Mengubah Nasib Gadis Jelek

Mengubah Nasib Gadis Jelek
29


__ADS_3

Sang Perempuan menganggukkan kepalanya karena tentunya mereka tidak mau dianggap sebagai pembohong jikalau nanti ternyata Adella baik-baik saja sehingga dia membiarkan Emilia kembali mengetuk pintu kamar mandi.


Tok tok tok...


"Kak Adella, Apakah kau baik-baik saja? Kalau kau tidak menjawab, maka kami akan segera keluar dan memberitahu orang-orang agar mendobrak pintunya," ucap Emilia sembari menajamkan telinganya untuk mendengar jika ada sebuah suara yang bisa ditangkap oleh telinganya.


💮💮💮


Namun karena mereka tidak mendengar suara apa-apa, maka akhirnya kedua perempuan itu saling berpandangan lalu mereka keluar dari kamar.


Baru saja keluar, mereka langsung hitam sambut oleh tatapan semua orang yang begitu penasaran untuk melihat Adela yang telah mengganti pakaiannya.


Tetapi kemudian Emilia berkata, "sepertinya terjadi sesuatu pada Adella yang nekat untuk mengganti pakaiannya sendirian di kamar mandi, sekarang--"

__ADS_1


"Apa?!!" Kekasih Adela langsung menerobos masuk ke dalam kamar lalu pria itu cepat-cepat berusaha membuka pintu kamar mandi.


Banyak orang juga masuk ke dalam kamar kamu lalu beberapa laki-laki berusaha mendobrak pintu kamar mandi sampai akhirnya melihat mereka melihat seorang perempuan yang resletingnya sudah terbuka sampai ke pinggang namun tergeletak di lantai begitu saja.


Kekasih Adela yang bernama Doni langsung membawa perempuan itu ke gendongannya lalu dia kemudian pergi dari kamar itu.


Doni cepat-cepat membawa perempuan itu kayak mobilnya diikuti oleh Davi bersama dengan Widya lalu mereka kemudian meninggalkan kediaman itu.


"Ayah, Kita juga harus menyusul ke rumah sakit," ucap Ivanka pada ayahnya ketika semua tamu telah pergi.


Irene yang berada di sana juga langsung menganggukkan kepalanya, "iya, aku sangat cemas dengan kakak ipar, dia pasti kelelahan sehingga dia pingsan di kamar mandi," ucap Irene yang sebenarnya hanya ingin pergi untuk menyusul Davi dan tentunya juga mendapatkan perhatian dari seluruh keluarga kekasihnya.


Bagaimanapun, tadinya dia sangat ingin ikut bersama dengan kekasihnya ke rumah sakit, tetapi karena orang-orang berdasarkan untuk melihat Adela yang dibopong kek atas mobil, maka dia tidak memiliki jalan untuk menerobos kerumunan.

__ADS_1


Dan terlebih, dia tidak ingin terlihat seperti perempuan yang kasar di depan semua orang, terutama di depan calon mertuanya sehingga pada hari itu dia benar-benar menjaga citranya.


"Kalian berdua benar, sekarang ayo kita pergi," ucap pria bernama askara sembari pria itu berjalan menuntun kedua perempuan yang bersamanya menuju mobil miliknya.


Begitu mereka bertiga sudah ada dalam mobil, maka askara cepat-cepat melajukan mobilnya meninggalkan kediaman mereka lalu mereka pergi ke rumah sakit di mana Adela di bawah.


Irena yang duduk di dalam mobil memperhatikan Ivanka yang duduk di depan, lalu perempuan itu kemudian berkata, "dia pasti tidak akan terjatuh seperti itu dan pingsan di kamar mandi seandainya kau tidak membawakan bikini sehingga memaksanya untuk memakainya."


Ivanka yang mendengarkan perempuan sok tahu yang ada di belakang langsung menoleh ke belakang menatap perempuan itu dan dia benar-benar tak menyangka bahwa perempuan itu memiliki begitu banyak keberanian untuk berbicara seperti itu.


Perempuan itu masih belum menjadi bagian dari keluarga mereka, tetapi Sudah berani berbicara seperti itu pada anggota keluarga mereka. Apalagi nanti jika sudah menjadi bagian dari keluarga mereka, maka Ivanka yakin perempuan itu akan lebih berani lagi untuk berbicara sembarangan.


Oleh sebab itu, Ivanka berkata, "tolong jaga ucapanmu, kau masih belum menjadi bagian dari keluarga kami jadi kau tidak punya hak sedikitpun untuk mencampuri urusan keluarga kami. Dan kau juga harus ingat bahwa keluarga kami bukan keluarga sembarangan yang akan membiarkan siapapun mengadu domba kami termasuk orang sepertimu!!!"

__ADS_1


__ADS_2