
"Heh,,, sialan! Aku akan ke apartemenmu sekarang!" Teriak Adela dari seberang telepon.
❤️❤️❤️
Tut tut tut....
Doni yang mendengar nada sambungan telepon mereka yang diputus setelah perempuan yang merupakan kekasihnya berteriak padanya hanya bisa menghela nafas dan merasa kesal dengan tingkah perempuan itu.
"Wanita ini, Memangnya dia pikir Hanya dia satu-satunya wanita di dunia ini sehingga aku harus memperlakukannya seperti Ratu? Benar-benar konyol dia mencemburui adiknya sendiri!!!" Geram pria itu sembari melemparkan ponselnya ke atas ranjang lalu Doni pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Cukup lama pria itu berendam di dalam bak berendam sampai akhirnya dia keluar dari kamar mandi dan mendapati Adela sudah duduk di tepi ranjangnya sembari menatap kesal ke arahnya.
"Kau begitu marah? Aku tidak melakukan apapun dengannya, aku hanya mengantarnya," ucap Doni sembari mendekati perempuan itu, lalu duduk di samping Adela dan memeluk perempuan tersebut.
Adela pun mendengus kesal, "Apakah kau tahu apa yang telah terjadi di rumah sebelum kau pergi mengantar perempuan itu?!! Dia baru saja membuatku dimarahi oleh kak Davi!! Dan lebih menyebalkannya lagi, perempuan itu tidak mau menandatangani surat yang diberikan padanya! Aku sangat kesal!! Apalagi saat melihatmu malah pergi mengantarnya!!!" Bentak Adela pada pria di depannya.
"Maaf, lain kali aku akan menolak permintaan dari manajer Asila," ucap Doni merayu perempuan itu.
__ADS_1
Dia tidak ingin perempuan itu sangat marah terhadapnya, sebab bagaimanapun dia masih menyukai bermain-main dengan perempuan itu sehingga dia tidak mau kehilangan permainannya terlalu cepat.
Meski banyak perempuan lain yang bisa menggantikannya, namun dia merasa bahwa permainan perempuan itu di atas ranjang cukuplah hebat untuk dipertahankan.
Sementara Adela yang mendengarkan ucapan Doni, perempuan itu memutar bola matanya menatap Doni, tetapi pada akhirnya dia menganggukkan kepalanya dengan pelan, "pergi pakai bajumu!" Ucap Adela sembari melepaskan pelukan pria itu lalu dia kemudian masuk ke kamar mandi.
Doni yang melihat perempuan itu masuk ke kamar mandi kini mengerutkan keningnya lalu dia mengambil ponselnya dan melihat pesan yang tadinya Ia kirim pada Ivanka.
Itu adalah pesan yang berisi alamat apartemennya agar Ivanka datang ke tempat itu setelah acara brand xx selesai, tetapi kini dia menghapus pesan itu dan mengirim sebuah pesan lain.
Sementara itu, Ivanka yang mendapatkan pesan tersebut kini tersenyum miring, sebab sebelumnya dia telah membaca pesan yang dikirimkan oleh Doni.
"Dasar," Ivanka dengan nada suara mencibir sebab Dia jelas tahu bahwa Adela yang telah melihat foto mereka bersama-sama pastilah pergi ke apartemen pria itu karena merasa khawatir.
Oleh sebab itu, Ivanka memiliki sebuah ide cemerlang dalam hatinya sehingga dia pun menyimpan ponselnya dengan sebuah kemenangan yang besar dalam hatinya dan perempuan itu melanjutkan acara yang ia ikuti.
Setelah cukup lama berada di tempat acara, maka akhirnya perempuan itu meninggalkan tempat acara brand xx lalu dia kemudian menaiki mobil yang disiapkan oleh manajernya.
__ADS_1
"Pergi ke apartemen xx," kata Ivanka pada sang supir.
"Baik Nona," jawab sama sopir melajukan mobil yang ia kendarai sampai mereka akhirnya tiba di parkiran yang mereka tuju.
"Jangan pergi dulu, tunggu aku," kata Ivanka sembari turun dari mobil lalu perempuan itu kemudian memasuki lift untuk naik ke lantai 11 di mana apartemen Doni berada.
Sembari menunggu lift tiba di lantai 11, Ivanka mengeluarkan alat make up yang ia siapkan di dalam tasnya lalu dia kemudian memperbaiki riasannya dan memastikan bahwa dia tampil sangat memukau.
Tak lupa pula perempuan itu memperbaiki pakaiannya supaya terlihat lebih baik hingga akhirnya lift akhirnya berganti.
Ting!
Ivanka keluar dari lift lalu perempuan itu pergi ke sebuah pintu apartemen dan menekan bel apartemen yang terletak di sana.
Ding dong!
Ding dong!
__ADS_1