Mengubah Nasib Gadis Jelek

Mengubah Nasib Gadis Jelek
45


__ADS_3

"Terima kasih atas kerja kerasnya, semuanya," ucap Ivanka setelah pemateri atas sudah selesai dan dia merasa senang karena pemotretan itu berjalan dengan lancar.


"Terima kasih juga atas kerjasamanya," ucap sang fotografer yang merasa senang bahwa kali ini meski dia memotret seorang model pemula, namun dia merasa sangat puas dan pengalamannya bekerja sama dengan Ivanka sama seperti pengalamannya bekerja sama dengan model-model berpengalaman.


Tidak ada kesulitan yang berarti, dan semua foto yang ia dapatkan sangatlah bagus dan memuaskan hingga Dia merasa bahwa nantinya ketika memilih foto yang terbaik, dia akan kesulitan untuk memilihnya.


"Kerja bagus," ucap ashilla sembari menyerahkan sebotol air putih pada Ivanka.


"Terima kasih juga manager sudah repot-repot mendampingi saya secara pribadi," ucap Ivanka.


"Ini sudah menjadi tugasku, lagi pula aku ingin melihat hasil pekerjaan dari model yang kupilih sendiri. Ahh,, tadi aku berbincang-bincang dengan fotografer saat kau berganti pakaian, dan dia memberiku ini," ucap ashilla menyerahkan beberapa berkas pada Ivanka dengan Ivanka yang mengambilnya sangat terkejut bahwa ternyata dia ditawari untuk menjadi model pada sebuah brand yang cukup terkenal.

__ADS_1


"Ini,, aku langsung mendapat tawaran ini?" Tanya Ivanka.


Ashilla mengganggukan kepalanya, "hm, mereka mencari model pemula yang bisa berkolaborasi dengan model-model yang sudah menjadi ambassador mereka. Ini kesempatan bagus untuk meningkatkan popularitasmu dengan cepat," ucap Ashila.


Ivanka Menganggukkan kepalanya, "tentu saja, Terima kasih atas perhatiannya." Ucap Ivanka.


Maka setelah berberes-beres, dan terlebih menghapus make upnya, Ivanka bersama dengan manajernya kemudian meninggalkan tempat pemotretan, lalu mereka berkendara ke agensi, sebab tentunya masih ada beberapa hal yang harus diurus di agensi.


Begitu tiba di agensi, Ivanka melihat Doni yang saat itu bersama-sama dengan Adela keluar dari lift.


Begitu tiba di ruangan yang sepi, adalah langsung menutup pintu dengan keras lalu menatap Ivanka dengan tajam.

__ADS_1


"Berani sekali kau! Bisa-bisanya kau memilih untuk menjadi seorang model setelah melakukan operasi plastik di setiap inci tubuhmu!! Apakah kau hendak membongkar penampilan masa lalumu yang lebih buruk dari seekor babi dan mempermalukan aku yang akan dikenal orang-orang sebagai kakakmu?!!" Teriak Adella pada Ivanka dengan urat perempuan itu muncul di permukaan kulitnya sebab bagaimanapun dia merasa sangat marah dan kesal terhadap adiknya.


Tetapi Ivanka yang mendengarkan ucapan kakaknya tidak terlihat panik dan dia dengan tenang berkata, "Aku tidak akan mempermalukan Kakak dan juga tidak akan membawa-bawa nama kakak dalam masalahku. Ah, Aku hendak menandatangani sebuah kontrak jadi ada persiapan yang perlu ku lakukan bersama dengan manajer. Jadi Aku harus pergi."


Setelah berbicara, Ivanka berjalan ke arah pintu untuk meninggalkan kakaknya ketika tangannya dicekal oleh Adela.


Cekalan itu begitu kuat hingga membuat Ivanka menggertakan giginya karena dia tahu bahwa perempuan itu mungkin akan melakukan kekerasan fisik padanya lagi.


Oleh sebab itu dia terdiam di tempatnya dan tanpa memandang kakaknya Dia berkata, "sepertinya Kakak takut akan kusaingi di dalam dunia permodelan. Tetapi Kakak bilang saja, karena aku akan melangkah perlahan-lahan ke puncak dan saat aku berada di puncak nanti, mungkin aku bisa membantu kakak untuk berdiri tepat di sampingku."


Ucapan Ivanka yang benar-benar mengejek dan sangat sombong itu sangat menyesalkan bahagia adalah hingga Dia kemudian berbalik menatap Ivanka dan berkata, "kau adik yang bodoh, seharusnya kau berpikir dulu sebelum berbicara!"

__ADS_1


Setelah berkata demikian, adela melepaskan cekalannya pada tangan adiknya lalu perempuan itu pergi meninggalkan ivankah yang tersenyum memandangi punggung Adela.


"Hm, Sepertinya dia punya rencana lain, aku akan menantikannya." Ucap Ivanka.


__ADS_2