "Kau,,"
"Tuan!!" Sang penjaga gerbang menyela ucapan Davi sembari pria itu kemudian berdiri di samping kedua orang yang sedang berhadap-hadapan itu sembari lanjut berkata, "Jangan percaya, dia pasti hanya seorang penipu yang datang untuk mendapatkan--"
"Diam!" Bentak Davi pada penjaga gerbang itu langsung membuat sang penjaga gerbang terdiam.
Sementara Davi, dia kembali memperhatikan perempuan di depannya dan dia memang melihat bahwa mata perempuan di depannya sangat mirip dengan mata adiknya, tetapi seluruh tubuh dan wajah perempuan itu sangatlah berbeda meski dia melihat bahwa tinggi perempuan itu sama persis dengan tinggi adiknya yang bernama Ivanka.
"Dia adik mu?" Tanya perempuan itu sembari memperhatikan Ivanka, Dan Dia merasa bahwa perempuan itu memang sangat cantik dan memang cocok menjadi adik dari kekasihnya, namun sayangnya dia melihat kilatan tatapan dari perempuan itu yang tampak tidak menyukainya.
Hal itu membuat sang perempuan yang bernama Irena langsung memperhatikan perempuan di depannya dengan seksama dan dia mengepel kuat tangannya ketika dia benar-benar melihat bahwa perempuan itu memang tidak menyukainya.
"Hm,, kak, ini aku Ivanka, Aku sudah memberikan tanda pengenalku dan juga kartu kredit yang kakak berikan padaku." Ucap Ivanka langsung membuat Davi melihat kembali kartu kredit yang ada di tangannya dan memastikan bahwa itu memang kartu kredit miliknya, karena di sana tertera namanya dan juga kartu tanda pengenal yang lain adalah milik adiknya.
"Hm, tapi, Apa yang kau lakukan dengan tubuhmu sampai Kau Jadi sekurus ini?" Tanya Davi mengulurkan tangannya memegang bahu adiknya dan bahu yang terasa begitu kecil di genggaman tangannya.
__ADS_1
Ivanka terkekeh pelan, "Bukankah waktu kita bercerita di kamar, aku sudah bilang kalau aku mau pergi melakukan perawatan dan selama 6 bulan terakhir,,, aku menghabiskan banyak uang milik kakak," ucap Ivanka ditutup dengan serentetan Gigi perempuan itu yang menggigit bibir bawahnya sebagai pertanda bahwa dia merasa bersalah juga telah menghabiskan begitu banyak uang kakaknya untuk melakukan perawatan.
Padahal, sebenarnya dia tidak perlu membayar begitu banyak di klinik kecantikan, tetapi tentunya kakaknya akan sangat curiga padanya jika pria itu melihat dia tidak mengeluarkan sebesar pun uang dari kartu kredit milik kakaknya namun dia mengalami perubahan yang sangat drastis.
Selain itu juga, dia membeli banyak sekali barang-barang kebutuhannya, jadi dia sudah menghabiskan terlalu banyak uang pria itu, namun sekalipun kakaknya tidak pernah meneleponnya untuk mempertanyakan aliran uang-uang dari ATM tersebut.
Ivanka benar-benar yakin bahwa Davi ialah kakaknya yang bisa dipercaya dan kakaknya yang tulus menyayanginya.
Davi yang mendengarkan ucapan adiknya langsung menghela nafas lalu kemudian pria itu menarik perempuan tersebut ke dalam pelukannya, "kakak tidak percaya bahwa kau benar-benar pergi melakukan perawatan hanya karena orang-orang itu. Sepertinya kau mengalami hal sulit selama beberapa bulan terakhir," ucap Davi yang merasa sedih untuk adiknya.
Tetapi Ivanka malah tersenyum dalam pelukan pria itu sembari Dia berkata, "aku tidak sampai se-kesulitan itu sehingga Kakak sangat sedih seperti ini. Tapi,, Kakak sudah berjanji padaku bahwa kita akan pergi ke gunung, jadi aku akan menagih janji kakak."
Davi langsung teringat akan percakapan mereka di meja makan keluarga pada beberapa bulan yang lalu sehingga pria itu kemudian menganggukkan kepalanya menatap adiknya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1